Semoga setiap "enggak apa-apa, bismillah" bisa meluaskan hati kita sehektar demi sehektar :")
TVSTRANGERTHINGS
trying on a metaphor
Today's Document

Discoholic 🪩

shark vs the universe
KIROKAZE
Misplaced Lens Cap
No title available
🪼
Stranger Things

#extradirty

izzy's playlists!
he wasn't even looking at me and he found me
I'd rather be in outer space 🛸
Three Goblin Art
Cosmic Funnies
Cosimo Galluzzi
DEAR READER
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

祝日 / Permanent Vacation
seen from Germany
seen from Spain
seen from United States
seen from Japan

seen from Netherlands
seen from T1
seen from Uruguay

seen from Netherlands

seen from Türkiye
seen from T1

seen from Australia

seen from Malaysia
seen from Yemen

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from T1

seen from Italy

seen from T1

seen from Malaysia

seen from Türkiye
@ieuyaya
Semoga setiap "enggak apa-apa, bismillah" bisa meluaskan hati kita sehektar demi sehektar :")
Bocil kelahiran 01 dan 00 mau lamaran habis lebaran
Mbaknya yg milineal panik dikit ngaruh...
Ya Allah kabulkanlah doa hamba satu ini di Ramadhan tahun ini Ya Allah.
Syawal ketemu mas² nya dulu deh ya
🫠
Ingin meledak tapi ujungnga pasti menyesal.
Jadi kita tarik diri dulu dari makhluk-makhluk yang Allah kirim buat ngasih pembelajaran artinya sabar.
Karena sabar juga bagian dari produktifnya kamu saat bekerja.
Dan semoga, setelah segala kegelisahan ini, hati kita menemukan ketenangan. Semoga jiwa-jiwa kita ditenangkan, dan semoga Allah, dalam waktu dekat, mengobati luka-luka kita.
Setelah badai kegelisahan yang menghempas hati dan jiwa, semoga janji ketenangan itu segera datang, memeluk setiap sudut yang lelah, dan menenangkan setiap detak yang penuh cemas.
Tersebab tak ada satu pun luka yang luput dari pandangan-Nya, tak ada satu pun air mata yang jatuh sia-sia, dan sesungguhnya, setelah semua ujian itu, Allah akan datang untuk menyembuhkan, memulihkan, dan menyempurnakan segala sesuatu yang pernah terasa hancur, hingga hati kembali utuh, jiwa kembali tenang, dan damai menjadi satu-satunya bahasa yang kita pahami.
Selamat menenangkan diri, insyaallah semua akan baik-baik saja.
@jndmmsyhd
Allah mampu mengubah situasi yang paling tidak ada harapan menjadi momen terbaik dalam hidupmu.
kalimat yang aku ulang-ulang beberapa hari ini, berbaik sangka.
walau sulit tetap harus dihadapi dengan mata sembab ya gpp.
semangat anak baik!
jangan terlalu memikirkan apa penilaian orang lain terhadap kita walau mungkin itu datang dari orang terdekat, selagi kamu tidak jahatin orang, tidak membahayakan orang lain, tidak ambil hak orang lain mencoba belajar untuk bodo amat.
kita gabisa mengikuti semua ekspetasi orang lain, jadilah diri sendiri dengan versi terbaikmu tapi tetap dalam jalur yang benar.
Ada pelajaran dari hidupmu untuk mereka, dan ada pelajaran dari hidup mereka untukmu. Kita semua adalah kekurangan-kekurangan yang belajar hidup dari kekurangan orang lain.
- tulisan seseorang, semoga Allaah menjaganya.
September ends, lembutkanlah hati kami Yaa Rabb..
Dari banyaknya hal dalam hidup yang sedang dikhawatirkan, barangkali perasaan khawatir itulah yang patutnya kita khawatirkan.
Tidak ada penawar kekhawatiran selain sebuah keyakinan, dan keyakinanlah yang kelak mengantarkan kita pada perasaan yang kita sedang cari, yaitu rasa tenang.
Coba ingat, kenapa kita tidak khawatir ketika masuk ke rumah makan tanpa melihat daftar harga?
