Cara Menggunakan Kamus 'Arabic Almanac' Secara Offline
(Naskah abad ke-17, Kitāb al-tarjamān, Kamus bahasa Arab, Turki, dan Syriac)
Pendahuluan
Untuk kajian bahasa arab, tidak bisa diragukan bahwa kamus Arabic Almanac adalah sumber terpenting. Mengapa? Karena dalam satu website anda dapat merujuk arti satu akar kata (misalnya fa-ʿayn-lām) dalam 20 kamus, dimana sembilan diantaranya adalah kamus bahasa Arab-Inggris, tujuh adalah kamus Arab-Urdu, dua adalah kamus Arab-Indonesia, satu adalah kamus Arab-Arab, dan satu adalah kamus Arab-Perancis.
Di antara kamus-kamus ini, sumber yang paling menarik bagi pengguna bahasa Indonesia adalah:
1) Kamus Arab-Inggris Hans Wehr, yang merupakan kamus paling sering dirujuk oleh akademisi Barat karena kosa-katanya sangat lengkap. Kamus ini aslinya adalah kamus bahasa Arab-German, namun sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Turki, Farsi, dan bahasa-bahasa lain. Tentu saja, kita membutuhkan terjemahan bahasa Indonesianya.
2) Kamus Lane Lexicon, yang merupakan kamus Arab-Inggris terbesar hasil kajian seorang Orientalis hebat bernama Edward William Lane (w. 1876 M). Dalam kamus ini, Lane mengumpulkan terjemahan kata-kata yang terdapat dalam kamus-kamus klasik bahasa Arab, seperti Lisān al-ʿArab, ke dalam bahasa Inggris. Dia merefrensikan kamus apa saja yang ia gunakan untuk menerjemahkan kata-kata tertentu. Kamus ini sering digunakan untuk kajian sastra, dan kurang berguna untuk, misalnya, Filsafat. Dalam kajian filsafat, kamus Hans Wehr lebih berguna.
3) Kamus al-Munawwir, oleh KH. Ahmad Warson Munawwir. Kamus Arab-Indonesia ini adalah yang paling terkenal di Indonesia.
4) Kamus Idris al-Marbawi, sebuah kamus Arab-Malay yang terkenal di Malaysia. Mungkin bisa berguna untuk para ilmuwan Indonesia.
Dalam sekali melakukan search-function dalam website Arabic Almanac, serentak anda akan mendapatkan arti sebuah kata dalam 20 kamus ini.
Lebih hebat lagi, anda bisa mengunduh semua kamus ini dalam computer pribadi anda, dan meng-akses-nya lewat browser internet anda tapi secara offline. Sederhanadanya begini, sumber datanya tidak lagi di server, tetapi dalam hardisk anda, dan anda menggunakan browser internet sebagai aplikasi yang memberikan anda interface untuk meng-akses data tersebut.
Akan saya jelaskan bagaimana anda dapat menggunakan Arabic Almanac, baik secara online atau secara offline, meskipun saya rekomendasikan anda menggunakannya secara offline.
Bagaimana Melakukan Search-Function dalam Arabic Almanac?
Panduan ini untuk versi online dan offline karena interface-nya sama saja.
1) Klik Tautan ini.
2) Ada dua cara melakukan search. Yang pertama adalah untuk nge-klik sekali halaman kamus yang muncul. Nanti sebuah menu search akan muncul. Atau yang kedua adalah nge-klik tombol bernama ‘Search’ di pojok kanan atas browser anda. Menu search yang sama akan muncul.
3) Sistem search-function ini adalah berdasarkan akar kata bahasa Arab. Jadi, misalnya, anda ingin menemukan arti dari kata taʿaqqul, yang menggunakan wazan tafaʿʿul, maka anda ketik akar dari kata tersebut yaitu ʿaqala (anggap saja anda menggunakan bentuk fiʿl māḍī). Anda dapat mengetik langsung dalam huruf bahasa arab, jika anda punya keyboard bahasa arab. Jika tidak, maka anda dapat penggunakan huruf Latin keyboard anda. Yang berikut adalah panduan dari website Arabic Almanac: Double letters: th/v/V -> "ث" gh/g/G -> "غ" kh/x/X -> "خ" sh/$ -> "ش" dh/* -> "ذ" Different cases: d -> "د" t -> "ت" D -> "ض" T -> "ط" z -> "ز" h -> "ه" Z -> "ظ" H -> "ح" s -> "س" S -> "ص" All other "normal" letters: a/A -> "ا" q/Q -> "ق" b/B -> "ب" k/K -> "ك" j/J -> "ج" l/L -> "ل" 7 -> "ح" m/M -> "م" r/R -> "ر" n/N -> "ن" w/W -> "و" y/Y -> "ي" f/F -> "ف" e/E/3 -> "ع" Jadi, jika anda ingin mencari arti dari kata taʾthīr, anda harus mencari akar katanya yaitu athara. Caranya dengan menggunakan huruf bahasa Arab atau, sesuai dengan panduan diatas, dengan mengetik ‘athr.’ Kalau anda mencari Aḥmad, maka anda tinggal mengetik ‘Hmd’; kalau infiʿāl, maka anda mengetik ‘f3l,’ kalau ḍābiṭ, maka anda mengetik ‘DbT,’ dst.
