Sebenarnya saya takut loh untuk nulis ini lagi. Tapi saya itu sedang mempopuleri MonkeyTroops, tapi saya di WA lagi sama Mama saya, saya khawatir tau nanti saya kenapa-kenapa lagi. Jadi saya harus up cerita ini. Cerita ini yang menurut saya mendasari kasus penculikan di ASJ.
Tolong jaga diri kalian baik-baik dan jaga orang yang kalian sayangi ya. Silakan disimpan dokumen ini...
Klik di sini unduh mengunduh file.
Terima kasih dan tunggu update selanjutnya.
Saya harus tulis cerita terputus, agar bisa meninggalkan jejak bahwa saya tidak apa-apa di detik postingan itu terposting.
Do this for fun, they said. But this is fucking terrible for the Actress.
Who is who? Find who is this person, and why this video shown to you as an audiences. This is the video analysis study. Do you find another video looks like this? As I found some cases like this. Break the cases!
Questions:
Who is this person and the real identity?
Is this the same person from Screencapture column? Or they are different person?
What is the aim of video grapher or video creator or musician to show this video music to you?
Do you find another cases like this? As I found some cases like this. I will share to you later, if no one show me.
This is the music video : Hello – Dua Cincin
Video link here: https://youtu.be/QrupIQIGIqI?si=NIl5oRNIMQdA5HgU
Rules of MonkeyTroops Game already written in the document.
Karena per kemarin ada WA dari Pak Jonatan Pajar Pratama kepada Bapak saya, saya khawatir bahwa kejadian ini akan terulang kembali. Sehingga saya harus membuat rekam jejak kejadian apa yang terjadi.
Cerita selanjutnya akan saya tuliskan lagi di postingan selanjutnya.
Dulu saya menyepelekan kasus penculikan karyawan dari PT-PT itu. Dikarenakan kok aneh yah bisa-bisanya karyawan sendiri diculik dan penculiknya bisa kerjasama dengan keluarga korban? Setelah saya alami sendiri, barulah saya menyadari perasaan korban.
Silakan disimpan dokumen ini. Jagai orang yang kalian sayangi ya...
Klik di sini unduh mengunduh file.
Terima kasih dan tunggu update selanjutnya.
Saya harus tulis cerita terputus, agar bisa meninggalkan jejak bahwa saya tidak apa-apa di detik postingan itu terposting.
A kid in a mall coffee shop order a hot coffee to warm his body. A drizzle outside, some people drive car and some motorcyclist stop driving to use the raincoat.
The kid looking around. It's crowded.
"Is this empty chair?"
"Yes", yet in a several time, she's going out to the mall.
The kid sit in a 6-desk table and just watch the window.
"It hurts, right?". An old man come.
The kid recall who is the person.
"Can i join?
"Yes."
The man continuing his talks.
"In a bungee jumping, people are just deliberately to jump. How can they just dare to challenge the death?"
The kid listen him.
"In a very low point, the resistance rubber pull him up".
The man stand up and go without talking any explaination.
The kid keep quiet and sip the coffee.
Saat Teduh Bersama – Arti Kunci Kerajaan Sorga di Tangan Kita
Ibadah tanggal : 7 Februari 2024
Pendeta : Philip Mantofa
Kepadamu akan kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Ada 3 point implikasi dan aplikasinya:
Rencana Tuhan atas kita tidak bisa gagal kecuali kita mengizinkannya
Mengasihani diri sendiri / playing victim adalah kesalahan fatal.
Jangan keras kepala / stubborn atau bertekun dalam dosa atau berkeras hati. Namun apabila kita sudah terlanjur melakukannya kita harus komitmen untuk berbalik kepada Tuhan.
Makhluk yang dianggap lemah dipersenjatai oleh Tuhan. Sehingga, pasti sudah menyiapkan perlindungan khusus buat kita.
Jangan menyerah! Karena Tuhan tidak pernah menyerah atas kita. Tuhan tetap setia sama kita dan mau untuk menunggui kita.
Tidak boleh menguji Tuhan, meskipun Tuhan punya plan A, B, C. Karena pasti ada konsekuensinya. Namun apabila vas yang lama sudah hancur lebur, Tuhan akan bentuk yang baru dan tidak akan menyerah atas kita.
Merangkak pada Tuhan, pakai kunci untuk bersyukur, melawan iblis, yakin, doa dalam nama Yesus dengan imaan yang pas-pas-an bisa kita pakai untuk mendekati Tuhan.