Kenapa kita tidak khawatir memasukkan ragam barang saat sedang berbelanja?
Kenapa kita tidak begitu khawatir masuk taksi tanpa menanyakan berapa argonya?
Itu semua karena kita yakin. Kita yakin memiliki dana yang cukup, sehingga kita mampu untuk nanti membayarnya.
Lantas, mengapa pada urusan kehidupan, kita tidak punya keyakinan yang sama?
Apa mungkin karena kita tidak cukup yakin, kalau diri kita tidak mampu menghadapi hal-hal yang kita khawatirkan?
Apa mungkin karena kita tidak cukup yakin, bahwa bekal yang kita siapkan tidak akan bisa melawan yang sedang kita khawatirkan?
Atau lebih buruknya, apa mungkin kita tidak cukup yakin, bahwa Allah—Yang Maha Mengetahui—tidak mampu untuk mengatur, menolong, menjaga kehidupan kita?
Itulah mengapa, kadang-kadang yang perlu dikhawatirkan itu adalah perasaan khawatir itu sendiri.
Kekhawatiran yang ternyata menegasikan Allah yang berkuasa akan kehidupan kita.
Kekhawatiran yang ternyata membuat kita lupa bahwa tak pernah ada daya upaya selain karenaNya.
Kekhawatiran yang ternyata... selalu menjadi sebab tidak turunnya ketenangan pada hati kita, karena rasa khawatir kita begitu penuh hingga menjelma menjadi bentuk ketidak-yakinan kita padaNya.
Maka, semoga Allah selamatkan kita dari kekhawatiran yang jauh lebih besar daripada mengimani kuasaNya atas segala sesuatu dalam hidup kita.
Biar nanti keyakinan—keimanan itu menjadi jalan. Menjadi sebab turunnya ketenangan dari Allah yang dituangkan ke dalam hati kita. Tidak peduli bagaimanapun kondisi dunia yang sedang kita menghadapi, karena kita tau ada Allah yang selalu membersamai.
@creativemuslim
Agar Kamu Tidak Bersedih
Ternyata di Qur'an tuh banyak banget kalimat-kalimat yang "aneh" dalam artian, "pasti ada maksudnya nih, ini mah bukan buatan manusia."
Jadi tadi aku notice potongan ayat, bagus banget.
"— karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan, agar kamu tidak bersedih hati (lagi) terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpamu—"
Respons pertama saat baca kalimatnya adalah: Hah? 😧 Bentar.. nggak salah nih? Kesedihan demi kesedihan supaya nggak sedih? Hah? Gimana ceritanya? Memang istilah bahasa Arab yang dipakainya apa?
Ternyata untuk kesedihan demi kesedihan diksinya tuh "غَمًّا بِۢغَمٍّ" , sementara untuk bersedih hati pakai diksi "تَحْزَنُوْا". Berarti ada kesedihan yang berbeda kan?
Apa perbedaan antara: الحزن (al-huzn), الغمّ (al-ghamm), dan الهمّ (al-hamm)?
Huzn (الحزن) berkaitan dengan hal-hal yang telah berlalu (masa lalu).
Ghamm (الغمّ) berkaitan dengan hal-hal yang sedang terjadi (masa kini).
Hamm (الهمّ) berkaitan dengan hal-hal yang akan datang (masa depan).
Secara literal, "غَمّ" berarti menutupi, menyelubungi, atau menekan. Dalam konteks emosional, "ghamm" menggambarkan perasaan yang menutupi hati seseorang dengan beban berat.
Di ayat lain, "غَمّ" juga berarti awan/kabut yang meliputi. Cukup masuk akal, ketika di dalamnya kita jadi tidak dapat melihat ke depan maupun ke belakang. Di ayat lainnya lagi, bentuknya "غُمَّةً" artinya dirahasiakan. Masuk akal juga, karena ketika kita mengalaminya, kita nggak pengen dunia tau apa yang terjadi pada kita. Kita akan merahasiakannya serapat mungkin and act like everything is fine.
Aku menemukan bahwa "غَمّ" digunakan di 4 cerita di dalam Qur'an:
Nabi Musa setelah membunuh seseorang secara tidak sengaja dan menyadari dampak serius dari tindakannya yaitu menjadi buronan dan menghadapi risiko yang besar serta konsekuensi yang mungkin timbul.
