NICE HOMEWORK #2 “Menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga”
“Being a mom isn’t an easy job, but it’s definitely the best job anyone could ever ask for”
Beruntunglah para Ibu, ia memegang peran strategis didalam keluarganya. Seorang ibu adalah magnet dalam sebuah keluarga. Sedih atau bahagianya seisi rumah sangat bergantung dengan suasana hati ibu. Jika ibu bahagia, maka rumahpun menjadi nyaman. Jika ibu bersedih dan murung dirumah, maka suasana rumah bisa jadi runyam.
Bagaimana agar sang magnet ini bisa selalu membawa keceriaan didalam rumah? Agar tawanya dirindukan, senyumnya dinantikan. Bagaimana ketika ia sedang bersedihpun, suasana keluarga akan tetap hangat terasa? Agar setiap air matanya yang terjatuh selalu membawa hikmah-hikmah kebaikan.
Semuanya tergantung bagaimana kepiawaiannya dalam memahami peran pentingnya sebagai ibu, dalam mengemas setiap emosi yang muncul dengan cinta. Untuk menjaga sifat magnetisnya itu, seorang ibu harus belajar,belajar dan berlajar lagi. berlatih tanpa henti dan mengasah diri tanpa letih, hingga daya tarik magnet dalam dirinya semakin kuat, agar ia semakin profesional menjalani peran terbaiknya.
Hmmmmm….Tarik nafas dulu :D
Ibu Profesional memiliki dua ciri, yaitu seorang ibu yang bangga akan perannya sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya, dan seseorang yang senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh-sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan usaha terbaiknya.
Bagaimana menjadi Ibu Profesional?
Menjadi ibu profesional tidak akan bisa terwujud hanya dalam sehari dua hari saja. Ada prosesnya, ada tahapan-tahapan yang harus dijalani dengan penuh komitmen dan semangat karena Allah semata. Lalu, ada banyak ilmu-ilmu yang harus dipelajari dan diamalkan setiap harinya. Ada banyak rasa dan emosi yang membersamai perjalanannya, senang, semangat, sedih, lelah, kecewa. Namun, hanya yang berjalan terus dan tanpa hentilah yang nanti bisa mendapatkan predikat ibu profesional. Siapa yang memberikan predikat itu nantinya? Bukan orang lain diluar sana, tapi orang-orang terdekat sendiri yang bisa memberikan predikat itu, suami dan anak-anaknya.
Ada 4 tahapan menuntut ilmu dalam peroses menjadi Ibu Profesional, yaitu :
Berusaha menuntut ilmu-untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya.
Senantiasa membelakali diri dengan ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.
Tak kenal lelah mengejar ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri ibu, dengan cara terus berproses menemukan misi spesifik hidupnya dimuka bumi ini. Sehingga ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya.
Membangun diri untuk belajar ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.
Ketika urusan domestik mampu terselesaikan dengan baik, maka saat tampil ke masyarakat nantinya, yang ada hanyalah kontribusi terbaik, dan kebermanfaatan terbaik.
Apa indikator seorang ibu profesional telah berhasil menjalani perannya?
Bunda sayang : Anak-anak bahagia dididik oleh ibunya, suami senang dengan cara istrinya mendidik anak dan termotivasi untuk terlibat lebih jauh, bertambah banyaknya ilmu parenting yang dipelajari dan diamalkan.
Bunda Cekatan: Pengelolaan logistik rumah tangga berjalan baik, pengelolaan keuangan juga baik, bertambah banyaknya manajemen rumah tangga yang dipelajari dan diamalkan.
Bunda Produktif: Fokus terhadap minat dan bakatnya, mampu menjalani minat bakatnya dan merasakan 4E (Easy-Enjoy-Excellent-Earn) *E-terakhir hanya bonus, menjadi ibu yang mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya.
