Inshallah Ameen

@theartofmadeline
One Nice Bug Per Day

if i look back, i am lost
d e v o n
sheepfilms
noise dept.

PR's Tumblrdome
Jules of Nature

#extradirty

Janaina Medeiros
occasionally subtle
Mike Driver

Origami Around
Keni
I'd rather be in outer space 🛸

blake kathryn
Three Goblin Art
YOU ARE THE REASON
Game of Thrones Daily
Not today Justin
seen from Czechia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands

seen from Canada
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Malaysia

seen from Czechia
seen from Brunei
seen from United States

seen from United States
seen from Australia

seen from United States
seen from Canada

seen from Saudi Arabia
seen from Czechia

seen from Germany
seen from Germany
@haninsdq
Inshallah Ameen
Setiap keistiqomahan dalam hal apapun pasti akan diuji, pun halnya keistiqomahan dalam jalan kebaikan. Banyak dari kita yang mungkin gagal ditengah jalan sebelum sampai ke titik akhir tujuan. Inilah yang kemudian perlu kita refleksi, sebenarnya apa yang menjadi penyebab dari kegagalan ini? Kita perlu bermuhasabah, meminta petunjuk dari-Nya, jangan-jangan selama ini kita salah dalam menentukan arah kemana kita ingin pergi. Sering kali, kegagalan kita bukan semata karena beratnya ujian, melainkan karena lemahnya pondasi niat yang kita bangun sedari awal. Niat yang tidak murni karena Allah akan mudah goyah ketika dihadapkan pada godaan duniawi. Baik itu rasa lelah, rasa malas atau kecewaa terhadap manusia. Padahal, istiqomah sejatinya bukan hanya soal berjalan lurus tanpa henti, tetapi juga tentang kita berusaha kembali setiap kali kita tergelincir. Jalan kebaikan memang panjang, penuh onak duri, dan seringkali minim apresiasi. Justru di sanalah Allah menguji:
"Apakah kita berjalan demi-Nya, atau demi pandangan sesama manusia? Apakah kita melangkah dengan sabar dan tawakal, atau hanya mengikuti semangat sesaat yang mudah padam?" Maka, bermuhasabah menjadi kunci. Menyadari bahwa istiqomah itu tidak lahir dari kekuatan diri semata, melainkan dari pertolongan Allah yang meneguhkan hati. Di setiap langkah, kita perlu berdoa: “Ya Muqallibal Qulub, tsabbit qalbi ‘ala dinik.” , karena tanpa penjagaan-Nya, kita hanyalah manusia yang mudah lemah, mudah menyerah, dan mudah berpaling. Pada akhirnya, istiqomah bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, melainkan siapa yang mampu tetap bertahan hingga akhir, meski jalannya perlahan namun konsisten.
Semoga Allah meridhoi langkah-langkah baik yang sedang kita upayakan. Menjadi diri yang lebih baik, mengejar kehidupan yang lebih layak, apapun itu. Wallahua'lam.
Sungguh, di balik setiap ujian,
akan ada pelangi yang menunggu,
menyapa hati yang sabar,
dan memberi cahaya selepas hujan.
— 🥀
Mereka Yang kamu kira lebih bahagia darimu juga sedang berusaha menutupi retakan kecil dihatinya.
hati semua manusia itu rapuh,
hanya saja.. beberapa pandai berpura-pura,
beberapa lainnya memang sudah terbiasa berjalan dengan bekas-bekas luka itu.
Sesal;
Hidup hanya sesingkatnya tarikan nafas. Jangan gadaikan kebahagiaan orang-orang yang mencintaimu demi pelarian sesaat. Jangan biarkan egomu menjelma pisau yg menusuk hati yg menjagamu.
Orang tuamu menua dengan doa yang tak pernah henti, pasanganmu menggenggam harap dengan sabar, dan ada hati dan jiwa-jiwa yang menaruh hidupnya padamu. Jangan kau hancurkan semua itu hanya untuk memuaskan nafsu yang tak seharusnya kau turuti.
Ingatlah, sesal selalu datang terlambat, menampar tanpa ampun, dan merenggut semua yang kau anggap tak akan pernah pergi meninggalkanmu.
