2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Jules of Nature
Acquired Stardust

Product Placement

No title available

blake kathryn
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
I'd rather be in outer space 🛸
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
he wasn't even looking at me and he found me
Cosimo Galluzzi

Origami Around

JVL

❣ Chile in a Photography ❣
noise dept.
tumblr dot com
Peter Solarz
No title available

Kaledo Art

seen from United States
seen from Saudi Arabia

seen from Germany

seen from South Africa
seen from United States

seen from Australia
seen from Netherlands
seen from Germany
seen from United States

seen from Italy

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from Lithuania

seen from Italy
seen from T1

seen from France

seen from United Kingdom

seen from United States
@likuliku
Saat kita dewasa, kita akan semakin belajar untuk mati rasa pada banyak hal. Hingga satu waktu, hal-hal yang dulu menyakiti kita dengan mudah, semakin menjadi biasa saja dari waktu ke waktu.
Bukan karena kini kita tak lagi punya hati. Bukan karena kini kita tak lagi merasa apa-apa. Kita hanya telah sampai pada pemahaman bahwa, belajar mematikan hati pada hal-hal yang gak benar-benar penting, adalah sumber kunci ketenangan hidup.
Semakin bertambahnya umur kita, hidup kita akan semakin dipenuhi dengan berbagai macam persoalan. Dan kepala kita akan terisi dengan banyak pemikiran. Namun, tak semua hal harus kita masukkan dalam hidup. Tak semua pemikiran harus kita masukkan dalam kepala, dan tak semua rasa harus kita simpan dalam hati. Bijaklah dalam memilih apa yang mau kita simpan, apa yang mau kita lepaskan, dan apa yang mau kita abaikan.
Berikan ruang yang lebih pada hal-hal yang membawa kita pada kebahagiaan dan juga kebaikan hidup. Dan semakin persempit ruang pada hal-hal yang akan jadi beban dalam hidup kita.
Mari jalani hidup kita yang singkat ini dengan mendekat pada hal-hal yang mampu memberikan kita makna lebih.
@milaalkhansah
Manusia paling baik setelah orangtua adalah suami sendiri, fid dunya wal aakhirah, allahumma baarik
Kepada diriku sendiri,
Kita telah melewati banyak hal di tahun ini, bertahan dengan banyak kegagalan dan penundaan, berusaha lapang dada menelan banyak kekecewaan serta mengambil keputusan penting bersama-sama dengan penuh kesadaran serta atas izin-Nya.
Nyatanya, ilmu dan daya kita begitu terbatas kan? Kita begitu lemah dan payah dalam memperjuangkan banyak hal. Kita tidak kuat, jika tanpa pertolongan-Nya. Kita tersesat jika Dia tidak memberi petunjuk-Nya.
Hai diriku, setiap pilihan memiliki risiko tersendiri, memilih berani melangkah maka bersiaplah dengan apapun yang menanti di depan sana. Memilih takut dan melewatkan beberapa kesempatan, maka bersiaplah pula dengan segala kenyataan yang ada.
Jangan terlalu mengutuk keadaan, karena semakin dikutuk akan semakin melelahkan, waktu terus berputar laju dan beberapa hal tidak selalu bisa diperbaiki, belajarlah menerima bagian sulit itu.
Hidup yang rahasia ini, seperti lemparan dadu kemungkinan-juga ketidakmugkinan. Sehabis hujan, tidak selalu muncul pelangi. Langit tampak mendung menghitam, tidak pula berarti akan turun hujan. Memilih mencintai seseorang, bukan hanya perihal kebahagiaan saja. Memilih melepaskan seseorang, bukan jua berarti sebuah kekalahan. Melepaskan artinya menerima bahwa tidak semua hal mesti dipaksakan, ada jatah rejeki yang tak tertukar dan telah tertakar. Pun ketika kau mencintai, maka tidak cukup hanya dengan memberikan perasaanmu saja. Kau juga harus merawat perasaan itu untuk tetap tumbuh dan tabah.
Hai diriku, hidup ini memiliki banyak ruas simpang, namun setiap simpang perjalanan bersifat rahasia. Ada badainya tersendiri dan ada musim sukarnya tersendiri. Pada simpang jalur takdir milikmu, akan ada pertemuan-perpisahan yang harus kau penuhi, kau akan belajar menyikapi kehilangan yang selalu terselip dalam keterbatasan masa. Kenangan seperti perputaran kaset aneh dalam ingatanmu, sewaktu-waktu kau merindukan suatu masa, lalu dilain waktu berikutnya kau tidak ingin kembali pada suatu masa.