Tuhan bekerjasama baik yang baik dan buruk. Tuhan akan mengeluarkan kebaikan meski kita dihantam perkara-perkara menyakitkan, terjerumus akibat kesalahan sendiri.
Tuhan itu sempurna, tetapi sebagai manusia kita jangan manja dan jangan pasif.
Setiap keberhasilan kita sudah ada kunciNya di dalam firmanNya
Gali firman setiap hari, tetapi jangan tebang pilih dan asal-asalan Ketika membuka Kitab Suci.
Rajin baca Kitab suci dengan rendah hati dan keinginan untuk belajar, nanti kunci-kunci itu akan bertebaran di otak.
Kemenangan, bebas dari kebiasaan buruk, mujizat di luar batas kemampuan manusia, kuasa yang kita terima, serta pergumulan-pergumulan kita.
Masa hidup kita ditulis di Kitab suci.
Roh kudus pasti tuntun kita menuju sesuatu.
Firman Tuhan juga berisi instruksi – arah untuk menjalani hidup.
Tuhan tau apa yang kita butuhkan dan jangan menggurui Tuhan Ketika kita minta sesuatu kepada Tuhan.
Doa Puasa adalah kunci Rohani yang mengaktifkan kuasa urapanNya
Orang berwibawa karena kuasa Allah, percaya kepada Allah
Firman belum bisa masuk ke diri kita karena ada kedagingan: pikiran, keinginan.
Makanan satu-satunya untuk mengaktifkan Rohani kita adalah Firman. Bagaimana caranya agar kita menahan lapar, mengisi waktu, bersandar, prioritas lainnya agar tidak dijajah oleh panca Indera kita adalah Firman.
Minta Tuhan untuk tuntun jalan, pakai nama Yesus.
Tumbuhkan manusia roh, gunakan otoritas iman kita.
I am thinking to push the budget as minimum I have.
This is the honey pork noodle (mie babi madu). I found the japanese small restaurant near to Nusa Dua. The furniture is simple, a kind like street food.
Taste is good. Noodle is fully covered by seasoning. The pork is sweet. Price is cheap, comparing to the Jakarta pork noodle.
I forgot the name of restaurant, but it could be my reference later in the future if I wanna eat pork noodle.
Pernah gak kamu mendengar suatu suara tipis di balik telingamu, yang mengatakan: “don’t go there” or “are you serious about this? can you think again?”.
Menjelang fase dewasa, gue akui suara-suara ini semakin sering gue dengar. And then, jika gue ignore mereka dan membuat keputusan yang bertolak belakang dari suara tipis itu, hasilnya gue bakal sangat-sangat menjalani hidup yang keras...
Some of you call it as a subconscious mind. Definisi saya pribadi tentang subconscious mind adalah pikiran yang muncul atas pengalaman yang sudah pernah kita alami sebelumnya atau pernah kita dengar dari orang lain, sehingga jika kita berhadapan dengan situasi yang serupa, secara tidak sadar pikiran kita akan menghubungkan situasi tersebut dengan pengalaman sebelumnya.
Try to ignore and do the reverse. Gue pernah beberapa kali nekat untuk mengabaikan suara tipis itu, dan seharian di dalam kepala berpikir bahwa melakukan sebaliknya akan menyelamatkan gue. Ta-da in a long run, the decision make a big failure!
Why ya?
Ok, gue pernah mendengar dari pendeta yang berkotbah bahwa suara tipis itu selain bisa juga pikiran bawah sadar kita sendiri, itu adalah suara dari roh kudus. Suaranya sangat tipis dan halus, sehingga kita yang terkadang abai, mungkin akan menghiraukannya..
Pernah satu kejadian gue melamar magang di investment company, suara tipis itu muncul untuk bilang “don’t go to anywhere today”. Tapi dulu magang di company tersebut adalah satu keinginan gue as an ego-human. Dan bener, selain jarak company yang sangat jauh dari krl, hujan sangat lebat, ojol yang gue tebengin gak bawa jas hujan, yang berakhir pada gue menunggu sangat lama untuk hujan reda. Gue gak prepare apa-apa untuk bahan interview, baju sangat lepek, dan waktu terlambat 1 jam. Bad impression and bad interview. Failure in the end.
Harusnya dari sini gue mulai sadar untuk gak mengabaikan suara tipis ini.
dan jika suatu keputusan itu harus diuji ulang i will talk to mom, listen her advise, and write a pro-cons table.
In modern society, people work easier than before. They move faster from one place to another place with integrated transportation. But still, we can see people sleep less. This is because they must do something important and it takes their time to sleep enough. Sleep less affects our body and concentration. Besides, it makes people more aggressive and sensitive in organization.
