aku menjatuhkan hati paling dalam pada dirimu, sama dalamnya saat rasa sakit karna goresan yang kau buat entah sengaja atau tidak

No title available
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Kaledo Art

blake kathryn
todays bird
No title available
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

祝日 / Permanent Vacation

pixel skylines
Alisa U Zemlji Chuda
I'd rather be in outer space 🛸
Jules of Nature
Three Goblin Art

⁂

Kiana Khansmith

No title available

Product Placement

izzy's playlists!

Discoholic 🪩
cherry valley forever
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from India
seen from T1

seen from Australia

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from T1

seen from Singapore

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Germany
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Indonesia
seen from Morocco
@gersang
aku menjatuhkan hati paling dalam pada dirimu, sama dalamnya saat rasa sakit karna goresan yang kau buat entah sengaja atau tidak
Caraku mencintaimu terjadi begitu saja
Secara cepat dan tanpa aba-aba
Seperti rinai-rinai hujan yang turun ke permukaan jalan
Kala itu, di sepanjang kota Roma
Bila Tuhan itu cinta
Maka kamu adalah malaikat yang diutus-Nya
Kamu, secara ajaib mengusir sepi
Hingga patahan-patahan hati seakan utuh kembali
Namun caramu mencintaiku terjadi begitu lambat
Dari sepasang bola mata yang memantulkan api keraguan
Seperti burung camar laut yang maju pelan-pelan
Takut-takut umpan jagung di hadapannya adalah jebakan
Saat matahari Roma bergerak lambat ke peristirahatannya
Aku mulai mencemburui dia yang menangkap perhatianmu
Dalam segala keterbatasanku yang tidak bisa berbuat apa-apa
Selain daripada jatuh hati padamu dalam diam, tanpa suara
Ya Allah akutu cuma mau nikah, mau hidup sama suamiii, mau jadi Ibuuuu 😔
Ini kok orang lain nikah gampang banget ya. Ketemu orangnya. Ngerasa cocok. Duitnya ada. Nikah. Aku? 😔
Mau nyerah tapi gimana wkkw ah mbuh
Apakah nikah tidak untukku? Kalau emang tidak ada untukku, bilang aja ya Allah gapapa. Biar aku ga ngarep maksudnya 😅
22 Juni 2025
Diksi-diksi ini memang inginku
Boleh dinikmati dan silakan dibenci
Tapi, jangan acak-acak nurani karyaku
Wajar rasanya kalau kita rasa diri kita ni kosong… tak ada apa nak dibanggakan pun… tak ada apa nak dipersembahkan. Tapi angan-angan walaupun kecil, walaupun tak logik…selalu jadi sayap halus yang kita tak sedar kita ada. Dia yang buat dada kita rasa ringan semula. Dia yang tarik kita keluar dari luka, walaupun sikit.
Terbanglah tinggi.
Terbang dengan luka, dengan kurangnya, dengan takutnya sekali pun.
Sebab setiap kali kau berangan, itu tanda hati kau masih hidup,masih mahu… masih percaya yang hidup kau belum habis.
Dan siapa tahu… mungkin satu hari nanti, angan itu tak lagi sekadar bayang. Mungkin ia jadi tempat kau benar-benar mendarat.
sadar privilege - sadar struktur - sadar blindspot - sadar beban - sadar arah. Semoga bisa merawat kebun kita dengan subur lalu pulang dengan baik. Jadilah musafir yang ramah. Jangan merusak tempat-tempat yang kita hampiri :)
100 Perilaku Utama Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam
Imam Shadiq berkata: “Saya tidak ingin seseorang meninggal dunia sementara ia belum mengetahui sebagian perilaku Rasulullah”
1. Ketika berjalan, beliau berjalan secara pelan-pelan dan wibawa.
2. Ketika berjalan, beliau tidak menyeret langkah kakinya.
3. Pandangan beliau selalu mengarah ke bawah.
4. Beliau senantiasa mengawali salam kepada siapa saja yang dilihatnya, tidak ada seorangpun yg mendahuluinya dalam mengucapkan salam.
5. Ketika menjabat tangan seseorang, beliau tidak pernah melepaskannya terlebih dahulu.
6. Beliau bergaul dengan masyarakat sedemikian rupa sehingga setiap orang berpikir bahwa dirinya adalah satu-satunya orang yang paling mulia di mata Rasulullah.