Nabi Yunus setelah menyadari bahwa meninggalkan misi dakwah dan melarikan diri dari tanggung jawabnya telah menyebabkan dirinya berada dalam situasi yang sangat sulit, yaitu dalam perut ikan. Perasaannya mencekam dan tertekan akibat kesadaran atas kelalaian dan dampaknya terhadap tugas yang diberikan Allah.
Pasukan pemanah Uhud yang meninggalkan posisi mereka di medan perang Uhud menyadari bahwa ketidakdisiplinan mereka menyebabkan kekalahan yang fatal bagi seluruh pasukan dan mereka cemas terhadap hasil dari tindakan mereka.
Penghuni neraka yang merasakan cambuk dari besi dan berusaha keluar dari siksaan neraka.
Ada pola menarik dalam penggunaan ghamm di 4 cerita itu:
Semua terjadi karena kesalahan manusia itu sendiri (baik disengaja atau tidak). Jadi ghamm datang sebagai wake-up call dari Allah setelah tindakan yang membawa konsekuensi nyata. Kayak.. membangkitkan rasa fatal.
Gham muncul saat sadar akan akibatnya. Ghamm lebih dari sedih atau takut biasa, yang muncul karena "aku melakukan sesuatu, dan sekarang aku harus menanggungnya". Berarti ghamm hanya dapat terjadi pada orang yang taklif dan memahami konsekuensi atau hukum sebab-akibat.
Gham membuka jalan untuk reframing, taubat, dan perubahan (kecuali yang di neraka). Musa dan Yunus segera memohon ampun dan berdoa. Pasukan Uhud menerima koreksi dan pelajaran keras dari Allah. Bahkan penghuni neraka ingin keluar, tapi sudah terlambat.
Gham adalah kemurahan Allah sebelum hukuman akhir. Allah izinkan ghamm menimpa seseorang agar ia tidak terus terbuai, agar hatinya mencicipi "penyempitan" sebelum terlambat. Tapi jika tidak direspons dengan sadar dan taubat, barulah ia bisa berujung pada hukuman.
Jadi bayangin, ghamm itu kayak, "damn moment" yang rembetan konsekuensinya gede dan fatal.
"Gue udah ngelakuin ini, dan sekarang semuanya runtuh."
"Gue sadar banget salahnya, tapi gue juga belum tau harus gimana."
"Ini bukan sekadar sedih. Ini dada gue sempit, kalut, gelap, dan berat."
"Gue menyesal, tapi ga ada waktu untuk menyesal di tengah-tengah himpitan ini."
Dia beda dari Huzn (sedih karena masa lalu) yang lebih lembut, reflektif. Dan beda juga dari Hamm (cemas akan masa depan) yang lebih ngawang, belum terjadi. Tapi dia bisa jadi adalah gabungan dari Huzn dan Hamm 🤯
Terus gimana ceritanya ghamm dapat mencegah huzn?
Jawabannya satu kalimat: luka lama dilampaui oleh luka kini. Sejujurnya meringis sih pas ngetiknya, kayak.. tega banget 😅 tapi dipikir-pikir cukup masuk akal.
Allah menggantikan luka yang membeku dengan luka yang bergerak. Huzn membuat kita stuck, menyesal, menoleh ke belakang, dan menyalahkan diri, sementara Gham membuat kita sadar, bangkit, bergerak, bertahan, dan berserah. Allah lebih memilih menimpakan kesedihan yang "aktif" agar kita selamat dari kesedihan yang "membeku."
Menariknya, Menurut Lazarus & Folkman, coping dibagi dua:
Problem-focused coping: usaha menyelesaikan masalah.
Emotion-focused coping: usaha mengelola perasaan.
Kalau huzn mungkin fokusnya di emosi dan masih punya keluangan mental dan waktu untuk mendalami rasa sesal. Kalau ghamm benar-benar harus switch ke problem focused coping. Jadi, kesedihan baru (ghamm) yang mengharuskan seseorang bergerak, ternyata bisa mengaktifkan mekanisme coping yang sebelumnya tidak muncul saat larut dalam huzn.