Pesanku tak banyak untuk tahun berikutnya; tetaplah hidup, tetaplah bersyukur atas apa yang kau pilih untuk jalani di tahun ini dan seterusnya.
Menuju shift malam, 24 Desember 2022 19.51
Ternyata setiap hari tanpa disadari, kita sedang dan selalu berjuang untuk berdamai dengan banyak hal dalam hidup. Dan upaya berdamai yang paling sulit adalah berdamai dengan takdir dan kenyataan yang Dia berikan.
Sebab, kita memiliki ego untuk berambisi dan berencana.
Sebab, kita memiliki harapan untuk merancang mimpi-mimpi dan masa depan.
Sebab, kita memiliki ketakutan besar jika apa yang kita perjuangkan tidak membuahkan hasil yang kita dambakan.
Sedangkan diatas itu semua, ada takdir-Nya yang bekerja rahasia, sehingga akan ada banyak hal yang terjadi diluar perkiraan. Dan ingatlah wahai diri, apapun yang terjadi selalu mengandung hikmah pelajaran untuk meneguhkan hati, memperbaiki diri dan mengkokohkan jiwa. Sehingga,
Ketika apa-apa yang kita genggam mesti kita lepaskan, semoga kita diberi kelapangan untuk merelakan.
Ketika kegagalan terus menimpa apa yang sekuat tenaga telah kita upayakan, semoga kita diberi ruang hati yang luasnya tak berbatas untuk berbaik sangka kepada Tuhan.
Ketika apa yang paling kita tunggu, tak kunjung jua menjadi kenyataan, semoga kita tak jemu-jemu bersabar, menunggu dan terus mengulang doa-doa yang sama kepada Tuhan.
Kita memang tak pernah tahu apa yang terbaik di tengah hamparan pilihan-pilihan yang ada atau keputusan yang telah kita ambil.
Akan tetapi, apa yang sedang dijalani kini adalah akumulasi dari banyak sebab-akibat yang telah Dia takdirkan dan Dia Maha mengetahui bahwa kita akan sanggup mengarungi segala bentuk peran yang di emban dan ujian yang menghampiri.
Mari, pelan-pelan dan satu-satu kita jalani, mintalah selalu pertolongan dari-Nya maka kemudahan, keberkahan dan jalan keluar insyaAllah akan selalu menyertai.
Belajarlah mensyukuri setiap keadaannya, jika sesuai harapan, jangan lupakan syukurnya, jika belum sesuai angan maka teruslah berupaya berbaik sangka dan muhasabah diri. Takdir terbaik adalah apa yang kini sedang kita tapaki.🍂
Gerimis, 11 Februari 2024 20.31 wita
Dulu sering banget ketemu hampir tiap bulan ngga absen, sekarang lumayan sulit buat atur waktu, .. life after married, selamat menjalankan ibadah terpanjang, menjadi istri, menjadi ibu, part of heaven 🫶🏻
Hujan sudah mulai turun, jangan lupa untuk sering berdoa, ya. Untuk masa depanmu dan juga harapan terdekatmu. Andai ada gemuruh dan kegelisahan di hatimu, luapkan saja dengan doa yang tulus pada setiap hujan yang turun. Tanpa perlu orang lain tahu, hanya kamu dan Tuhanmu. Selembut gerimis tapi terasa ke hati.
@jndmmsyhd
Pelajarannya, segala sesuatu yang diraih dengan maksiat, ujungnya pasti berantakan. Karena dosa pasti akan berbalas. Kalau engga di dunia, pasti di akhirat. Jadi ga usah heran.
Setelah Menikah, Penilaian Cantik Bukan Lagi di Matamu, Tetapi di Mata Suamimu
Setelah Menikah, Penilaian Cantik Bukan Lagi di Matamu, Tetapi di Mata Suamimu
Setelah menikah, penilaian cantik itu bukan lagi di mata kita. Tetapi di mata suami kita. Kalau dia meminta kita memakai baju berwarna terang, tugas kita nurut aja meskipun kita sama sekali tidak menyukai warna baju tersebut.
Setelah menjadi istri, semuanya berubah.
Kita yang dulu seenaknya mau mandi jam berapa saja, setelah menikah tidak ada lagi kata, “terserah aku. Suka² aku.” Tidak. Kita…
Order buku klik Link di bawah ini ❤️
Katalog Buku Gadisturatea
View On WordPress
Pernah ada usia usia dimana aku merasa harus menjelaskan diriku kepada orang yang salah memahami maksud baikku karena kurangnya ilmu atau dangkalnya cara berpikir mereka, berkomentar ini itu, bahkan menyebarkan isu yang jelas jelas miring (ghibah yang terselubung).