Lebih baik menunda langkah, menimbang dalam-dalam, daripada berlari terburu hanya untuk jatuh di jurang yang sama sekali tak bisa kau panjat kembali.
Hidup bukan tentang siapa yang lebih dulu, tapi tentang siapa yang mampu menjaga, merawat, dan tidak meninggalkan luka yang tak bisa disembuhkan.
Maka berpikirlah lebih jauh, sebab setiap pilihanmu bukan hanya tentang dirimu, tapi tentang orang-orang yang telah mempercayakan hidupnya padamu.
~ 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘴𝘢𝘭𝘮𝘶 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘥𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯𝘮𝘶
Allah adalah harapan dan sandaran terbaik untuk setiap hati yang kecewa, rasa yang lelah, dan harapan yang pupus. Jika hanya untuk menenangkan dan menyembuhkan luka hatimu, sungguh sangat mudah bagi-Nya. Pulanglah, jangan jauh dari-Nya.
“Jika rindu ini terlalu berat, ingatlah bahawa doa mampu menembus batas dunia.”
— 🥀
Adakah penawar bagi perpisahan dunia?
Rindu sedalam lautan pun tak mampu memanggilnya kembali;
hanya tenggelam, terhanyut,
di deras ombak yang tak jemu merobek kenangan.
— 🥀
Manusia memiliki ceritanya masing-masing. Di penuhi lika-liku. Di simpan sendirian, terluka juga sendirian. Bagi jiwa yang sepi, terluka adalah hal yang biasa, patah juga hal yang biasa. Maka bersembunyi juga adalah yang paling ahli, tapi menjadi lemah ketika malam tiba. Karena sepi membuat ia duduk sendirian, menangis sendirian, lalu terluka sendirian.
@menyapamakna1
Aku pulang, pada bait-bait doa yang mengudara. Berhenti memerangi diri, berserah pada takdir. Karena ternyata, hanya Tuhan yang mampu hilangkan segala takutku akan kehidupan.
@bytiaraist
dan memang beginilah akhirnya. sedari awal akulah yang memaksa tuhan mengubah alur cerita.
doaku egois. padahal bukan untukku kau tertulis.
Tuhan.. sekali ini,
bolehkah aku menangisi seorang hamba
yang telah Kau jemput pulang?
Air mata ini bukanlah ingkar,
hanya bisik jiwa yang kehilangan.
Titipkanlah damai dalam perjalanannya,
luaskanlah kuburnya dengan cahaya,
dan izinkan rinduku berpulang juga,
dalam sabar,
dalam redha pada-Mu semata.
— 🥀
Dalam keramaian aku menemukan kesepian,
sunyi yang tak bersuara,
mengetuk pintu hati yang sengsara.
Aku tersenyum di hadapan dunia,
namun dalam diam,
ada luka yang aku simpan sendiri.
Barangkali rindu, barangkali ujian,
tapi aku percaya,
Allah tak pernah biarkan hati yang sabar
terus menanggung sendirian.
Maka biarlah kesepian ini
menjadi jalanku pulang,
kepada Dia yang selalu ada,
meski manusia tiada.
— 🥀
“Life will break you. Nobody can protect you from that, and living alone won’t either, for solitude will also break you with its yearning. You have to love. You have to feel. It is the reason you are here on earth. You are here to risk your heart. You are here to be swallowed up.”
— Louise Erdrich, The Painted Drum
Kamu lupa;
bahwa segala hal yang datang di hidupmu memiliki masa,
semua yang kau dapat, akan menyusut seiring waktu, lalu hilang kembali pada ketiadaan,
kamu lupa bahwa segala sesuatu dibumi ini dapat berubah dan sirna kapan saja,
kamu lupa,
untuk memberi sedikit ruang dihatimu untuk melepas bila masanya telah tiba.
Karena cinta, si mati jadi hidup
Karena cinta, si buta bisa melihat
Karena cinta, si sakit menjadi sembuh
tapi, ketika seseorang terlalu mengabdikan hidupnya untuk hal semacam ini dan lupa bahwa semuanya akan lenyap kembali..
jiwanya.. ikut lenyap meninggalkan dirinya sendiri.
Kukira setelah berbulan kehilanganmu,
aku akan pulih,
lantas mengapa aku masih merintih,
sedang rinduku tak henti meraih kasih.
— 🥀