Selain itu, dalam psikologi kognitif, ada konsep Cognitive Load Theory yang menyatakan bahwa otak manusia hanya mampu memproses sejumlah informasi atau emosi secara bersamaan. Dalam tekanan yang aktual dan mendesak (ghamm), otak akan secara otomatis mengalihkan sumber daya mentalnya ke situasi itu. Alhasil, grief (huzn) yang tadinya mendominasi bakal terdorong ke latar belakang karena otak sedang sibuk survive di "sekarang". Kayak.. untuk bersedih pun tidak sempat.
Tapi, karena Allah Maha Mengetahui cara jiwa bekerja lebih dari siapa pun, maka penempaan jiwa melalui penimpaan ghamm itu hakikatnya adalah penyelamatan. Allah mungkin nggak serta merta hapus luka dalam waktu cepat secara ajaib. Allah lebih pilih menempa kita, saking bangga dan percayanya Dia, bahwa kita bisa lebih kuat. Dan akan ada saatnya "ketenangan" Dia turunkan sebagai imbalan, di kondisi kita yang semakin pantas untuk menerima ketenangan itu.
— Giza, masih terus mencoba melakukan pendekatan lewat jalur apapun. Mungkin pendekatannya selama ini ada aja yang keliru, tapi bisa dianulir seiring bertambahnya iman dan ilmu.
Menempuh hidup baru.
Pict by. @happymiko
"Selamat menikah dan menempuh hidup baru..."
Adalah kalimat yang sering kita dengar atau bahkan ucapkan saat menghadiri acara pernikahan. Namun, beberapa bulan lalu, kalimat itu banyak diucapkan kepadaku, lebih tepatnya kepada kami.
Sama seperti samudra kehidupan yang bisa berombak kapan saja, maka pernikahan pun begitu. Namun, jika dahulu ombaknya (ujian kehidupan) dihalau sendirian, saat ini menghalaunya berdua.
Saling mendayung ikhtiar untuk mengarungi waktu dan takdir,
Saling berupaya menjadi versi terbaik diri yang penuh kelemahan dan ketidaksempurnaan,
Saling menengadahkan tangan dalam doa-doa yang selalu bergantung kepada-Nya agar dituntun dan tak tersesat,
Perlu kompromi untuk selalu bersabar, perlu ikhlas untuk selalu memaafkan dan perlu iman untuk selalu bersyukur. Sama seperti tak ada kesedihan yang abadi, maka tak ada pula kebahagiaan yang selamanya, namun semoga keberkahan selalu melekat pada setiap hati yang bertaut mengharap ridha-Nya.
Kami yang lebih dari seperempat abad terbiasa mengurusi diri dan kehidupan masing-masing,
Kami yang masing-masing membawa halaman cerita masa lalu berbeda lalu dirangkai menjadi satu buku yang sama,
Maka, segala macam bentuk adaptasi, perbedaan dan perbaikan diri adalah sebagian dari bentuk ibadah yang tidak akan pernah selesai sampai akhir hayat.
Pernikahan menjadi salah satu refleksi mendalam akan kuasa Allah, tentang jodoh yang tak tertebak, tentang fitrah masing-masing diri yang lumrah, tentang ibadah yang begitu panjang dan menantang.
Teruntukmu; semakin dalam kau mengenal aku, semakin dalam aku mengenalmu, maka semakin kita melebur menjadi cermin yang saling melihat pantulan diri kita satu sama lain. Maha Suci Allah, yang telah menalikan takdir kita saling terikat dalam ibadah panjang ini, semoga selamat bersama sampai fana berubah masa menjadi selamanya.
Usai hujan reda, 24 Mei 2023 15.57 wita
Menempuh hidup baru.
Pict by. @happymiko
"Selamat menikah dan menempuh hidup baru..."
Adalah kalimat yang sering kita dengar atau bahkan ucapkan saat menghadiri acara pernikahan. Namun, beberapa bulan lalu, kalimat itu banyak diucapkan kepadaku, lebih tepatnya kepada kami.
Sama seperti samudra kehidupan yang bisa berombak kapan saja, maka pernikahan pun begitu. Namun, jika dahulu ombaknya (ujian kehidupan) dihalau sendirian, saat ini menghalaunya berdua.
Saling mendayung ikhtiar untuk mengarungi waktu dan takdir,
