"Bagian tersulit dari mencintai adalah bagaimana realita menyadarkan ku untuk menyerah, sedangkan ego tetap memaksa ku untuk berusaha memilikimu"
- Coffee First
Misplaced Lens Cap

tannertan36
No title available
TVSTRANGERTHINGS
todays bird
taylor price
trying on a metaphor
YOU ARE THE REASON

@theartofmadeline

Love Begins

Andulka
No title available

No title available
Alisa U Zemlji Chuda

祝日 / Permanent Vacation

No title available
occasionally subtle
hello vonnie
Peter Solarz
$LAYYYTER

seen from Canada

seen from United States
seen from Colombia
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Lithuania
seen from United States

seen from Canada

seen from United Kingdom
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from United States

seen from Italy

seen from Netherlands

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
@fromacupofcoffee
"Bagian tersulit dari mencintai adalah bagaimana realita menyadarkan ku untuk menyerah, sedangkan ego tetap memaksa ku untuk berusaha memilikimu"
- Coffee First
"1 tahun telah berlalu, namun bodohnya sudut kecil hatiku masih menyisahkan kerinduan akan sosok mu."
-Coffee First
"Kenangan tentangmu tak banyak. Begitu singkat namun sangat melekat diingatan."
-Coffee First
Bukan , memang bukan kamu yang salah. Ketika akhirnya kamu memilihnya, aku tak menyalahkanmu.
Memang aku yang tak mampu hadir untuk mengisi kekosongan di hatimu.
-Coffee First
"Seringkali kita lupa ketulusan tidak diukur dari berapa banyak yang diberikan tetapi dari apa yang dikorbankannya untukmu."
-Coffee First
Antara 'titik' dan 'koma'
Kamu yang memutuskan untuk memberi 'koma' pada cerita kita.
Tapi kamu tidak memutuskan akan melanjutkan atau mengakhiri kisah ini.
Seakan enggan meneruskan tapi tak rela untuk melepaskan.
Mungkin kamu lupa bahwa 'koma' berarti 'jeda' dan 'titik' berarti 'akhir'.
Karna 'koma' yang kamu berikan tak ada bedanya dengan 'akhir'.
Tak ada kelanjutan, tapi tak juga ada salam perpisahan.
Mungkin kamu memutuskan berhenti sejenak bukan untuk memulai kembali , tapi untuk pergi tanpa hendak mengucapkan selamat tinggal.
Dan memang harus aku yang menjadi tegas di tengah keraguanmu.
Untuk menghapus 'koma' dan menggantinya menjadi 'titik'.
-Coffee First
“Aku pernah bermimpi menghabiskan hari bersamamu , namun kamu membangunkanku bahkan sebelum hari itu menjadi esok.”
-Coffee First
"Sejujurnya menunggu tidaklah se-menyebalkan itu , penantian tanpa kepastian itulah yang menjadikannya begitu menjenuhkan."
-Coffee First
Bahkan hanya dengan menyebutkan namamu saja sudah membuat jantungku berdebar.
Coffee First
Biarlah hujan turun begitu derasnya sehingga rintiknya dapat menghapus semua jejak rindu yang pernah ku pijakan di setiap kali aku melangkah.
Coffee First
Kini sorot matamu kosong. Tak lagi menatapku lekat hingga ke sudut terdalam.
Coffee First
Ada hari dimana aku begitu tak sabar untuk bertemu denganmu. Tapi sekarang, hari itu menjadi hari yang paling ingin ku hindari.
Coffee First
"Orang bilang, untuk mendapatkan haruslah mengungkapkan. Tetapi bagaimana jika ternyata ketika aku mengungkapkannya , aku malah kehilangannya?"
-Coffee First
"Ada satu hal yang harus mulai ku pelajari: Belajar untuk tidak mengharapkan mu lagi"
-Coffee First