Apa yang terjadi setahun belakangan?
Dulu, salah satu teman lamaku menyampaikan,
"Ketika kamu menghilang, setidaknya aku tahu akan menemunkanmu di mana. Tumblr. Kamu akan tetap muncul satu atau dua kali di sana. Ntah, mungkin aku tidak tau persis apa yang sedang kamu hadapi. Tapi aku tau jika setidaknya, kamu masih bisa menulis. Itu sudah cukup bagiku."
Aku tersenyum getir setelah mendengar ini. Ternyata dia melakukan hal yang sama. aku pun membaca tulisannya saat ia sama sekali tak muncul di permukaan. Dan dari situ, aku sedikit tahu, atau lebih tepatnya sok tahu tentang mengapa dia menghilang. Dan bagiku juga sama, cukup sampai di situ saja.
Lalu, teman yang lain mengatakan,
"Aku sadar kemarin kamu sempat menghilang. Tidak ku cari memang, karena mungkin saja ada banyak hal yang ingin kamu selesaikan dulu sendirian. Tapi, aku tau kondisimu sudah membaik ketika kamu kembali berpuisi."
Banyak hal yang terjadi setahun terakhir. Sangat banyak. Sebelumnya, aku merasa tahun demi tahun cenderung lebih cepat melesat. Satu tahun terakhir, waktu bergerak dengan merangkak. Kadang terasa sangat lambat, kadang juga membuat sesak.
Aku jadi semakin jarang menulis. Membaca buku masih sesekali. Beberapa ku tuntaskan sampai tamat, sebagian lagi terjeda di tengah jalan sebab alasan tak sempat.
Aku rindu bercerita lagi lewat tulisan-tulisan pengusir sepi itu. layaknya kertas-kertas yang dipenuhi dengan harap-harap yang sering kali membuat lidah terasa kelu, seperti hari-hari terdahulu.
Satu tahun ini, berbagai kejadian dan beberapa pasang tangan juga banyak yang membuat senyumku semakin merekah. Walaupun, di celah kebahagiaan itu, aku masih menyimpan ragu dan berjaga-jaga, akan ada kejadian apa setelahnya?
Tahun ini, aku masih memperjuangkan hal yang sama seperti tahun sebelumnya. Cinta, cita-cita, dan beberapa rencana yang perlu kembali ku tata. Harapku Tuhan memperkenankan segala upayaku dimampukan untuk menuju akhir yang baik.
–Ditulis di sudut Ruang Baca, sebagai jeda dari tumpukan revisi yang belum terselesaikan.