Semburat Jingga di Hadapan Kenangan
Pada senja yang mana lagi kamu harus ku titipkan?
Sedang nanti, jika malam telah tiba
Kamu bukan lagi orang yang bisa ku ajak bercerita
Berbagi genggam tangan
Menghalau dingin yang membekukan
Sebab kini cerita ku telah usang
Maka kamu harus pulang
Bersama senja yang menyeret matahari ke peraduan
Begitu pun kamu mengemasi hati yang telah ku kembalikan
Pada jalan yang mana lagi kamu harus ku antarkan?
Jika kini setiap jalan dipenuhi kenangan
Tiap sudut kota dipenuhi pelukan
Tiap lampu jalan menyorot bekas ciuman
karena kini semua tinggal kenang
Maka sekali lagi, kamu harus pulang
Pada rumah yang mana lagi kamu harus ku pulangkan?
Padahal rumah yang ini, penuh sesak oleh kenangan
Dinding dipenuhi potret kebersamaan
Meja dipenuhi topik yang kita bincangkan
Toples dipenuhi gulungan kertas tentang hal yang kita impikan
Tapi sayang, lihat gembok yang tergantung di pintu depan
Kuncinya telah lama kita hilangkan
Pada pusara mana lagi kamu harus ku makamkan?
Sedang ingatanku bertumpuk perihalmu
Pun relung sempit dekat jantungku
Di tubuhku penuh hal tentang kamu
Tentang hal yang terpaksa aku kuburkan
Disana berjejer rapi nisan - nisan
Tertulis dengan nama kenangan
Bertabur bunga yang dulu sering kau berikan
Pada kehilangan mana lagi kamu harus ku hilangkan?








