Karena berdoa itu sendiri lebih penting daripada pengabulannya
Ini juga hasil refleksi nn Surah Maryam, tapi yang ayat-ayat depan. Surah Maryam ini dibuka dengan kisah Nabi Zakaria, dan kegigihannya dalam melangitkan doa yang sama sampai puluhan tahun lamanya. Nabi Zakaria meminta kepada Allah untuk dikaruniai seorang anak bukan lima-sepuluh tahun, tapi puluhan (ada yang bilang 60, 90, 100) tahun. Aku membayangkannya aja capek :(.
Dan yang lebih gong-nya lagi adalah, setelah puluhan tahun berlalu dan doanya belum juga dikabulkan, beliau masih bisa bilang gini di ayat keempat Surah Maryam, "Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku".
Kok bisa? Kok bisa masih berprasangka baik sama Allah gitu? Puluhan tahun loh ini. Apa yang membuat Nabi Zakaria bisa segigih dan sesabar itu dalam berdoa? Apa yang membuat Nabi Zakaria bisa konsisten berdoa ditengah segala ketidakmungkinan yang menyelimuti doanya?
Disclaimer, Nabi Zakaria itu udah tua. Udah sepuh, udah lemah, kepalanya udah dipenuhi uban. Ditambah, istrinya itu mandul. Bukan sekedar mandul tapi mandul permanen. Bukan mandul baru-baru ini tapi emang udah mandul dari awal. Jadi, ada gambaran kan betapa tidak mungkinnya doa Nabi Zakaria bakal terwujud.
Tapi toh, doa itu dikabulkan bukan karena logisnya, tapi karena sabar dan tulusnya. Kita lihat sendiri kan bagaimana adab Nabi Zakaria dalam berdoa. Memuji Allah, mengakui kelemahannya, dan yang paling penting berprasangka baik pada Allah. Sepenuhnya percaya bahwa Allah pasti mengabulkan doanya. Dan satu lagi, niat yang baik. Anak keturunan yang diminta Nabi Zakaria ini bukan semata keinginan pribadi, tapi untuk umat, untuk jangka panjang. Untuk penerus ajaran kenabian.
Dari sini jadi paham bahwa proses berdoa itu sendiri sebenernya udah bernilai di mata Allah. Dikabulkan atau nggak, dengan kita berdoa aja itu udah satu bentuk ibadah yang insyaAllah bernilai pahala. Di insightnya nn dibilang, kalaupun doa itu nggak terkabul pasti larinya ke beberapa kebaikan: ditunda di waktu yang lebih baik, diganti dengan yang lebih baik, dijadikan penghalang musibah, dijadikan tabungan akhirat yang bakal bikin kita kaget pas nanti dihitung pahalanya.
Jadi yaudah berdoa aja. Bukan karena kita berharap doa itu dikabulkan tapi karena lewat berdoa itulah kita berbincang dan mendekat kepada Allah. Bukan karena kita menginginkan sesuatu tapi karena ingat bahwa tuhan kita adalah Allah.