"Bagian tersulit dari mencintai adalah bagaimana realita menyadarkan ku untuk menyerah, sedangkan ego tetap memaksa ku untuk berusaha memilikimu"
- Coffee First
Claire Keane

No title available

Andulka
Keni

No title available
Cosimo Galluzzi

titsay
No title available

Product Placement
ojovivo

ellievsbear
No title available
I'd rather be in outer space 🛸
official daine visual archive

roma★
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

gracie abrams
No title available
The Stonewall Inn
todays bird
seen from Germany
seen from United States
seen from Congo - Kinshasa
seen from Saudi Arabia

seen from India
seen from Tunisia
seen from Malaysia
seen from Canada
seen from Iraq
seen from Philippines

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Bangladesh

seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Bangladesh

seen from Iraq
@fromacupofcoffee
"Bagian tersulit dari mencintai adalah bagaimana realita menyadarkan ku untuk menyerah, sedangkan ego tetap memaksa ku untuk berusaha memilikimu"
- Coffee First
"1 tahun telah berlalu, namun bodohnya sudut kecil hatiku masih menyisahkan kerinduan akan sosok mu."
-Coffee First
"Kenangan tentangmu tak banyak. Begitu singkat namun sangat melekat diingatan."
-Coffee First
Bukan , memang bukan kamu yang salah. Ketika akhirnya kamu memilihnya, aku tak menyalahkanmu.
Memang aku yang tak mampu hadir untuk mengisi kekosongan di hatimu.
-Coffee First
"Seringkali kita lupa ketulusan tidak diukur dari berapa banyak yang diberikan tetapi dari apa yang dikorbankannya untukmu."
-Coffee First
Antara 'titik' dan 'koma'
Kamu yang memutuskan untuk memberi 'koma' pada cerita kita.
Tapi kamu tidak memutuskan akan melanjutkan atau mengakhiri kisah ini.
Seakan enggan meneruskan tapi tak rela untuk melepaskan.
Mungkin kamu lupa bahwa 'koma' berarti 'jeda' dan 'titik' berarti 'akhir'.
Karna 'koma' yang kamu berikan tak ada bedanya dengan 'akhir'.
Tak ada kelanjutan, tapi tak juga ada salam perpisahan.
Mungkin kamu memutuskan berhenti sejenak bukan untuk memulai kembali , tapi untuk pergi tanpa hendak mengucapkan selamat tinggal.
Dan memang harus aku yang menjadi tegas di tengah keraguanmu.
Untuk menghapus 'koma' dan menggantinya menjadi 'titik'.
-Coffee First
“Aku pernah bermimpi menghabiskan hari bersamamu , namun kamu membangunkanku bahkan sebelum hari itu menjadi esok.”
-Coffee First
"Sejujurnya menunggu tidaklah se-menyebalkan itu , penantian tanpa kepastian itulah yang menjadikannya begitu menjenuhkan."
-Coffee First
Bahkan hanya dengan menyebutkan namamu saja sudah membuat jantungku berdebar.
Coffee First
Biarlah hujan turun begitu derasnya sehingga rintiknya dapat menghapus semua jejak rindu yang pernah ku pijakan di setiap kali aku melangkah.
Coffee First
Kini sorot matamu kosong. Tak lagi menatapku lekat hingga ke sudut terdalam.
Coffee First
Ada hari dimana aku begitu tak sabar untuk bertemu denganmu. Tapi sekarang, hari itu menjadi hari yang paling ingin ku hindari.
Coffee First
"Orang bilang, untuk mendapatkan haruslah mengungkapkan. Tetapi bagaimana jika ternyata ketika aku mengungkapkannya , aku malah kehilangannya?"
-Coffee First
"Ada satu hal yang harus mulai ku pelajari: Belajar untuk tidak mengharapkan mu lagi"
-Coffee First