I’d need rest to refresh my brain, and to get rest it’s necessary to travel, and to travel one must have money, and in order to get money you have to work. . . . I am in a vicious circle . . .from which it is impossible to escape.
Honoré de Balzac

#extradirty
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Love Begins
No title available
Keni
AnasAbdin
Peter Solarz

★
occasionally subtle
🪼
No title available
Today's Document
Jules of Nature

pixel skylines
Xuebing Du
noise dept.
Three Goblin Art
styofa doing anything
tumblr dot com
h

seen from Malaysia

seen from Singapore

seen from Lithuania

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Honduras

seen from Singapore

seen from South Africa
seen from Indonesia
seen from Italy
seen from United States
seen from Honduras
seen from United States

seen from Japan

seen from United States

seen from Czechia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China
@hyosef
I’d need rest to refresh my brain, and to get rest it’s necessary to travel, and to travel one must have money, and in order to get money you have to work. . . . I am in a vicious circle . . .from which it is impossible to escape.
Honoré de Balzac
Neil Gaiman on why fairy tales appeal to us, plus his gorgeous adaptation of Hansel & Gretel
cing-cangkeling11:
(via Pramoedya by ~TrieHaryanto)
Hidup alangkah sederhana.
"Sesungguhnya antara laki dan wanita mengawang rahasia yang bukan rahasia. keangkuhan dan kesombongan wanita pada suatu kali terbang. Dan ia menyerahkan diri dengan sadar pada lai-laki tertentu. Dan ini terjadi di seluruh jagat abad, pada semua bangsa dan makhluk bergerak. Hidup alangkah sederhana. Sesederhana ini: orang lapar, makan, kenyang, dan buang air. Antara buang lapar dan buang air terletaklah hidup manusia ini. Dan hidup yang baru itu berjalan pula dari lapar sampai buang air. Hidup yang lain pun menyusullah. Tak habis-habisnya sampai dunia bejat. Dan tak ada satu kepala pun merasa bosan. Kalau dia bosan, dia bunuh diri."
- Pramoedya Ananta Toer dalam Jongos +Babu, Penjara Bukitduri, 1948.
You are raining in I can’t escape that feeling You’re dripping into the buckets I have placed Where damage isn’t already done I saw you on bus 15 Heading north to take the train Everyone looks the same Still we have different names
Kalau kau tak sanggup menjadi beringin yang tegak di puncak bukit, jadilah saja belukan, tapi belukan terbaik yang tumbuh di tepi danau. Kalau kau tak sanggup menjadi belukan, jadilah saja rumput, tapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan. Tidak semua jadi kapten, tentu harus ada awak kapalnya. Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu. Jadilah saja dirimu, sebaik-baiknya dirimu sendiri.
Soe Hok Gie (via naafifathar)
No need to hold them in disguise, so come on
As a scientist I would never claim to know the truth — how arrogant would that be? — but I am happy to give it my best shot, based on the best available data and analysis, and stick to that “truth” until someone else proves me wrong. No drama, no hard feelings.
Erik Meijaard
Bagi mereka yang meragukan Kartini
... Sering dan banyaknya Kartini bergaul dengan orang-orang Belanda, pada banyak orang indonesia yang ragu-ragu, tidak jarang menimbulkan dugaan yang bukan-bukan tentang posisi Kartini dalam perjuangan. Dalam hal ini patut pula diperingatkan, bahwa dugaan yang bukan-bukan itu tidak lain daripada anakronisme historik, karena nasionalisme pertama-tama, yang timbul di negeri-negeri jajahan, selamanya hasil datipada perkenalan dengan dunia Barat yang menjajahnya, karena nasionalisme sampai pada waktu itu merupakan pengertian dan istilah yang khas Barat. Maka penguasaan asalnpengertian dan istilah ini mau tak mau juga mesti melewati pergaulan dengan zbarat. Karena itu juga tidak mengherankan apabila taraf bangkitnya keaadaran nasional itu, dapat dipastikan adanya "kerjasama" dan antara Barat dengan kaum intelektual jajahan. Perkembangan selanjutnya tentu melalui taraf-taraf lain , dan dengan makin banyaknya kaim intelektual dengan kesadaran nasional, makin cepat timbulnya gagasan untuk membentuk front nasional, yang tambah lama meninggalkan "kerjasama" dan akhirnya mengambil posisi melawan secara total. Kartini hidup dalam taraf kesadaran nasional yang paling pertama. Melupakan fakta historik ini, adalah tak mau tahu tentang posisi Kartini dalam zamannya sendiri. Kartini adalah pemula dari sejarah modern Indonesia. Dialah yang menggodok aspirasi-aspirasi kemajuan yang di Indonesia untuk pertama kali timbul di Demak-Kudus-Jepara sejak pertengaham kedua abad yang lalu. Di tangannya kemajuam itu dirumuskan, diperincimya, dan diperjuangkannya, untuk kemudian menjadi milik seluruh nasion Indonesia. Dikatakan Indonesia, sekalipun ia lebih sering bicara tentang Jawa, ia pun tak jarang mengemukakan keinginannya buat seluruh Hindia-Indonesia dewasa ini. Tanpa Kartini, penyusunan sejarah modern Indonesia tidaklah mungkin. ... - Pengantar buku "Panggil Aku Kartini Saja Jilid I dan II", Pramoedya Ananta Toer
generic principle of diversity.
Just as conservationists value the diversity of species and the evolutionary processes that shape that diversity, we can remain open to a diversity of ideas and approaches, similarly encouraging their evolution over time.
- Michelle Marvier in "New Conservation Is True Conservation"
Masih ingat mereka?
Jawa Terpelajar
Kalau pada suatu kali bertemu dengan seorang Jawa yang terpelajar, cobalah ajak dia bicara tentang keris, wayang, puji-pujilah ketinggian gamelan dan tarinya, kata Tuan L. Selanjutnya, pujilah ketinggian filsafatnya, kebatinannya. Kalau dia menjadi antusias dan membenarkan puji-pujian Tuan, dia tidak akan mencapai sesuatu apa pun dengan keterpelajarannya.
- Pramoedya Ananta Toer
The Hidden Luxury for Poor People
In the economist’s language, poor people are said to discount the future highly. Their focus is on what they can secure this year, next year, and a few years hence. Looking far into the future is a luxury that the poor cannot often afford.
- David Pearce and Susana Mourato
it feels so right.