Menyapa dulu setelah lama tidak update.
Assalamu'alaykum pembaca dan sobat yang berbahagia. Alhamdulillah kita berjumpe kembali, kali ini saya mau bercerita perjuangan mendapatkan qurrotaA'yun, qurrotaA'yun adalah nama yang saya berikan untuk janin di rahim :)
Sudah menginjak bulan ke 8 semenjak pernikahan saya di pertengahan april 2013 lalu. Tak terasa memang, karena semakin hari cinta ke suami semakin tumbuh. Hihi... jadi ga nyadar kalau 8 bulan hampir berlalu.
Saya playback sedikit ya sobat. Saya sudah ingin menikah semenjak tahun ke tiga kuliah, tepatnya tahun 2010. Karena kepikiran ingin menikah, langsung dech saya buat proposal nikah dan tak lama kemudian langsung saya serahkan ke murabbi (guru ngaji) saya. Di awal, saya kira nikah itu cepet dan gampang. Ternyata..eh ternyata.. butuh kesabaran dalam menunggu dijemput Sang pangeran. Setahun setelah proposal diserahkan, ada beberapa ikhwan(laki-laki) yang dijodohkan dengan saya,, lah karena bukan jodohnya ya ga berlanjut, ada karena tak memnuhi syarat saya karena ga mau ikut ngaji, trus ortu ga sregg dan de el el hal lain yang tak bisa membuat berlanjut.
Manusiawi saat itu bersedih kenpa seberliku ini jalan yang saya tempuh, ahh tapi karena banyaknya ujian yang dihadapi saya jadi tersadar bahwa ada sikap saya yang salah selama itu. Yaitu...saya kurang pasrah dan mekso ke Allah hehe. Wong namanya jodoh ya cuman Allah yang tau kapan waktu terbaik dipertemukan, lah saya manusia yang banyak dosa memaksa Allah untuk memberikannya sekarang juga. weleh..weleh.. Alhamdulillah Allah menyadarkan kesalahan saya, untuk menetralkan keinginan menikah ya saya sibukkan dengan ikut organisasi keislamawan sampai awal tahun 2013. Setelah menyelesaikan kepengurusan saya melanjutkan kembali rencana yang sempat tertunda yaitu....kuliah S2 ke Malaysia bulan April. Berlanjut saya sibukkan pikiran untuk mempersiapkan segala dokumen persyaratan S2, mulai dari essay, IELTS, photo, pasport dll. Nah karena butuh kilat maka saya mudik untuk mengurus pembutan pasport yang sehari bisa jadi hehe, kebiasaan suka mepet mepet ini yang perlu diperbaiki :D
Biar makin cepat ngurus pasport saya dibantu babe untuk mencarikan jasa pelayanan pasport sehari, udah nemu jasanya ya saya urus sendiri. Babe pulanggg, karena kilat ya biayanya kilat juga yitu 420 rebongg kalau normal cuman 200 ya kalau ga salah. Saya datang ke kantor imigrasi sekitar pukul 8, daftar, ngasih dokumen, ngobrol sebentar terus pulang. Karena saya kebagian foto di siang harinya sekitar jam 11. Karena letak rumah dekat dengan kantor Imigrasi ya saya brangkat jam 10.30 dari rumah terus foto, habis foto ditanya buat apa buat pasport de el el. Selesai wawancara jam setengah 1, keasyikan ngobrol sama petugasnya hehe, sholat di sana terus pulang. Selesai sholat cek hape ada sms dari mbak xxxx "tik, kalau proposalnya diterima adik kelas gmna?" serasa ada petir eh lebay. Kaget dan bersyukur bahwa saya di proses lagi untuk menikah. Wah bener-bener jodoh datang saat tidak terfikirkan. Hikmahnya agar lebih obyektif untuk menjalani prosesnya, dan nikahnya juga kilat hehe menyederhanakan proses.