People have other priority than their main job. For a coupled, they wake up earlier to cook and prepare school-needed for their child. To pay their bills, some of them must take extra job after work hour. In the weekend, some of people clean their home because they don’t have enough time at work day to do it or they don’t have enough money to pay cleaning service. Some of people, in the weekend, come to community meeting or meet their friends to increase their network.
Less sleep gives bad effect for ourselves. Sleep depriviation causes our brain doesn’t work properly. It can makes us lack of concentration, hold our thinking process, and unable to make decision. Our body will affected negatively because of lack of sleep time. When we sleep, our body produce immune system. When we don’t sleep enough in long period, it will cause diabetes and heart disease.
Our digestive function will change because of less sleep. Because if we sleep less, our brain reduces control of feelings of hunger and fullness. Then, our brain will send signal to our body to eat more. Furthermore, it can cause obesity.
If we sleep less, we can be more aggressive and sensiive to people around us. Less sleep change our emotion and mental stability, because the center control of it is on our brain. We can mad easily because of small problem when we can’t control our emotion. It impacts bad to social relationship.
To sum up, for many aspects, sleep less is bad. It change the control of our body and mind. Although, people still can’t change it because they think there is other priority than take enough time for sleeping.
Jangan mengikut jejakku
Karena mungkin aku keliru
Mana bisa kubagi kesukaranku atau kesusahanmu mana mungkin jadi milikku.
Jangan menengadah kepadaku
Karena perbuatanku tidak semulia di hadapanmu
Mana kau ketahui bahwa luka berada di pundakku atau namamu terselip dalam fitnah dari mulutku.
Jangan mengelu-elukan aku
Karena tidak bisa kupaksa aku menyangkal diriku
Mana mungkin kukembalikan pujian untukku atau kutolak penghargaan untukku.
Kubilang jangan,
Karena Yang Esa sedang mengamati kita
Memperhatikan betapa lucunya manusia yang dimabukkan oleh cita dunia.
“Yang Kudengar hanyalah senandung manja,
Yang Kusimak hanyalah kecam manusia pada sesama,
Yang Kuterima hanyalah seleweng kuasa.
Hidupmu penuh rekayasa,
Aku tidak perlu menerka,
Kuberi berkat agar kau bisa merasa.”
Aku bisa memimpikan banyak hal di dunia ini. Menginjak pertambahan umur, aku semakin dewasa dan semakin ingin mewujudkan impian-impianku. Terdengar egois, begitulah aku, berusaha hidup mandiri dan seolah-olah mampu mengatur masa depannya sendiri.
Di titik keraguan, aku tidak pernah mengatakan bahwa aku merasa tidak bisa. Tapi aku hanya datang ke mama untuk mendengarkan semua ceritanya. Berbicara dengan mama adalah suatu obat kerinduan. Mama menceritakan banyak hal sampai aku lupa dengan rasa khawatirku. Sampai yang aku takutkan hanya satu, yaitu tidak bisa bersamanya lagi.
Mama adalah satu kawanku sedari kecil, mengingat bahwa aku tidak begitu ramah, banyak orang meragukan aku. Tapi keajaiban-keajaiban Ilahi diselipkan padaku, mungkin itu wujud dari doa kecil mama. Sewaktu kecil dari balik pintu kamar aku melihatnya berlutut, berdoa untuk aku dan kakakku. Di masa itu aku belum mampu membaca keadaan.
Aku sadari ketika bertambah usia, aku sering berargumentasi. Tanpa kusadari bahwa usianya juga turut menua. Mama adalah harapanku dan tujuanku bahwa aku harus cepat sukses. Aku tidak tau sampai kapan perjalanan ini akan terus membawaku, tapi semoga mama selalu sehat, bahagia, dan diberi umur panjang. Karena kisah jenakanya selalu membuatku tertawa di tengah kebimbanganku, karena cerita di masa lalunya membuatku lebih tangguh, karena rasa cintanya yang penuh kepadaku, karena dialah yang membuatku terus berjuang di dalam hidup agar harapan-harapanku tidak mati. Karena sungguh, mama adalah tujuanku untuk kembali ke rumah.
Terdahulu saya punya pemikiran yang aneh tentang tahun genap. Saya sempat berpikir bahwa di tahun genap saya ‘tertimpa sial’. Itu dulu...
Ternyata di dalam kehidupan ada naik turun, ada pahit manis. Bisa seketika kita tertawa kemudian menangis, bisa kita saat itu bersama teman-teman kita kemudian sendiri, bisa kita menggapai hal yang besar kemudian jatuh. Setiap pribadi mengalami itu semua, tinggal bagaimana kita menghadapinya.
