Nasihat buat 2024: Setialah berlaku baik. Tuhan akan membalasnya dengan yang lebih baik dalam bentuk banyak hal. Beberapa mungkin berupa rezeki. Mungkin memang bukan rezeki yang banyak, tapi yang pasti itu adalah rezeki-rezeki yang baik.

roma★
🪼

No title available

Origami Around
Monterey Bay Aquarium

★
Today's Document
dirt enthusiast
Cosimo Galluzzi
wallacepolsom
Keni
Xuebing Du
DEAR READER
tumblr dot com
h
Jules of Nature
I'd rather be in outer space 🛸
art blog(derogatory)
TVSTRANGERTHINGS
One Nice Bug Per Day

seen from Germany

seen from United States
seen from Russia

seen from Spain
seen from United States
seen from Tunisia

seen from Tunisia
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@mariajakemari
Nasihat buat 2024: Setialah berlaku baik. Tuhan akan membalasnya dengan yang lebih baik dalam bentuk banyak hal. Beberapa mungkin berupa rezeki. Mungkin memang bukan rezeki yang banyak, tapi yang pasti itu adalah rezeki-rezeki yang baik.
aku suka membuat teh di sore hari yang panas
angin sepoi-sepoi menolak masuk ke halaman rumahku
jadi aku membakarnya sekalian dengan secangkir teh yang tumpah di sela-sela jemari kakiku
hatimu seperti itu, pekat dan harum
seperti teh yang kubuat di musim panas sebelum tumpah menyiram kaki
aku mengaduk-aduk hatimu supaya terbiasa dengan caraku menikmati teh
lantas aku menuangmu pada bumi, melewati celah-celah cara pandangku yang terbatas
aku bukan perempuan pencari makna-makna yang sulit untuk dicerna
semakin sederhana, aku semakin menikmatinya
menikmatimu tersenyum cerah dan bahagia
aku tidak akan lari, setidaknya kali ini
jengah sudah aku bermain kalimat
percaya lah, aku berusaha membuatmu luruh di dalam gelas tehku yang tanpa gula
sebelum malam tiba, mungkin kamu telah habis untukku, tak tersisa setetespun untuk tenggorokanku yang kering
seperti rona langit malam ini, ia koyak dihantam matamu yang merobek sunyi
dan aku, mencoba membacamu dari balik gelasku yang kembali terisi
Pantai Selatan, 25 Desember 2023
15.00 WIB
aku suka membuat teh di sore hari yang panas
angin sepoi-sepoi menolak masuk ke halaman rumahku
jadi aku membakarnya sekalian dengan secangkir teh yang tumpah di sela-sela jemari kakiku
hatimu seperti itu, pekat dan harum
seperti teh yang kubuat di musim panas sebelum tumpah menyiram kaki
aku mengaduk-aduk hatimu supaya terbiasa dengan caraku menikmati teh
lantas aku menuangmu pada bumi, melewati celah-celah cara pandangku yang terbatas
aku bukan perempuan pencari makna-makna yang sulit untuk dicerna
semakin sederhana, aku semakin menikmatinya
menikmatimu tersenyum cerah dan bahagia
aku tidak akan lari, setidaknya kali ini
jengah sudah aku bermain kalimat
percaya lah, aku berusaha membuatmu luruh di dalam gelas tehku yang tanpa gula
sebelum malam tiba, mungkin kamu telah habis untukku, tak tersisa setetespun untuk tenggorokanku yang kering
seperti rona langit malam ini, ia koyak dihantam matamu yang merobek sunyi
dan aku, mencoba membacamu dari balik gelasku yang kembali terisi
Pantai Selatan, 25 Desember 2023
15.00 WIB
Perjalanan Syukur..
Jika kamu bersyukur atas kehadiran seseorang disisimu. Semoga dia pun demikian. Bersyukur dengan banyak syukur ketika kamu telah hadir di kehidupannya dan memutuskan untuk membersamai disisinya.
Sebab akan sangat menyenangkan dan terasa ringan kala perjalananmu dilakukan dengan bersama-sama dan saling berkomitmen untuk berada disisi hidup kita hingga akhir. Tidak hanya didunia saja, namun akan sangat membahagiakan hingga surgaNya.