7. Bila memandang seseorang, beliau tidak memandang sinis bak pejabat pemerintah.
8. Beliau tidak pernah memelototi wajah seseorang.
9. Beliau senantiasa menggunakan tangan saat mengiyaratkan sesuatu dan tidak pernah mengisyaratkan dengan mata atau alis.
10. Beliau lebih banyak diam dan baru akan berbicara bila perlu.
11. Saat bercakap-cakap dengan seseorang, beliau mendengarkan dengan baik.
12. Senantiasa menghadap kepada orang yang berbicara dengannya.
13. Tidak pernah berdiri terlebih dahulu selama orang yang duduk bersamanya tidak ingin berdiri.
14. Tidak akan duduk dan berdiri dalam sebuah pertemuan melainkan dengan mengingat Allah.
15. Ketika masuk ke dalam sebuah pertemuan, beliau senantiasa duduk di tempat yang akhir dan dekat pintu, bukan di bagian depan.
16. Tidak menentukan satu tempat khusus untuk dirinya dan bahkan melarangnya.
17. Tidak pernah bersandar saat di hadapan masyarakat.
18. Kebanyakan duduknya menghadap kiblat.
19. Bila di hadapannya terjadi sesuatu yg tidak disukainya, beliau senantiasa mengabaikannya.
20. Bila seseorang melakukan kesalahan, beliau tidak pernah menyampaikannya kepada orang lain.
21. Tidak pernah mencela seseorang yang mengalami kesalahan bicara.
22. Tidak pernah berdebat dan berselisih dengan siapapun.
23. Tidak pernah memotong pembicaraan orang lain kecuali bila orang tersebut bicara sia-sia dan batil.
24. Senantiasa mengulang-ulang jawabannya atas sebuah pertanyaan agar jawabannya tidak membingungkan pendengarnya.
25. Bila mendengar ucapan yg tidak baik dari seseorang, beliau tidak mengatakan mengapa si fulan berkata demikian, tapi beliau mengatakan, bagaimana mungkin sebagian orang mengatakan demikian.
26. Banyak bergaul dengan fakir miskin & makan bersama mereka.
27. Menerima undangan para abdi dan budak.
28. Senantiasa menerima hadiah, meski hanya seteguk susu.
29. Melakukan silaturrahmi lebih dari yang lain.
30. Senantiasa berbuat baik kepada keluarganya tapi tidak melebihkan mereka dari yang lain.
31. Senantiasa memuji dan mendukung pekerjaan yang baik dan menilai buruk dan melarang perbuatan yang jelek.
32. Senantiasa menyampaikan hal-hal yg menyebabkan kebaikan agama dan dunia masyarakat kepada mereka dan berkali-kali mengatakan, “Orang-orang yang hadir hendaknya menyampaikan segala yang didengarnya kepada orang-orang yang tidak hadir.”
33. Senantiasa menerima uzur orang-orang yang punya uzur.
34. Tidak pernah merendahkan seseorang.
35. Tidak pernah memaki atau memanggil seseorang dengan gelar yang jelek.
36. Tidak pernah mengutuk orang-orang sekitar dan familinya.
37. Tidak pernah mencari-cari aib orang lain.
38. Senantiasa menghindari kejahatan masyarakat, namun tidak pernah menghidar dari mereka dan beliau selalu bersikap baik kepada semua orang.
39. Tidak pernah mencaci masyarakat dan tidak banyak memuji mereka.
40. Senantiasa bersabar menghadapi kekurangajaran orang lain dan membalas kejelekan mereka dengan kebaikan.
41. Selalu menjenguk orang yg sakit, meski tempat tinggalnya dipinggiran Madinah yg sangat jauh.
42. Senantiasa menanyakan kabar dan keadaan para sahabatnya.
43. Senantiasa memanggil nama sahabat-sahabatnya dengan panggilan yang terbaik.
44. Sering bermusyawarah dengan para sahabatnya dan menekankan untuk melakukannya.
45. Senantiasa duduk melingkar bersama para sahabatnya, sehingga bila ada orang yang baru datang, ia tidak bisa membedakan di antara mereka yg manakah Rasulullah.
46. Akrab dan dekat dengan para sahabatnya.
47. Beliau adalah orang yang paling setia dalam menepati janji.
48. Senantiasa memberikan sesuatu kepada fakir miskin dengan tangannya sendiri dan tidak pernah mewakilkannya kepada orang lain.
49. Bila sedang dalam shalat ada orang datang, beliau memendekkan shalatnya.