Tahun 2018 adalah tahun kelahiran, akan ada suara tangisan dari bayi yang baru dilahirkan dan tawa dari dua pasangan yang mendekap hangat karunia-Nya, akan ada sosok baru di daerah atau pelosok bangsa. Bagi kita sendiri pun diharapkan menjadi pribadi-pribadi yang baru. Kita diharapkan bekerja tulus dan keras, kita diharapkan menyatu dengan kehidupan dan kita diharapkan menerima panggilan. Jujur, saya merasa belum siap dengan tahun baru. Tapi siapakah manusia yang merasa siap dengan arus waktu?
Selamat datang 2018, saya mengharapkan saya menjadi jauh lebih baik dan jauh lebih berusaha dalam hidup dibandingkan yang terdahulu.
“Tania sudah bilang pak, Tania tidak mau!”. Tania menutup pintu kamar dan menguncinya.
Tania lelah dipaksa bapak. Tania hanya mau apa yang diinginkannya terwujud. Rasanya ingin pergi saja dari sini, gumamnya.
Sesaat mata Tania mengamati buku catatan di atas meja kerja kakaknya yang melanjutkan pendidikan di luar negeri. Tania iri pada kakaknya yang bisa dengan mudah mendapatkan hal besar, mendapat sekolah dengan mudah, bekerja di tempat yang besar, pendapatan yang besar, dan sekarang S2 di luar negeri.
Tania membuka catatan itu, dan sambil membolak balik halaman, dia menemukan tulisan yang menariknya.
Aku dan bapak jarang bercengkrama. Aku tau pekerjaan kantor di pusat kota mengharuskannya bekerja dari pagi dan sampai di rumah ketika malam.
Bapak orang yang tidak banyak bicara, jayus kalau lagi bercanda, rajin bekerja dan tidak tega terhadap wanita. Pernah suatu kali di suatu acara adat, dia bawa 2 botol air mineral kemasan, ketika ada seorang ibu kelihatan capek, bapak langsung tawarkan sebotol air dan kembali ke kami hanya membawa satu botol.
Suatu malam, bapak bercerita banyak hal kepadaku. Terutama bagaimana kehidupan sulit yang dijalaninya.
Bapak adalah anak petani di Samosir, Sumatera Utara. Anak kedua dari 9 bersaudara. Bapak, abangnya, dan seorang adiknya adalah ketiga anak laki-laki di keluarga itu, sedangkan keenam adiknya semuanya perempuan. Sehingga ketika abangnya dikabarkan meninggal di saat pergi merantau yang seharusnya belajar di SMP daerah Pekanbaru, bapak sebagai anak lelaki tertua yang masih SD harus mencari abangnya. Keluarga bapak miskin sampai dihina orang. Tetangga-tetangganya tidak mau membagi makanannya. Kala itu, keluarga bapak tidak pergi mencangkul dan menanam padi, sehingga mereka tidak bisa panen dan makan. Bapak kembali untuk memberi makan adik-adiknya dan ibunya.
Dua tahun menghilang, abangnya kembali pulang. Satu hewan ternak dipotong, itupun milik tetangga. Abangnya yang sukses dari bermain opera, meskipun tidak melanjutkan sekolah karna tidak punya biaya, membawa adik-adiknya ke Pekanbaru untuk melanjutkan pendidikan. Termasuk bapak sampai bapak bisa melanjutkan pendidikan hingga lulus dari SLTA.
Bapak merantau di Jakarta dan tinggal di keluarga batak yang baru bapak kenal di daerah Penjaringan. Bapak bertekad, dalam 2 tahun ini harus mendapat pekerjaan. Dalam doanya, jika lebih dari 2 tahun tidak mendapat pekerjaan di Jakarta, ia harus kembali ke Pekanbaru untuk usaha ternak. Selama satu tahun dilalui, bapak belum dapat pekerjaan. Bapak pindah-pindah tempat tinggal. Bapak tidak mampu untuk membayar tempat tinggal ataupun bayar sewa tempat ke si empunya rumah, ia hanya bisa numpang di rumah orang-orang batak. Numpang pun tidak asal numpang, segala pekerjaan rumah tangga dikerjakannya. Anak-anak sekolah, yang melihat bapak mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga, menghina bapak.