Tiada kebahagiaan kala diri kita menemukan seseorang yang dengan tulus, bahagia sebab telah menemukan kita. Bersyukur atas diri kita disisinya. Sebab syukur yang melangit, akan ada banyak maaf kala kurang dan salahnya kita seketika membersamai ya. Dan akan banyak syukur lagi kala kelebihan kita bisa berjalan beriringan dengan kekurangannya.
Yang menjadikan terasa melelahkan adalah seketika salah satu diantara keduanya kehilangan rasa syukur. Rasa pantas sebab telah mendapatkan apa yang telah ada disisi kita. Akan ada banyak perbandingan dan perbandingan kala rasa syukur tidak hadir dalam kehidupan tersebut. Menakar kurang saja dan menyalahkan takdir atas ketibahagiaan hidup yang dijalani.
Rasa syukur tidak hadir begitu saja. Ia butuh proses untuk tumbuh. Dari hal kecil, dari hal sederhana. Ada banyak hal yang bisa disyukuri sebelum hal-hal besar datang dalam kehidupan kita. Sesederhana masih melihat senyum keramahan bapak ibu dirumah. Sesederhana mengucap terimakasih atas kebaikan keduanya, atau mengucap terimakasih kepada pasangan kita. Rasa terimakasih akan menimbulkan rasa syukur perlahan-lahan. Selain itu, faktor terbesar adalah mengahdirkan diri dengan meminta kepada Allaah agar diberikan kecukupan dan rasa syukur sekalipun pahit, sekalipun dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.
Proses inilah yang akhirnya bisa menumbuhkan rasa syukur kala mungkin tidak semua orang memiliki cara pandang yang sama. Bersyukurlah maka akan ditambah nikmat dengan banyak nikmat. Demikian janjiNya..
Seseorang yang ada di sisi kita tidak selalu pasangan kita, bisa jadi orang tua kita, saudara kandung kita, teman-teman kita ataupun teman perjuangan kala bertumbuh menjadi baik. Doakan kebaikan dan hadirkan rasa syukur sebab telah Allaah izinkan mereka hadir dalam hidup kita. Dan semoga merekapun bersyukur atas diri kita sebagaimana rasa syukur kita atas kebaikan mereka kepada kita.
Aku ingat ada sebuah nasihat yang sangat dalam ketika membacanya berkali-kali. Katanya,
"Berbuat baiklah kepada orang-orang yang kamu cintai..
Karena kerinduan setelah kematian tidak akan sampai (kepadanya).."
Jadi, sudah sejauh mana perjalanan syukurmu hari ini wahai diriku??
Langit malam selepas hujan || 22.58
Perempuan Yang Kau Patahkan Hatinya Itu.. Tuhan Titipkan Padaku
Aku memang datang di episode kehidupannya yang kesekian dalam angka. Terlambat melindunginya dari sergapan patah hati paling fatal yang tak pernah kuduga, sebab ia datang padaku dengan sembab dan serak yang paling sunyi di dunia. Tanpa banyak alinea, butuh waktu untuk membuka lapis-lapis cerita masa lalunya, yang tentu saja pada bagianmu kau robek entah sengaja atau tak sengaja.
Kini, perempuan itu bersamaku, meluahkan peluknya yang dulu pernah pecah dan berserak dalam ruang paling hampa. Dengan setitik percaya, ia kumpulkan lagi nadi cinta yang sempat putus harap setelah ditinggalkan oleh kenangannya bersamamu yang penuh ratap. Sial, aku tak sempat meninju wajahmu. Terlalu jauh untuk kusalahkan, terlalu lama untuk kusesalkan.
Kini, Tuhan menitipkan sosok itu padaku. Mungkin ini episode dimana cinta itu saling menguatkan, bukan? Aku pernah hancur juga, lalu membagi cerita dengannya dengan gumam penuh makna, menyiratkan hidup yang tak pernah sempurna dibelakangnya. Kupahami ternyata, cinta ternyata tak selalu soal “jatuh”, tapi juga “tumbuh” setelah patah berkali-kali. Tuhan paling tahu kenapa alasannya menitipkan perempuan ini padaku, dan aku membiarkan pula Tuhan menuntaskan balasannya atas perbuatanmu.
Sampai bertemu di lain hari.
84.
Kamu bukan tidak baik. Bukan pula banyak kurangnya. Hanya belum, belum bertemu seseorang yang tepat.