50. Bila sedang shalat ada anak kecil menangis, beliau memendekkan shalatnya.
51. Orang yang paling mulia di sisi beliau adalah orang yang paling banyak berbuat baik kepada orang lain.
52. Tidak ada seorangpun yang putus asa dari Rasulullah. Beliau selalu mengatakan, “Sampaikan kebutuhan orang yang tidak bisa menyampaikan kebutuhannya kepada saya!”
53. Bila ada seseorang membutuhkan sesuatu kepada Rasulullah pasti memenuhinya bila mampu, namun bila tidak mampu beliau menjawabnya dengan ucapan atau janji yg baik.
54. Tidak pernah menolak permintaan seseorang, kecuali permintaan untuk maksiat.
55. Beliau sangat menghormati orang tua dan menyayangi anak-anak.
56. Rasulullah sangat menjaga perasaan orang-orang asing.
57. Beliau selalu menarik perhatian orang-orang jahat dan membuat mereka cenderung kepadanya dengan cara berbuat baik kepada mereka.
58. Beliau senantiasa tersenyum sementara pada saat yang sama beliau sangat takut kepada Allah.
59. Saat gembira, Rasulullah memejamkan kedua matanya & tidak banyak menunjukkan kegembiraannya.
60. Tertawanya kebanyakan berupa senyuman dan tidak pernah tertawa terbahak-bahak.
61. Beliau banyak bercanda namun tidak pernah mengeluarkan ucapan sia-sia atau batil karena bercanda.
62. Rasulullah mengubah nama yang jelek dengan nama yang baik.
63. Kesabarannya mendahului kemarahannya.
64. Tidak sedih dan marah karena kehilangan dunia.
65. Saat marah karena Allah, tidak seorangpun yg akan mengenalnya.
66. Rasulullah tidak pernah membalas dendam karena dirinya sendiri melainkan bila kebenaran terinjak-injak.
67. Tidak ada sifat yg paling dibenci oleh Rasulullah selain bohong.
68. Dalam kondisi senang atau susah tidak lain hanya menyebut nama Allah.
69. Beliau tidak pernah menyimpan Dirham maupun Dinar.
70. Dalam hal makanan dan pakaian tidak melebihi yang dimiliki oleh para pembantunya.
71. Duduk & makan di atas tanah.
72. Tidur di atas tanah.
73. Menjahit sendiri pakaian dan sandalnya.
74. Memerah susu dan mengikat sendiri kaki ontanya.
75. Kendaraan apa saja yang siap untuknya, Rasulullah pasti mengendarainya dan tidak ada beda baginya.
76. Kemana saja pergi, beliau selalu beralaskan abanya sendiri.
77. Baju beliau lebih banyak berwarna putih.
78. Bila memakai baju baru, maka baju sebelumnya pasti diberikan kepada fakir miskin.
79. Baju kebesarannya khusus dipakai untuk hari Juma’t.
80. Ketika memakai baju dan sandal, beliau memulainya dari sebelah kanan.
81. Beliau menilai makruh rambut yang awut-awutan.
82. Senantiasa berbau harum dan kebanyakan pengeluarannya untuk minyak wangi.
83. Senantiasa dalam kondisi memiliki wudhlu dan setiap mengambil wudhlu pasti menyikat giginya.
84. Cahaya mata beliau adalah shalat. Beliau merasa menemukan ketenangan dan ketentraman saat shalat.
85. Beliau senantiasa berpuasa pada tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan.
86. Tidak pernah mencaci nikmat sama sekali.
87. Menganggap besar nikmat Allah yang sedikit.
88. Tidak pernah memuji makanan dan tidak juga mencelanya.
89. Memakan makanan apa saja yang dihidangkan kepadanya.
90. Di depan hidangan makanan beliau senantiasa makan makanan yang ada di depannya.
91. Di depan hidangan makanan, beliau yang paling duluan hadir dan paling akhir meninggalkannya.
92. Tidak akan makan sebelum lapar dan akan berhenti dari makan sebelum kenyang.
93. Tidak pernah makan dua model makanan.
94. Ketika makan tidak pernah sendawa.
95. Sebisa mungkin beliau tidak makan sendirian.
96. Mencuci kedua tangan setelah selesai makan kemudian mengusapkannya ke wajah.
97. Ketika minum, beliau meneguknya sebanyak 3 kali. Awalnya baca Bismillah dan akhirnya baca Alhamdulillah.
98. Rasulullah lebih memiliki rasa malu daripada gadis-gadis pingitan.