Bunda Shaleha: Memiliki karya untuk banyak orang yang kebermanfaatannya terus mengalir walaupun kita sudah tidak ada didunia.
Berikut ini adalah checklist indikator profesionalisme perempuan. Ketika ia berperan sebagai individu, Istri, dan Ibu. SMART, adalah kunci dalam pembuatan indikator tersebut. Apa sajakah?
Spesifik - Measurable - Achieveable - Realistic – Timebond
Memulai hari dengan niat beribadah
Menjaga amal yauminya setiap waktu
Mampu menyelesaikan setiap tanggung jawabnya dengan penuh syukur
Selalu update kabar orang tua dan adik-adik setiap hari
Peduli dengan orang lain, peduli dengan lingkungan
Mampu menjaga silahturahmi, baik secara online maupun offline
Mendatangi majelis-majelis ilmu, minimal dua kali seminggu
Terus mengupgrade diri, ikut seminar, workshop yang sesuai dengan minat bakat
Memiliki karya dan projek sosial yang berkelanjutan
Membaca buku minimal 3 buku dalam sebulan
Menulis minimal 5 kali dalam seminggu
Jam istriharat dan jam makannya teratur, olahraga minimal seminggu sekali
Menjaga apa-apa yang dikonsumsi, yang halal dan thoyib
Menjadi patner terbaik sepanjang hidup, yang selalu mendukung jalan perjuangan suaminya menata tangga ke surga-Nya
Menjadi patner penjaga iman dan cinta Allah, agar menjadi keluarga yang dirindukan surga
Menjadi teman berbagi cerita, yang mendengarkan setiap cerita bahagia dan sedihnya, keluh kesahnya, apapun itu
Menjadi teman belajar dan bertumbuh
Menjadi pakaian terbaiknya, mampu menjaga diri dimanapun dan kapanpun
Menjadi orang pertama yang mendoakan setiap usaha-usahanya
Menjadi pengingatnya untuk selalu berbakti pada kedua orang tuanya, Ibu dan ayahnya
Mampu menjaga anaknya dan hartanya
Mampu mengelola rumah dengan baik
Mandiri dan mengutamakan kebaikan bersama
Menjadi penyejuk mata dan penjaga kesehatannya
Menjadi tempat pertama anak-anaknya mengenal Allah, Rasulullah, dan Islam
Menjadi patner dalam berlomba-lomba dijalan kebaikan
Menumbuhkan motivasi agar bersemangat menuntut ilmu
Mengenalkannya pada ilmu dan buku
Menjadi teladan bagi anak-anaknya
Menjadi tempat bertanya tentang apapun
Menjadi teman bermain, teman belajar
Menjadi teman bercerita: selalu menceritakan kisah-kisah terbaik, tentang rasulullah, tentang para sahabat, dan pahlawan, setiap menjelang tidur atau setelah belajar
Menjadi tempat pertama bagi anak-anaknya belajar membaca Al-qur’an
Menjadi pendukung No 1 untuk setiap cita-citanya yang penuh kebaikan
Menjadi orang pertama yang memuji setiap karyanya
Menjaga kesehatan anak-anak, menjadi koki terbaiknya dengan menyediakan makanan terbaik
Ternyata menjadi berproses menjadi ibu profesional itu sibuk-sibuk menyenangkan, ya. Harus giat menuntut ilmu setiap hari, lalu mengamalkannya setiap waktu. Harus punya segudang cinta dan kasih yang dibagikan terus setiap hari kesetiap anggota keluarga tanpa henti. Agar apa? Agar satu generasi yang kita bangun menjadi berkah, agar bisa membawa kebaikan dan cintanya Allah yang bertambah-tambah. Agar apa lagi? Agar ketika dimintai pertanggungjawaban oleh Allah, ia bisa mendapatkan rahmatnya Allah.
Selamat berjuang menjadi Ibu Profesional, Semangat menjadi pembelajar terbaik!
Foto : http://www.themuslimahmommy.com/