Padahal yang kemarin dirasa sudah cocok ternyata bukan, yang dirasa sudah klop banget malah berakhir tanpa alasan jelas, yang diharap bisa jadi pelabuhan terakhir nyatanya tetap berujung patah hati (lagi).
Tapi nanti, percayalah akan ada yang sepaham itu sama kamu. Kamu tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Baginya kamu cukup, cukup kamu.
Mau serumit apapun kamu, mau menutup diri begitu rapat atau membuka pintu lebar-lebar terhadap kedatangannya, dia akan tetap mendekat membuatmu merasa aman juga nyaman.
Sekarang kalau masih jatuh bangun, masih ragu-ragu dan maju mundur jangan dipaksa. Dia memang baik, tapi baiknya dia mungkin tidak cocok sama kamu melainkan buat orang lain yang bukan kamu.
Allah tahu apa yang kamu butuhkan, bukan yang kamu inginkan.
Bertemu, 22.00 | 01 November 2022.
Aku Harus Sembuh Sendiri
Disebut apakah sesuatu yang kita pendam dalam hati? sesuatu yang apabila diingat, berjatuhan juga air yang tersimpan dalam mata. Deras, setiap kali menceritakannya.
Aku takut memulai dan menerimamu. Sengaja begitu keras membohongi keinginan hati. Kekuatan ini aku gunakan untuk melawan derasnya rasa yang mendorongku menujumu. Kamu tidak tahu, bahkan tidak paham sama sekali.
Kamu tidak paham arti senyumanku. Lebar dan manisnya tidak menggambarkan apa yang aku rasa. Kadang pahit pun, aku balut dengan senyuman manis ini.
Kamu tidak paham arti ceriaku. Tawa dan binar itu sengaja aku bagi untuk menutupi luka dan rasa khawatir yang susah sekali hilang. Aku takut tidak diterima, takut kehilangan dan takut dikecewakan. Maka sebisa mungkin, aku bisa menjaganya dengan baik melalui tawa untuk membahagiakan mereka. Tidak ada yang perlu mengasihani diri ini.
Tapi bagaimana mungkin, dirimu menginginkan senyum dan tawa ini? Ini berat, kamu tak boleh merasakan pedihnya.
Biar aku jelaskan, bahwa aku tidak ingin merepotkanmu. Aku harus sembuh sendiri. Aku tidak berharap seseorang datang menawarkan obat dan bersusah payah untuk menyembuhkannya. Aku harus bisa melakukannya sendiri. Setidaknya, itu membuatku tidak bergantungan dengan siapapun.
Jadi, aku butuh waktu untuk bisa sembuh sendiri, lalu menerimamu seutuhnya.
Aku Harus Sembuh Sendiri
Disebut apakah sesuatu yang kita pendam dalam hati? sesuatu yang apabila diingat, berjatuhan juga air yang tersimpan dalam mata. Deras, setiap kali menceritakannya.
Aku takut memulai dan menerimamu. Sengaja begitu keras membohongi keinginan hati. Kekuatan ini aku gunakan untuk melawan derasnya rasa yang mendorongku menujumu. Kamu tidak tahu, bahkan tidak paham sama sekali.
Kamu tidak paham arti senyumanku. Lebar dan manisnya tidak menggambarkan apa yang aku rasa. Kadang pahit pun, aku balut dengan senyuman manis ini.
Kamu tidak paham arti ceriaku. Tawa dan binar itu sengaja aku bagi untuk menutupi luka dan rasa khawatir yang susah sekali hilang. Aku takut tidak diterima, takut kehilangan dan takut dikecewakan. Maka sebisa mungkin, aku bisa menjaganya dengan baik melalui tawa untuk membahagiakan mereka. Tidak ada yang perlu mengasihani diri ini.
Tapi bagaimana mungkin, dirimu menginginkan senyum dan tawa ini? Ini berat, kamu tak boleh merasakan pedihnya.
Biar aku jelaskan, bahwa aku tidak ingin merepotkanmu. Aku harus sembuh sendiri. Aku tidak berharap seseorang datang menawarkan obat dan bersusah payah untuk menyembuhkannya. Aku harus bisa melakukannya sendiri. Setidaknya, itu membuatku tidak bergantungan dengan siapapun.
Jadi, aku butuh waktu untuk bisa sembuh sendiri, lalu menerimamu seutuhnya.