Saling berupaya menjadi versi terbaik diri yang penuh kelemahan dan ketidaksempurnaan,
Saling menengadahkan tangan dalam doa-doa yang selalu bergantung kepada-Nya agar dituntun dan tak tersesat,
Perlu kompromi untuk selalu bersabar, perlu ikhlas untuk selalu memaafkan dan perlu iman untuk selalu bersyukur. Sama seperti tak ada kesedihan yang abadi, maka tak ada pula kebahagiaan yang selamanya, namun semoga keberkahan selalu melekat pada setiap hati yang bertaut mengharap ridha-Nya.
Kami yang lebih dari seperempat abad terbiasa mengurusi diri dan kehidupan masing-masing,
Kami yang masing-masing membawa halaman cerita masa lalu berbeda lalu dirangkai menjadi satu buku yang sama,
Maka, segala macam bentuk adaptasi, perbedaan dan perbaikan diri adalah sebagian dari bentuk ibadah yang tidak akan pernah selesai sampai akhir hayat.
Pernikahan menjadi salah satu refleksi mendalam akan kuasa Allah, tentang jodoh yang tak tertebak, tentang fitrah masing-masing diri yang lumrah, tentang ibadah yang begitu panjang dan menantang.
Teruntukmu; semakin dalam kau mengenal aku, semakin dalam aku mengenalmu, maka semakin kita melebur menjadi cermin yang saling melihat pantulan diri kita satu sama lain. Maha Suci Allah, yang telah menalikan takdir kita saling terikat dalam ibadah panjang ini, semoga selamat bersama sampai fana berubah masa menjadi selamanya.
Usai hujan reda, 24 Mei 2023 15.57 wita
بسْـــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
Menikahlah dengan laki-laki yang bertakwa agar kau tahu betapa indahnya menjalani pernikahan di bawah naungan syariat.
Tapi sebelum mencari suami yang bertakwa, jadilah engkau calon istri yang bertakwa kepada Allaah. الله المستعان
بَارَكَ اللّهُ فِيْكُمْ
Mari Menangkan
Salah satu ayat yang turun untuk meredakan hati Nabi yang tengah gundah dan sangat bersedih karena satu peristiwa yang pelik.(1)
Manusia akan diuji dengan kesabaranya masing-masing. Ujian Melalui kebaikan-kebaikan ataupun rintangan demi rintangan.
Walaupun demikian, apapun yang terjadi, tidak pernah ada siapapun yang paling mencintai dan menginginkan kebaikan terhadap kita melebihi Allah. Tidak ada yang paling mengetahui badai dalam hati kita kecuali Allah.(2)
Setiap ujian akan selesai, setiap riuh akan usai, setiap kesusahan akan berganti kemudahan. Namun, tidak setiap yang melewati akan memenangkanya.
Pemenang dari setiap ujian kebaikan maupun keburukan bukan lah yang paing tegar, bukan yang paling cepat melewati, bukan yang paling kuat - melainkan yang paling banyak meminta pertolongan pada Allah.
For me before you
————————
(1) A Deeper Look Series -Surah Al Duhaa. Nouman Ali Khan
(2) Syaikh Dr. Utsman Al-Khamis
Hari ini nemu quotes yang maknanya dalem banget huhuhu.
Man tsabata nabata. Barangsiapa yang konsisten, dia yang akan tumbuh.
Terus aku jadi inget nasihat dari salah seorang kakak tingkat di organisasi jaman kuliah dulu, waktu lagi curhat soal insecure di fase quarter life crisis, terus dia bilang gini.
We don't need to be other, just keep on something that you like, consistent, persistent, and we will get the goals.
Sampai sekarang kalimat itu jadi afirmasi buat diri sendiri.
2025 lebih bertumbuh, berdaya, dan bermakna lagi, yuk?
Bandung, 26 Desember 2024
@monicasyarah
Tenang di Dunia Yang Sibuk
Kalau kamu lagi ngerasa galau banget tentang hidup ini, aku saranin untuk nontonin konten Youtube dari Kang Zein Permana. Ajib banget.
