Nelangsa
Kata bapak rumah ini kekurangan laki-laki, sebabnya dimata itu banyak pengharapan pada tulang kecil ini, katanya hidup ini tentang berjuang, berperang dan tiap rumah harus ada tulang yang lebih kokoh walaupun dia adalah seorang putri raja, biarkan dia hitam atau luka telapak kakinya, lebih baik dan mulia.
Kata bapak, ini mungkin takdir dari ilahi, jangan dihiraukan Panjang dan jangan lari dari kenyataan. Anak perempuan lebih kuat bahu dan lututnya, sendi dan ruasnya kecil tapi di pupuk doa dan dikokohkan keadaan, sulung bapak ini harus bisa jadi rumah untuk pulang saudara-saudaranya.
Kata bapak setiap orang hakikat hidupnya tentang perjalan menuju pulang, sulung harus kuat walau jauh jarak memisah, pergi dari kampung halaman adalah kebaikan, tugasnya menjadi panutan, dunia harus menjadi miliknya.
Duhai tuhan, orang-orang punya tujuan pulang ketika pergi bagaimana hamba mengingat pulang pada rumah? yang ku tujuh memandangiku dengan cemas dan tiada hari bertambah tugas dan harapannya.















