kamu jadikan aku pelarian; tapi kamu bilang aku yang jadikanmu batu loncatan.

Andulka
Mike Driver
Three Goblin Art
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

shark vs the universe
he wasn't even looking at me and he found me
Cosimo Galluzzi
wallacepolsom
Stranger Things

No title available
ojovivo
Sade Olutola
h

PR's Tumblrdome
sheepfilms
Monterey Bay Aquarium
YOU ARE THE REASON
Game of Thrones Daily
EXPECTATIONS
Show & Tell
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from T1

seen from Australia
seen from T1
seen from Singapore

seen from Canada

seen from Indonesia
seen from Indonesia
seen from T1
seen from United States

seen from United States
seen from T1

seen from Australia

seen from Canada
seen from Russia

seen from Poland
@dalamaksara
kamu jadikan aku pelarian; tapi kamu bilang aku yang jadikanmu batu loncatan.
mengapa baru
mengapa baru kau sadari hati yang terlanjur mati karena kepura-puraan yang kau ciptakan sendiri.
mengapa baru kau cari setelah keriduan itu pergi
kalau kamu merasa sakit. aku yang lebih dahulu sayang.
dan salahkah jika aku memilih untuk bahagia? meski itu tidak denganmu
bencilah aku; sepuas hatimu.
bencilah aku; asalkan setelahnya kamu merasa lebih baik, karena telah kehilangan seseorang yang tidak cukup baik untukmu.
semoga kamu bahagia; hanya itu yang bisa ku minta dalam doa
More?
Ketika kerinduan tak mampu lagi terukur dalam satuan jarak
Ketika kerinduan tak mampu lagi terukur dalam satuan jarak Karena sesungguhnya kita ini dekat, Tapi tersekat Tidakkah tanpa jarak, kerinduan akan semakin pekat? Karena dekat, tapi tak juga mampu melekat.
See? Kamu mengalaminya sendiri kan? Pada akhirnya orang yg pernah begitu dekat akan sampai masanya untuk saling menjauh.
Dalamaksara
More?
Bertanya-tanya
Berapa lama waktu berlalu agar ku bisa seikhlas matahari, yang tulus mencintai bumi hanya dari kejauhan. Aku tak mengerti mengapa 'cinta harus memiliki' justru mengkhianati teorinya sendiri. Bahwa kita tak selalu harus dekat, sebab jarak yang terlampau dekat hanya membuat pertengkaran hebat. Aku tak mampu lagi berpikir masihkah ada rasa yang tersisa. Atau jangan-jangan semua ini hanya dalam mimpiku saja. Masihkah ada jejak jejak ingatan yang membekas. Percakapan percakapan kecil. Janji janji konyol. Dan semua yang pernah kita lalui. Masihkah ada sejengkal saja ruang dihatimu, yang kau biarkan kosong untuk sekedar aku bernafas, agar aku bisa hidup dalam ingatanmu? Dan aku terus saja bertanya-tanya, dan hanya mampu bertanya dalam doa.
Seumpama senja, aku hanyalah senjasenja patah di langit tua, begitu sulit menghilang dari langit. Seperti aku yang sakit kehilangan wajahmu meski sedikit. Apalagi kau lepas tak terkait, perih adalah nafasku. Dan senja dengan merahnya resah, tertatih antara lagu yang kehilangan nada dan suara,...
Pada pagi yang berpisah
Terbangun dengan sayup-sayup suara azan. Pukul 5 pagi. Dinginnya sendu, seirama dengan detak jantungmu. Kamu pikir semua perpisahan yang sakit ini hanya mimpi buruk akibat lupa membaca doa sebelum tidur, yang ketika kamu terbangun, semuanya akan hilang dalam ingatan. Tapi ternyata tidak, ini masih sakit yang sama. Yang jelas terasa pada setiap kali kamu menghirup udara. Pikirmu, mungkin seseorang di sana akan senang dengan perpisahan yang dimulainya. Dan karena sedikitpun kamu tidak pernah mendapat tempat dalam hatinya, tak mengapa jika ia bangun pagi, senyumanmu tak lagi ada. Tak ada gunanya. Tak ada bedanya. Tanpamu, Ia pasti akan baik-baik saja. Tidak sama denganmu, sayang. Tidak akan pernah sama. Rasa yang kamu pelihara sendirian. Bertahan bertahun-tahun. Yang selama itu pula kamu pikir selalu ada harapan, dan pada akhirnya terpaksa harus kau bunuh dengan mengenaskan. Hanya kamu yang kehilangan. Tak ada lagi kelanjutan cerita yang bisa kau ukir dalam bentuk tulisan, selain perpisahan dan kesedihan. Sebab ketika semesta meminta waktunya, kamu tidak akan mampu memaksa siapa-siapa. Terlebih pada suatu hal yang untuk dapat memiliki pun, kamu tidak pada takdirnya. Pada pagi yang berpisah, Mungkin melepas adalah satu-satunya pilihan untuk bertahan. Semoga kamu bahagia.
Menyakitkan adalah ketika bertahun-tahun kamu sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik, sabar dengan segala keadaan, dan memaksa diri untuk bertahan demi seseorang yang kamu cintai agar orang itu mau melihatmu, dan pada akhirnya kamu sadar semua itu percuma karena sampai kapan pun kamu tidak akan pernah berarti apa-apa di matanya. Dan kamu akan mengasihani diri sendiri karena bahkan untuk berpura-pura menerima pun, ia tak mau. Kamu hanya akan menyesali betapa bodohnya diri karena membiarkan harapan ini hidup begitu lama, dan pada akhirnya harus mati dengan hampa dan sia sia.
Bersama hening, Keriunduan menguap menjadi air mata Serupa hujan, Semoga kamu bahagia
Sampai kapan
Haruskah berjauhan untuk saling mencari, Atau kehilangan agar bisa saling menemukan? Harus berapa lama lagi, Tuhan?
Tau bagaimana cara menyederhanakan rindu? dengan membagi?dikali? Ditambah atau bahkan.dikurang? Aku tak mau membagi, dikali bisa lupa diri, ditambahkan apa lagi, dikurangi cuma dalam mimpi.. Sederhanakan untukku agar tak sepilu ini..
Dengan doa katanya bisa..semoga Tuhan tak bosan mendengar kicauan dikepala (via jinggakalasenja)
aamiin :)
Rinai hujan menghentikan langkah Melawan angin malam buatku lelah Lalu gelapnya langit melemahkan Rasa ini enggan kusimpan
Aku cukup sedih hari ini Yang kutemui sering adalah rasa hambar Yang kuperlukan kali ini adalah rasa Sepahit-pahitnya pare atau semanis-manisnya gula jawa Apapun yang...
Di antara malam
Ada jiwa yang terlalu lelah, Di antara malam; Namun tetap tak terlelap Tersebab ada proyeksi kenangan Menari-nari dalam pikirannya. Dan pada malam itu pula, Ia mungkin menangis, Karena tahu betapa kenangan selamanya hanya akan terpenjera dalam proyeksi Tidak mati, tapi terkunci dalam hati Sampai mentari pagi, Sampai terlelap tangisnya kan berhenti Siklus ini seperti abadi
Selama apa kita saling melupa. Setakdir kita kembali saling menyapa.