Setelah mengetahui hal itu fase berikutnya adalah fase penerimaan, terasa ada yang cekit cekit, sedih di dada, kenapa ya orang pada jahat jahat betul.
Ilmu bertambah, pemahaman membijak, kedewasaan berkembang.. Dan satu kalimat imam syafi'i di atas sungguh tepat. Masa masa muda dulu rasa sedih, tidak terima, atau merasa terdzalimi oleh beberapa hal yang dilakukan orang lain, bisa jadi karena tidak memahami kebaikan diri sendiri, tidak memahami karakter diri sendiri. Memangnya kenapa orang menilai ini itu yang bukan kita banget? Nilai diri kita ndak berkurang di mata Allah atau bahkan terusik.
Ketika kita kenal diri kita ndak begitu.. Kita akan tenang bahkan tak menganggapnya sama sekali. Atau ketika kita kenal jenis jenis emosi dan mengapa itu muncul ke permukaan perasaan kita. Kita akan lebih paham bagaimana untuk menanggulanginya :)
Bahagia itu sebuah bentuk kemampuan selain ia juga merupakan berkat dari Allah yang Maha Pengasih..
#catatanharian
Hal terindah dan terbaik bagi hati yang sedang rapuh adalah husnudzon, prasangka baik. Jika dapat maka alhamdulillah, jika tidak pun juga alhamdulillah. Jika dapat maka itu yang terbaik, jika tidak pun maka itu bukan yang terbaik untukmu.
Untuk apapun yang saat ini sedang kamu usahakan dan coba untuk dapatkan, jika kamu tidak mendapatkannya, bukan berarti kamu gagal.
Sebab dalam usahamu itu hanya ada dua kemungkinan, kamu menang atau kamu mendapat sebuah pelajaran.
Melatih hati.
@jndmmsyhd
"Saat menanam padi, rumput ikut tumbuh. Tapi saat menanam rumput, padi tak tumbuh."
Dalam hidup untuk melakukan kebaikan kadang hal buruk ikut menyertai. Namun saat melakukan keburukan, tidaklah kebaikan bersamanya. Jangan bosan berbuat baik meskipun kadang tak sempurna.
Kerjakan bagianmu seutuhnya, biarkan Allah menyelesaikan sisanya, menjamin kebaikan hasilnya. Kamu tidak perlu menginginkan apapun terjadi sesuai kehendakmu. Apalagi memaksanya hingga menghambat bahagiamu.
Cukup lakukan segalanya semaksimal yang kau mampu, doakan seikhlas engkau sanggup, dan biarkan Allah yang urus jawaban dari letihmu, menilai betapa khusyuk doa-doamu.
Sc. todaymuhasabah
Menyelami makna syukur yang sesungguhnya, tidak akan bisa jika ukuran kita adalah orang lain. Syukur bisa dalam bentuk apapun, sebab setiap orang masing-masing memiliki perspektif yang berbeda.
Bersyukur itu tidak akan terjadi tanpa pertolongan dari Allah, selalu meminta diberikan rasa cukup bisa jadi adalah salah satu jalan menjadi hamba yang bersyukur.
Ada banyak sekali yang bisa kita syukuri tiap harinya, bahkan kalau diurai satu persatu kita tidak akan sanggup menghitungnya. Namun, seringkali satu keadaan yang tidak sesuai ekspektasi membuat ia buram seketika.
Kemarin menemukan kembali buka lama yang pernah dibaca, ada kalimat yang membuat saya kembali tertegun "hamba yang sering meminta, kurang syukur, lalu giliran untuk Rabb-Nya yang diberikan hanya waktu sisa" deep!!
Iya, sebuah nasihat yang sangat menyentuh. Hilangnya rasa syukur, mudahnya tersulut emosi, selalu melihat ke atas dan abai dengan yang di bawah bisa jadi karena memang diri sedang menjauh dari-Nya, yang diberikan hanya waktu sisa. Katanya prioritas, tapi selalu belakangan. Kan tidak match ya!
Kemudian dilanjutkan dengan sebuah kalimat "ketika kamu memprioritaskan Rabb-Mu, maka percayalah semua urusan itu akan mudah karena dimudahkan oleh-Nya, jika belum yakin, maka cobalah mulai hari ini!"
Kalau sesama manusia saja kita kadang merasa kecewa karena tidak diprioritaskan, bagaimana dengan yang memberikan kita segalanya sehingga ada dan masih ada di dunia ini. Ya Rabb, penuhi hati kami dengan syukur. Aamiin
- Ahad, 18 Juni 2023
Hal baik butuh waktu
Rumah adalah candu di saat posisi apapun terlebih posisi tersudut dalam semua tak keberpihakkan keadaan pada kita. Dialah tempat berpulang tanpa tapi , sebaik harapan yang ada.