Di akhir tahun kedua, bapak pindah ke daerah Depok dan lagi-lagi numpang di rumah keluarga, masih tidak bisa bayar, masih mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan masih juga merawat anak-anak si empunya rumah. Dua kali panggilan kerja dari suatu perusahaan dikirimkan pos ke Penjaringan. Tapi karena sudah di Depok, pos tidak sampai ke bapak. Panggilan kerja ketiga untuk datang hari Sabtu masuk ke rumah yang pernah ditumpanginya di Penjaringan, pemilik rumah langsung mengantarkan surat panggilan ke Depok. Karena kala itu tahun 1987, alat komunikasi belum ada seperti sekarang, pemilik rumah yang baik itu naik sepeda berangkat dari siang hari dan sampai ke tempat bapak sore menjelang malam. Bapak dipanggil untuk bekerja di hari Sabtu ketika pos itu sampai di hari Jumat.
Bapak yang harusnya ditempatkan di pusat kota tidak bisa lagi ditempatkan di sana karena seharusnya bapak melapor setahun sebelumnya. Ternyata bapak dinyatakan telah diterima di tempat itu setahun yang lalu. Bapak pindah ke Pattimura, pusat Perusahaan berdiri.
Dua tahun bekerja, karena ketidakpastian pertumbuhan perusahaan, bapak melamar ke kementrian keuangan. Bapak yang hanya lulus SLTA lolos tahap psikotes, dimana 10 orang lainnya yang dinyatakan lolos merupakan lulusan S1 dan S2. Bapak ditempatkan di kantor yang menempatkan skor tertinggi para lulusan seleksinya.
Berpuluh tahun bapak bekerja di posisi yang sama sebagai pelaksana. Bapak tidak melanjutkan kuliah, meskipun ia punya uang cukup untuk membiayainya dan anaknya. Bapak tidak menerima promosi jabatan. Bapak membiarkan saja gajinya tidak meningkat sedrastis dibandingkan ia naik jabatan. Karena jika ia mendapat itu semua, ia akan dimutasi dan akan dipindahkan ke tempat lain. Ia hanya tidak ingin tinggal jauh dari keluarganya. Ia ingin anaknya tau dia ada di sana dan fisiknya ada untuk memberi makan anak-anaknya.
Berpuluh tahun bapak merawat kami, mengajari kami cara berhitung cepat, menghubungi kami sore hari apakah ada lauk atau tidak di rumah. Berpuluh tahun kami ada di dalam doanya, agar kami selalu sehat dan selalu semangat dalam menjalani kehidupan.
Bapak hanya selalu berusaha diam, tapi wujudnya selalu ada. Bapak merawat kami dan mengantarkan kami ke dokter ketika kami sakit. Bapak memilih tidur jika kelelahan dan tidak mengeluh meskipun capek. Aku tidak pernah melihat bapak menangis. Bapak selalu memasang wajah yang tidak khawatir, meskipun dia adalah orang nomor satu yang sebenarnya sangat memikirkan kami.
Ketika sakit, bapak selalu berusaha cepat pulih, agar kami tidak tau bahwa ia sakit. Esoknya, bapak bekerja lagi karena tanggungan hidupnya adalah kami.
Maaf bapak, kami tidak pernah tau.
Tania tidak pernah tau.
Sepuluh tahun berlalu, Tania keluar dari pintu mobil. Tania menggenggam tangan anak kecil dan seorang lelaki di sampingnya membawa tas-tas besar.
Seorang bapak, dengan keriput di sekitar matanya dan kumis yang hampir seluruhnya putih, keluar dengan senyum tipis.
Tania mencium tangan bapak.
“Kamu sudah pulang”, kata bapak, sama seperti setiap kali Tania pulang dari sekolah dan bekerja dulu sekali.
“Iya pak.”, senyum Tania. “Ayo, salam sama opung”, sembari mengarahkan tangan anak kecil yang digandengnya kepada bapak itu.
Bapak tersenyum, langsung menggendong cucunya yang ia tunggu-tunggu. “Ayo masuk, kakak dan adikmu sudah datang”, kata bapak pada Tania.
Di rumah berkumpul semua keluarga. Kali ini Tania tidak sibuk dengan dirinya sendiri. Kali ini semua berkumpul. Kali ini penuh dengan tawa.
Tania melihat wajah bapak yang nampak menua. Kali ini ya Allah, padaMu kumohon: panjangkanlah usia bapak, sehatkanlah bapak, dan bahagiakanlah bapak. Amin.
Seperti ada tertulis dalam kitab suci:
“Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.” - Keluaran 20:12.
“Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.” - Efesus 6:2-3.
“Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, supaya lanjut umurmu, dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu.” - Ulangan 5:16.