4) Sekali anda melakukan search untuk satu akar kata, anda akan mendapatkan arti dari akar kata tersebut dalam 20 kamus yang saya sebut diatas. Anda tinggal scroll ke bawah untuk menemukan kamus lainnya. Hasil search ini selalu diawali dengan kamus Hans Wehr, karena memang kamus ini yang paling berguna. Lalu, kamus kedua adalah Lane Lexicon, karena rangkumannya terhadap kamus-kamus klasik Arab memang kokmprehensif. Kamus bahasa Indonesia jauh di bawah! Tapi jangan khawatir, anda dapat merubah urutan tersebut. Ingan panduan ini berlaku untuk versi online dan offline, jadi anda dapat merubah setting ini ketika anda menggunakannya offline. Yang anda lakukan adalah: pada halaman utama website ini, anda nge-klik tombol yang berada dipojok kiri atas. Tandanya adalah gambar tiga garis. Nah, anda akan dialihkan ke halaman baru dimana anda dapat mengatur urutan kamus-kamus ini. Ada pilihan untuk memindahkan kamus tertentu ke atas atau kebawah kamus-kamus yang lain secara keseluruhan; ada pilihan untuk memindahkan kamus tertentu satu urutan ke atas atau kebawah; ada pilihan untuk menghilangkan sama sekali kamus-kamus tertentu dari hasil search-function anda. Mungkin untuk keperluan kita orang Indonesia, kamus-kamus Urdu bisa dihilangkan, kecuali anda mengerti bahasanya Muhammad Iqbal ini.
5) Bagaimana kamus-kamus Barat mengatur klasifikasi kata-kata bahasa Arab? Kamus seperti Hans Wehr dan Lane Lexicon selalu menerjemahkan kata kerja dahulu, dan mereka memberikan setiap modalitas (taṣrīf) kata kerja nomor-nomor tertentu, dari I sampai XIII, meskipun yang XI-XIII itu jarang ditemukan. Berikut adalah urutan kata kerja tersebut:
Jadi, untuk menemukan, misalnya, arti dari kata ikhtalafa, yakhtalufu, anda harus melakukan search function dengan mengetik ‘khlf,’ dan dalam entri kata kerja, yang akan muncul sebagai entri pertama akar kata tersebut, anda akan menemukan arti dari bentuk I, II, III, dst. Yang anda harus cari adalah entri untuk nomor VIII, yaitu, seperti bisa dirujuk di gambar di atas, merupakan wazan ‘iftaʿala.’
Bagaimana Menggunakan Arabic Almanac Secara Offline?
Ingat bahwa panduan di atas berlaku untuk versi online dan offline. Lantas, karena kita tidak selalu memiliki akses internet, bagaimana kita bisa menggunakan kamus Arabic Almanac secara offline. Caranya seperti ini:
1) Unduh Zip File yang mengandung semua data kamus-kamus yang terkandung dalam Arabic Almanac.
2) Extract file-nya. File di dalam Zip ini ada dua folder yang pertama adalah ‘aa’ dan yang kedua adalah ‘mr’. Letakkan kedua folder ini dalam hard-disk anda, seperti ‘My Document.’
3) Buka browser yang anda sering gunakan, seperti Chrome, Opera, Firefox, dll (jangan menggunakan Internet Explorer!). Lalu anda klik File à Open. Setelah anda klik ‘open,’ Anda tinggal pilih folder ‘aa’ atau ‘mr’ untuk di buka. Nah, saya rekomendasikan anda pilih folder ‘aa,’ karena itu adalah kamus yang diurut berdasarkan akar kata, yang lebih mudah. Nanti browser anda akan menampilkan interface Arabic Almanac seperti anda meng-aksesnya lewat internet. Tidak ada bedanya dari segi interface. Yang berbeda hanyalah anda meng-akses data dalam computer anda (yaitu folder ‘aa’) dan bukan data di server Arabic Almanac di Amerika Serikat. Sangat efisien!
4) Setelah melakukan ini, anda akan perhatikan bahwa ‘alamat website pada browser anda sekarang adalah folder-folder dalam computer anda, bukan alamat website Arabic Almanac. Nah, saya rekomendasikan anda save setting ini dalam bookmark dengan nge-klik ctrl + D. Nanti kalau anda ingin merujuk kembali versi offline Arabic Almanac anda tinggal klik hasil simpanan bookmark anda, tidak perlu repot-repot FileàOpenà’aa’, dst.
5) Anda dapat melakukan hal yang sama untuk Tab atau Smartphone anda. Panduannya disini.
Semoga panduan ini berguna. Selamat belajar bahasa Arab!