Beberapa minggu kebelakang memang lagi marathon konten-konten beliau di Youtube. Ternyata ada loh psikolog muslim yang easy going dan relate banget sama anak muda.
Saat ini aku lagi baca buku beliau yang berjudul "Tenang di Dunia Yang Sibuk". Buku ini ngebantu banget dalam proses berdamai dengan gemuruh pikiran.
Boleh jadi, sebab riuhnya pikiran kita bukan soal dunia luar, tapi hilangnya komando kita untuk mengontrol pikiran kita sendiri. Kata beliau dalam bukunya, konflik terbesar yang dialami manusia adalah konflik dengan dirinya sendiri.
Pikiran kita ibarat lalu lintas yang padat berisi harapan-harapan, ekspektasi, memori, dan penyesalan masa lalu yang bermuara kepada persimpangan yang berisi utopia kehidupan, ekspektasi, standar orang lain, tekanan keluarga, atau ketakutan dalam menghadapi masa depan.
Lalu gimana caranya kita tenang?
Yang pertama adalah kesadaran. Ini mirip banget sama isi buku Remake dari mas Bagas Rais di tulisanku yang berjudul hidup untuk orang lain.
Kita harus sadar bahwa kita tidak bisa mengontrol faktor eksternal, yang bisa kita kontrol adalah persepsi kita sendiri. Dari sini kita harus menyeleksi arus informasi yang berpotensi menghilangkan jati diri. Hidup ini nggak boleh mematok standar dari orang lain. Seminimalnya itu.
Yang kedua adalah tanggungjawab. Hidup kita adalah tanggungjawab kita untuk mengaturnya. Mulai dari input seperti apa dan mau dibawa kemana.
Terkadang kesalahan kita tidak mampu menganalisis kebutuhan yang cocok untuk diri sendiri dan tujuan apa yang hendak dicapai. Dari sini akan berpotensi menjadi stress dan cenderung menyalahkan pihak lain atas kegagalan dari ekspektasi kita. Padahal semua bermula dari input yang kita berikan untuk diri kita sendiri yang kurang pas atau kadang too much information.
Yang terakhir adalah kemampuan menavigasi komplektivitas hidup. Soal ini kita perlu pinter-pinter cari lingkungan. Kita akan jadi wangi kalau dekat dengan penjual parfum.
Manusia tidak bisa hidup dengan dirinya sendiri, perlu ada orang yang saling mengingatkan satu sama lain dalam kebaikan. Tapi ya namanya manusia pasti banyak mengundang kecewa kan? Ini balik lagi ke soal Tauhid bagaimana kita benar-benar meresapi kabar bahagia dan pertolongan dari Allah beriringan dengan ujian yang diberikanNya juga.
Urusan teknis, kita jalani apa yang bisa kita ikhtiarkan sembari tetap jangan hilang harapan. Kegagalan dunia itu adalah proses untuk pendewasaan diri.
Ya intinya jalani dan hadapi. Semoga Allah mudahkan. Aamiin.
Ahad, 08 Desember 2024 Sedang Belajar Tenang
kalau baca atau dengar sirah Rasulallah dengan pamannya suka nyes sendiri. begitu mahalnya hidayah, gimana perasaan nya beliau saat sang paman meninggal tidak dalam keadaan islam karena pengaruh teman-temannya yang naudzubillah
Surat Al-Qasas ayat 56, menunjukan hidayah untuk mengikuti petunjuk itu murni dari Allah hak perogratif Allah.
makanya berdoa meminta hidayah itu harus, tidak tahu apa yang akan terjadi kemudian hari.
Ujian tawakkal ketika sukses jauh lebih berat. Kerena banyak yang lupa.
- Ust. Ahmad Muzakki Kamali
Betul nih
Seseorang tak akan menanyakan kepadamu jika kau memang terlihat baik-baik saja.
Tapi saat bertanya begitu kepada seseorang yg tidak terlihat baik dan orang itu berkata "Aku baik-baik saja" artinya dia berusaha untuk terlihat baik-baik saja
Jika dia menjawab "tidak apa" arrtinya orang itu tidak ingin ditanya lagi.
Jika menjawab "tidak buruk" artinya sesuatu yg buruk sedang terjadi
Tetapi tia belum bis amenjelaskan pada orang lain.