Ketika Engkau Menikahi Seorang Istri dari Keluarga yang Tidak Sempurna
Ketika kau memutuskan untuk menikahi seorang perempuan dengan latar belakang keluarga yang tidak sempurna, barangkali akan ada beberapa orang yang mempertanyakannya. Mungkin orangtua atau orang-orang terdekatmu. Apakah kamu serius dengan keputusan itu? Sudahkah kamu memikirkan semuanya? Tidakkah kamu takut rumah tanggamu akan berjalan tidak baik-baik saja? Dan ketika kamu teguh dengan keputusan itu, bahkan calon istrimu sendiri mungkin meragukannya: Apakah kau tak akan menyesal di kemudian hari? Aku mengalami semua itu. Aku pernah mendapatkan pertanyaan-pertanyaan semacam itu. Hari ini, aku ingin menjawab dan menjelaskan semuanya… Ketika kau mengenal seorang perempuan dengan latar belakang keluarga yang tidak sempurna, barangkali kau baru saja bertemu dengan perempuan dengan kemampuan menghadapi persoalan di atas rata-rata. Ia tumbuh dengan perjuangan untuk selalu bisa tersenyum di hadapan semua orang, berusaha tampak biasa-biasa saja, meskipun ada sesuatu yang menghantam-hantam dari dalam dirinya. Ia mungkin sering menangis, tetapi bukan untuk sesuatu yang remeh-temeh. Air matanya terlalu berharga untuk menangisi hal-hal sepele yang bisa ia atasi dengan cara dan usahanya sendiri. Ia menangisi sesuatu yang barangkali jika semua itu terjadi kepadamu, kau tak akan pernah bisa menahannya. Ia menangisi sebuah kehilangan. Apa yang hilang dari dirinya? Barangkali masa kecil dan kebahagiaan yang semestinya mewarnai semua itu. Barangkali rasa bangga yang tetiba diruntuhkan oleh ketidakadilan yang entah mengapa harus menimpa dirinya. Ia menyaksikan kehancuran rumah tangga orangtuanya pada usia yang telalu muda. Barangkali ia harus mendengarkan kekecewaan ibunya sendiri tentang ayah yang dicintainya. Barangkali ia harus menerima kenyataan bahwa cinta bukan satu-satunya syarat untuk mempertahankan semuanya. Pada saat bersamaan, ia harus menutup telinga dari pembicaraan buruk orang-orang tentang keluarganya. Ia dipaksa nasib untuk menjadi dewasa sebelum waktunya. Tetapi, kedewasaan itulah yang membuatnya menjadi pribadi yang kuat. Ia selalu punya cara untuk terlihat biasa-biasa saja di tengah hal-hal buruk yang sedang dihadapinya. Ia tetap bisa tersenyum saat orang lain terlalu lemah untuk bersikap baik-baik saja. Bayangkan, ia membangun semua sistem pertahanan dan rasa percaya diri itu selama bertahun-tahun? Hari-hari pertama setelah kau menikahi perempuan itu, semuanya akan terasa mudah bagimu. Kau pikir, ia tak perlu banyak waktu untuk belajar menjadi istri yang baik buatmu. Ia begitu menghormatimu. Ia pandai menempatkan diri. Ia begitu pengertian dan penuh kasih. Meski mungkin kau tidak tahu bahwa sebenarnya ia menjalankan semua itu dengan penuh rasa takut dan khawatir. Ia takut hal-hal buruk yang terjadi pada orangtuanya terulang lagi pada dirinya. Ia dihantui rasa khawatir untuk melakukan kesalahan-kesalahan yang mungkin bisa mengembalikan lagi kesedihan yang bertahun-tahun berusaha dikubur di kedalaman perasaannya. Ia menjaga semuanya untuk kebahagiaanmu, untuk kebahagiaannya sendiri, untuk kebahagiaan kalian berdua. Bulan demi bulan berlalu, kau selalu terpesona dengan keterbukaanya tentang segala sesuatu. Ia terlatih untuk jujur pada dirinya sendiri, sehingga tak memiliki apapun lagi untuk dirahasiakan darimu. Ia bisa dengan mudah menceritakan hal-hal buruk yang pernah menimpanya atau kekurangan dirinya, ia menceritakan apapun tentang keluarganya, ia ingin kau melihat dan mencintainya apa adanya. Barangkali ia juga sering