Refleksi Belajar
*abaikan aja karena ini curhatan dan jurnal perjalanan*
Aku pikir aku terlalu tua untuk belajar...
Aku pikir aku terlambat...
Aku pikir kesempatan itu sudah lewat...
Untuk memulainya lagi memang susah. Untuk asah otak lagi memang nggak mudah. Tapi lama-lama, atas izin Allah, aku pasti bisa :))))
***
Seneng banget bisa kembali ada di sebuah bangku, duduk diam menyimak guru sambil kadang nggak sengaja kaget karena sempat ketiduran dan mendadak kebangun sadar hahaha
Kadang ada pertanyaan-pertanyaan kaya, "apa aku bisa ya?", merasa nggak pede apalagi kalau bahasa pengantarnya bahasa asing.
Alhamdulillah, Allah beri kesempatan, yang nggak sekedar kesempatan untukku. Aku jadi percaya kalau aku bisa. Aku berharap Allah rida jadi Dia kasih aku kesempatan-kesempatan lainnya untuk belajar dan mengamalkan apa yang aku dapat.
Ternyata aku nggak tua-tua amat😁
Punya anak dua, lima tahun mengurus domestik aja, tidak banyak bersinggungan dengan banyak orang, kadang bikin cara pandangku nggak seluas dulu. Bukan maksudku aku nggak menikmati peran ini, tapi harus kuakui demikian.
Seringkali juga nggak pede karena secara nggak langsung terlalu banyak 'melihat' orang-orang inspiratif yang outstanding di usia muda😬
Itulah, kayanya mainku kurang jauh...
Hehehehehee
Sejak aktif di komunitas, ketemu banyak orang, dapat sudut pandang dari ibu-ibu pemateri dan terpapar sama tim yang juga suka belajar, bikin aku jadi lebih 'melek'.
Umur itu nggak masalah, yang penting kebermanfaatan. Mau jadi ibu-ibu 'aja' nggak masalah, tapi jadi ibu yang terus mau belajar itu ngefek sekali untuk keluarga. Ilmu itu melipatgandakan kebermanfaatan, sudah seharusnya demikian.
Awalnya kayaaa gimana ya bilangnya. Aku kaya iya-iya aja gitu sama statement : punya ibu yang pintar itu ngaruh ke anak-anaknya.
Makin kesini, bersinggungan sama ibu-ibu cemerlang (mau dia kerja, IRT, dan apapun titelnya), makin merasa dan dapet feelnya kalau memang seberdampak itu. Keren banget ya kalau punya ibu yang wawasannya luas dan bijaksana. Keluarga juga jadi lebih punya arah, lebih menguatkan diri mau bermanfaat bagaimana.
Punya ibu yang pintar dan bijaksana itu menyenangkan. Nggak hanya untuk suami dan anak tapi yang utama justru untuk diri sendiri. Aku lihat orang-orang yang bermanfaat, cerdas, dan semangat terus belajar, adalah orang-orang yang 'penuh' hatinya dan 'sadar' akan peran dirinya serta apa tujuannya diciptakan ke dunia ini. Pasti nyaman sekali ya sudah kenal diri sendiri 😄
Suamiku sering mengingatkan, ilmu itu akan mengangkat derajat seseorang.
Selama tetap rendah hati, yuk bisa yuk! Semangat terus belajar. Minta sama Pemilik Segala Ilmu, nggak ada kata tua dan terlambat untuk belajar. Tujuannya bukan untuk lebih dari siapapun, bukan untuk terlihat cemerlang, tapi untuk melipatgandakan kebermanfaatan.
Hehehe aku aja yang kadang malu buat belajar lagi, padahal nggak apa-apa kalau awalnya nggak bisa atau nggak tahu.
Keep going! :D
