99. Bila ingin masuk rumah, beliau meminta izin sampai tiga kali.
100. Waktu di dalam rumah, beliau bagi menjadi tiga bagian: satu bagian untuk Allah, satu bagian untuk keluarga dan satu bagian lagi untuk dirinya sendiri. Sedangkan waktu untuk dirinya sendiri beliau bagi dengan masyarakat.
Semoga kita bisa meniru perilaku beliau Shollallohu ‘alaihi wasallam.
Source: fanpage Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - KTB (PISS-KTB)
Penting…
Simpen
Jauh sekali kita -sang ummat- dari sifat Rasul kita.. Huhu
Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammad
Reblog deh, siapa tau ada yang mau meneladani lalu jadi siklus kebaikan yang terus mengalir untuk kita bersama😆
di negara yg runyam dan kayak neraka ini, perempuan masih tetap harus ngerasain kram pre dan saat menstruasi serta segala printilan gak nyaman lain termasuk tulang linu, boyok kayak mau putus, dan otot2 kayak gamau diajak kerjasama (lemes). belum simtom psikologis yg juga muncul. buset. gini amat.
udah mah wni, perempuan pula. fuck.
Berisik anjing. Ga ada yang nyewa lu jadi juri buat menilai kehidupan gua. Ngacaaaa kek kali kali buset _-
Jangan lupa kita pernah saling cinta
rantai-rantai dosa yang kita bina membuat saya serasa muak, sebab badai kita tak akan kunjung reda. kita sampai di persimpangan jalan, sudah waktunya berjalan seorang tanpa menautkan tangan.
dalam bayangan bulan sabit yang memupuk indahnya parasmu, hawa di sekitar parkiran stadion mandala krida semakin mencekam dingin menembus tulang. dalam benak saya, ribuan kata seakan berbaris untuk diungkapkan setelah selama ini mereka diam, hening terpatri di tenggorokan. tidak ada senyuman di bilik mobil tanpa suara itu, kamu sibuk memandang ke luar jendela sedangkan saya sibuk meratapi paras rupawan yang mungkin saja setelah ini akan hilang kabarnya.
iras bahagia yang dulu kamu tebarkan kini lenyap terkikis segala maki cacian. seakan kita tidak pernah memeluk, memadu asa. seakan selama ini tidak ada bahagia yang terlukis di bentala kita. saya paham bahwa mungkin memang takdir tidak melukis nama kita pada daun yang sama, atau mungkin benang merah antara kita telah terputus oleh kebodohan, hancur, lebur, tanpa ampun.
saat ini kamu terisak tertatih, saya hanya mampu diam sebab apa yang bisa saya tawarkan. hati pun serasa gundah gulana, seakan mencekam diremat realita. kita saling cela, saling luka, lupa kita pernah ada dalam bagan cinta.
konon katanya celaan dan makian akan membuat hubungan berjalan panjang, namun milik saya hancur berantakan. segala doa-doa yang saya rapalkan untuk membuat kamu menjadi milik saya sekarang usang ditelan waktu, mungkin memang badai kita tak akan kunjung reda. dengan kulit yang mulai dingin, serta pendingin mobil yang saya matikan – saya melihat kebencian terpampang nyata pada parasmu. seakan lupa bahwa kita pernah saling mengucap cinta, seakan segala bahagia sirna ditelan jelaga derita.
tidak ada lagi usaha yang mampu kita berikan untuk hubungan yang telah berubah menjadi roh-roh kematian. sesak di dada selama ini menghantui kita seakan memaksa untuk melepaskan apa yang telah lama hilang, tidak ada yang mampu kita lakukan untuk menyambung elegi yang kini bernada sendu. untuk apa, kita mengusahakan apa yang telah mati dari lama – mengusahakan kita.
ini terakhir kali, saya mengusap pipi kamu seakan memahat tiap-tiap lekukan ciptaan tuhan yang paling indah. merona dengan danau air mata menggenang di atasnya. segala caci maki yang kamu utarakan sirna seketika, lagu dari radio pun tak lagi terdengar. menyisakan keheningan antara kita. sebelum berpamit, saya sibuk memandang wajah yang saya sayang untuk terakhir kali, sebab setelah ini kita akan berjalan pada tapak yang berbeda.
