Why Ummu Zaid?
โUmmโ Allah ciptakan seorang wanita dengan menggenggam amanah yang begitu besar, dijadikannya fitrah seorang wanita dengan unggul perasaannya, begitu penyayang dan lemah lembut, seorang wanita terlahir sebagai penebar cinta dan kasih sayang untuk anak-anak dan suaminya. Sehingga dikatakan belum lengkap rasanya seorang wanita sebelum menjadi seorang ibu, rahim peradaban.
Tentunya menjadi ibu peradaban tak melulu dimulai dari melahirkan seorang anak, namun dimulai dari memperbaiki diri sendiri dan orangยฒ terdekat.
Zaid bin Haritsah adalah salah satu sahabat Nabi SAW sekaligus anak angkatnya, pertama masuk islam dari golongan maula (red: budak yang telah dibebaskan). Satu-satunya nama shahabiy yang disebut namanya secara jelas oleh Allah SWT di dalam Al-quran, tepatnya di surah Al-Ahzab: 37
{ููู ุง ูุถู ุฒูุฏู ู ููุง ูุทุฑุง... }
Bahkan Nabi SAW menjulukinya ุงูุญุจ ุฑุณูู ุงููู -ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู - 'kecintaan Nabi'. Bagaimana tidak? Saking cintanya Rasulullah SAW, diabadikanlah larangan penisbatan nama bapak pada tabanni (anak angkat).
Anak dari Zaid bin Haritsah, Usamah bin Zaid, menjadi panglima perang di umur belia, 17 tahun atas perintah rasul.
Jika sebuah nama adalah do'a, kelak semoga dari rahim ku, terlahir para panglimaยฒ perang, para mujaddid islam yang tidak takut mati.
Allahumma Aammiin ๐ธ

















