Apabila kamu pernah mengusahakan seseorang namun ternyata ia tidak berjodoh denganmu, pahamilah bahwa sesungguhnya usaha itu milikmu, kembali pada dirimu, dan bukan untuk orang lain. Tetaplah berjuang, untuk dirimu dan juga agamamu.
Apabila kamu merasa tertolak, pahamilah bahwa menikah tidak hanya melibatkan dua manusia saja, melainkan dua keluarga. Bukan hanya tentang perasaan, melainkan juga tentang prinsip hidup, visi dan misi kedepannya.
Apabila kamu merasa terkhianati, sadarlah bahwa kamupun belum bisa tegas dengan pilihanmu sendiri. Mengertilah, bahwa pernikahan itu bukan permainan yang bisa kamu coba-coba dengan cara yang tidak baik.
Belajar dari masa lalu, bahwa yang harus kamu persiapkan adalah dirimu sendiri. Persiapkan segala bekal mental, ilmu, finansial untuk dirimu dan keluargamu kelak. Jangan bermain api kalau kamu tidak mau terbakar. Jangan menyakiti kalau kamu tidak mau tersakiti.
Jangan terlalu fokus dengan siapa kamu akan menikah, fokuslah kenapa kamu menikah, apa pernikahan itu, seperti apa calon pasanganmu. Fokuslah untuk mengejar ridha Allah, dan belajar menjadi lebih baik kedepannya.
Kalau kamu mengerti, menikah itu juga ada sedih dan bahagianya. Kamupun juga harus siap menghadapi setiap perbedaan. Menikah artinya kamu siap untuk selalu belajar. Belajar saling menghargai dan menghormati. Belajar menyesuaikan. Belajar menurunkan ego. Belajar bagaimana cara membangun komunikasi yang efektif. Dan masih banyak belajar hal-hal basic lainnya.
Kamu bisa belajar semuanya mulai dari sekarang. Fokus saja progress hari ini untuk esok yang semoga lebih baik.
Aku tahu, ditinggal oleh seseorang yang mungkin pernah singgah di hatimu memang berat, kurasa sedih itu manusiawi. Namun percayalah, hujan itu akan perlahan mereda. Suatu hari nanti, hari dimana kamu bertemu dengan seseorang yang tepat dan terbaik menurutNya. Segala perjuangan dan lelahmu akan terbayar.
Pernikahan yang baik ialah yang ada visi dan misi kebaikan kedepannya. Maka, bangunlah visi dan misi itu dari diri sendiri. Dengan izin Allah, suatu hari nanti akan Ia datangkan jodohmu yang punya tujuan sama. Percayalah, bahwa setiap mata air akan mengalir menuju masing-masing muaranya.
Semoga kamu bisa menerima dan memaafkan setiap luka yang mungkin pernah kamu rasakan. Semoga diganti dengan seseorang yang click menurut Allah, menurut keluargamu, juga dirimu. Semoga Allah limpahkan keberkahan di setiap langkahmu.
Sidoarjo, 25 Juni 2021 | Pena Imaji