dalam hati saya tidak sepenuhnya terisi api neraka, namun sesak di dada memberi paham bahwa mau sekeras apapun saya menimang serta membina hubungan ini, jika takdir tak ingin kita untuk bersama, bagaimana mungkin saya menentangnya.
Latar belakang budaya memang memainkan peran yang cukup besar dalam cara seseorang belajar bahasa. Banyak penelitian cenderung berfokus pada pembelajar dari budaya Barat, padahal pendekatan terhadap pembelajaran bahasa sangat beragam di berbagai komunitas dan tempat. Tidak mesti bercermin ke Barat.
Di beberapa tempat, siswa didorong untuk berbicara sejak awal meskipun ada kesalahan, dengan tujuan meningkatkan kepercayaan diri dan kelancaran. Sementara itu, ada juga budaya yang lebih menekankan pada ketepatan tata bahasa dan ide (tidak sampai ke pelafalan) sehingga pembelajar menjadi lebih berhati-hati sebelum berbicara—hal ini ternyata sedikit banyak bisa menyebabkan mereka kurang percaya diri dalam menggunakan bahasa baru secara spontan.
Jika guru mempertimbangkan faktor budaya ini, guru sih diharapkan akhirnya bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa, baik dengan mendorong praktik berbicara terbuka maupun menggabungkan pendekatan berbasis akurasi dengan metode yang lebih mendukung keberanian untuk berkomunikasi.
THERE’S SOMEONE IN THAT ROOM, OR IS IT ALL IN YOUR HEAD? JUST BECAUSE YOU’RE PARANOID, DOESN’T MEAN THEY DON’T WANT YOU DEAD. THE SLEEPLESS NIGHTS ADD TO THE OVERWHELMING SENSATION, KEEP CLENCHING YOUR KNIFE MAYBE IT’S NOT YOUR IMAGINATION. A CURSE WILL FALL UPON ANYONE WHO USES THIS TYPEFACE IN DAYLIGHT HOURS.
FREE DOWNLOAD
Baru Saja..
Aku mendengar nasihat yang tidak tinggi kata-katanya, cukup manis caranya, dan… masuk akal.
Bukan soal siapa yang berkata, tapi tentang waktunya yang tepat, tentang hatiku yang cukup siap.
Seperti pintu yang tak bisa dibuka sebelum aku sendiri ingin keluar. Seperti pelajaran yang tak bisa kupahami saat aku masih sibuk menyangkal.
Baru Saja...
Aku tidak sekadar mendengar, tapi aku dipahamkan.
Dan entah kenapa, itu cukup untuk membuat aku ingin jadi lebih baik, meski pelan.
/kendari, maret 2024
Aku adalah buku yang setengah halamannya sudah kamu baca. Di pertengahan halaman kamu baru menyadari, selama ini kamu hanya melihat deretan huruf tanpa mengerti maknanya sedikitpun.
Akulah si buku yang menunggu untuk segera ditutup itu. Aku ingin perasaan merasa kecil sebab tidak kunjung dimengerti olehmu segera menghilang. Aku ingin kamu segera meletakkan dan membiarkan orang lain membacaku. Kurasa seorang lain akan lebih memahamiku hanya dengan membaca prolog di halaman depanku.
Sunset is beautiful, isn't it?
Aku pernah mencintaimu seperti pagi pertama. Penuh harap, penuh cahaya, penuh janji bahwa segalanya akan tumbuh.
Tapi seperti semua yang hidup di bawah langit, cintaku juga punya waktunya sendiri untuk padam. Ia tidak mati dengan gaduh. Ia perlahan menua, seperti matahari yang tahu kapan harus tenggelam.
Kini, aku berdiri menatap langit jingga. Tak lagi menggenggam, tak lagi menunggu. “Sunset is beautiful, isn’t it?" ucapku lirih. Bahkan akhir pun bisa indah, kalau hati kita cukup lapang menerimanya.
Tuan jadi tak asik
Masih suka mengusik
Padahal tak lagi jadi hak milik
Tuan menjadi tega
Membuka luka lama
Yang sudah di lupa
Berjalan harusnya menatap kedepan
Disini juga sudah tenang
Tidak butuh sapaan tuan
Duh kelimpungan
Sikap tuan yang plinplan
Membuat hati ikut bimbang
Segala jejak sentuh mu terkubur debu
Disetiap sudut berisi bayangmu pun mulai semu
Dongeng tentang sosokmu tak lagi berlagu
Barangkali yang lain mulai jemu
Tapi untukku kau tetap sama
Suaramu masih terus bergema
Di kalbu kau masih bertahta
Mengulang rindu yang tiada reda
Disini pada sang bayu aku merayu
Menitip rindu yang menyesakkan kalbu
Menatap langit pun aku bersimpuh
Memohon agar kelak kita bertemu
2 Juli 2024 / 25 Dzulhijjah 1445