Setelah menikah pengen menunda dulu punya momongan, mau pacaran dulu karena saya ga kenal sama sekali sebelumnya dengan suami. canggung lahh..tapi ternyata nikmat membangun cinta. Baiti jannati lah
Sebulan setelah menikah baru terfikirkan untuk meminta keturunan, jeng jeng bulan ketika setelah menikah saya ada tanda-tanda hamil ya perut kram, payu** nyeri, sensistif bau dan nafsu makan meningkat. Karena waktu itu saya harus pp jakarta bandung setiap weekend, kecapean mungkin ya, jadi yang di perut belum kuat. Akhirnya keluar dech.. sedihnyaaa kehilangan, sampe nangis. Dan baru sadar betapa anak itu harta paling berarti dan saya baru sadar betapa berat perjuangan seorang Ibu. Bulan berganti bulan siklus haid jadi berubah di kisaran 23 hari sebelumnya 32 hari, ternyata dibalik itu Allah ingin memendekkan siklus saya agar lebih subur. Memang ya setelah mendung akan turun hujan rahmat, seringkali kita tak memahami bahwa kesedihan yang ditimpakan ke kita sebenarnya ada kebahagian yang besar di balik itu.
Perbaiki diri lagi, perbaiki ibadah, amal yaumi dll agar pantas diamanahkan keturuan. Ternyata baru saya sadari 3 bulan kebelakang, bahwa saya mengulang sikap yang sama ketika menanti jodoh yaitu berharap sangat dan mekso sehingga tak siap dengan kegagalan. Alhamdulillah suami membantu saya untuk melewati masa dan saya jadi jaul lebih santai, tenang dan rilex menanti kedatangannya.
Disaat saya sudah santai dan rilex eh ternyata tanda-tanda itu datang lagi dan saya telat 6 hari, namun hari ke 6 keluar lagi si merah. Reaksi manusiawi saat itu tanpa sadar air mata melelh, karena sebelumnya saya sudah merasakan kehadirannya, sering saya ajak ngobrol. Yahh lagi-lagi memang belum rezeki ya harus bersabar dan bangkit lagi. Bahkan saya sempat berfikir apakah kesempatan itu datang lagi, alhamdulillah suami menguatkan saya. Rasanya ko saya belum bisa bersyukur diberikan Allah suami yang penyayang, sabar, tutur katanya positif, pekerja keras. Mungkin Allah ingin lebih mengajari saya untuk bersyukur dengan segala yang telah Allah berikan, ada orang yang menanti pasangan sampai usia 30an lebih belum diketemukan, nah saya di usia muda sudah diketemukan serasa belum bisa mensyukuri nikmat itu.
Saya harus bangkit dan menata hidup lagi, bolehlah sedih tapi sebentar saja. Sebagai ikhtiar untuk membesarkan hati jundi di tubuh saya, hari pertama si merah datang saya langsung mengelu-ngelus perut dan bilang "rahim saya tau engkau mampu mempertahankan dan menjaga dede dengan sangat baik, namun Allah Tuhan kita telah memerintahkan kepadamu untuk melepaskan dan mengeluarkannya, walaupun aku tau engkau sangat ingin mempertahankannya, namun tak apa, karena ketaatanmu kepada perintah Allah itu jauh lebih besar kebaikannya, sebab semua yang diciptakan Allah untuk beribadah kepadaNya, nah dengan menuruti serta taat dengan perintahNya lah itu sebagai bukti ketaatanmu, saya senang engkau menjalankan perintahNya, jangan bersedih ya rahim, tuba falopi, ovarium kalian sudah berusaha yang terbaik, jangan khawatir suatu saat nanti dede qurrotaA'yun akan diletakkan lagi oleh Allah di rahim, kita berdoa dan berusaha lagi ya semoga Allah mengabulkan, dan tadi dede mampir sebentar di rahim katanya dede mau kenalan dulu sama ummi dan abi. Dede senang berkenalan dengan ummi dan abi dan lain waktu datang lagi. Sedih boleh tapi jangan lama-lama ya, kita berusaha semaksimal lagi" sambil tetap mengelus-elus perut saya baca sholawat dan al fatihah
Karena mereka juga hidup perlu saya sapa, perlu saya kuatkan dan perlu saya berikan apresiasi. Jadi panjang ya.
Saya juga mau bagi info nich dokter kandungan yang bagus di Bandung
3. Dr. Anna atau Dr.Tina di hermina
Saya lebih prefer ke dokter perempuan, lebih nyaman saja dan kalau di usg kan sesama perempuan jadi lebih aman.
oke lah sekian dulu ceritanya, kita sambung lagi nanti ya :)