bersedih, meski mungkin kau jarang mengetahuinya. Ia terbiasa menggigit bagian dalam bibir bawahnya saat kau menceritakan tentang keluargamu: Ayahmu yang lucu, ibumu yang lugu, adik-adikmu yang nakal, atau tradisi liburan keluarga yang bertahun-tahun kau miliki dengan penuh kebahagiaan. Ada perasaan asing yang mengalir dalam dirinya ketika kau menceritakan semua itu. Rasa asing yang mungkin akan membuatnya tidak nyaman, cemburu, marah, atau segala sesuatu di antara semua itu. Maka ia mulai mencintai ibumu seperti ibunya sendiri, ia akan menghormati ayahmu seperti ayahnya sendiri, ia menjadikan keluargamu sebagai pelabuhan bagi semua mimpinya tentang rumah cinta dan tangga ke surga. Tahun-tahun berikutnya, ketika kalian dikarunia anak-anak, ia akan selalu berusaha menjadi ibu yang sempurna bagi mereka. Ia tak ingin, dan tak ingin, dan tak pernah ingin anak-anaknya mengalami sesuatu yang sama yang pernah ia alami. Dalam daftar prioritas hidupnya, ia tulis hal-hal yang tak akan mengecewakanmu: cinta, kasih sayang, kejujuran, kesetiaan. Hal-hal yang dari semua itu ia letakkan fondasi untuk sesuatu yang kelak kalian akan sebut sebagai ‘rumah’—tempatmu bertolak sekaligus kembali, tempat kalian akan melewati semuanya bersama-sama. Demikianlah, ketika kau menikahi seorang istri dari keluarga yang tidak sempurna, barangkali kau telah menikahi seorang perempuan terbaik di dunia… Perempuan yang dengan segala ketidaksempurnaan yang dimilikinya, akan menyempurnakan segala sesuatu yang ada pada dirimu dan semua hal di sekelilingmu. Ketika kau melihat seorang perempuan dari masa lalu yang tidak sempurna, kau tengah melihat seorang perempuan hebat dengan seluruh keajaiban yang ada dalam hidupnya. …. Selamat ulang tahun, istriku. Hari ini usiamu genap 28 tahun. Terima kasih karena engkau telah terlahir ke dunia ini. Terima kasih karena telah mengajariku segala hal yang tak mungkin kudapatkan lagi dari orang lain selain kamu. Terima kasih karena telah menjadi dirimu sendiri. Selamat ulang tahun, Rizqa… Melbourne, 9 Juni 2015 FAHD PAHDEPIE *PS. Baca kisah-kisah saya dan Rizqa yang lainnya di buku ‘Rumah Tangga’. Silakan PO ke: [email protected]
Maa syaa Allah
I need that man with his commitment, to receiving my self, my family and all my past. love me and we love each other..
Aku ingin menjadi apa pun yang kamu lihat. Pada setiap cahaya yang memantulkan bayangan hingga dapat tertangkap oleh kedua retinamu, di sana ingin ada aku yang masuk ke dalam kepalamu, lalu hatimu, lalu do'amu
Berawal dari Tatapnya - Yura Yunita
Terbius aku akan Indah senyummu yang memikat, memikat hatiku yang selama ini hampa lara. Perjumpaan denganmu, membuatku kembali membuka mata.. Tatapan mata yang meneduhkan Membuatku ingin tenggelam ke dalamnya mencari tau hingga dasar seperti apa sebenarnya dirimu Aku yang sedang patah karena luka, kembali membuka memberanikan diri untuk mencinta, Dan dari-hal hal yang kemudian mendekatkan kita, semakin membuatku ingin lebih mengenalmu.. mungkin terlalu cepat, mungkin terburu-buru entahlah.. bertemu denganmu membuatku berhenti mencari. membuatku ingin mencintai kembali, aku tau,kamu bukan laki-laki yang mudah untuk menjatuhkan hati, memang aku tak pandai untuk menggantikan dirinya yang pernah ada dihatimu, masa lalumu yang masih membayangi langkahmu, yang masih sering kau agung-agungkan, tak apa buatku, meski cemburu, aku tak keberatan asal kau bersamaku dan kita saling menyembuhkan.. akupun bukan orang yang mudah jatuh hati namun entah, padamu tanpa perlu penjelasan bagaimana kamu, aku jatuh hati tanpa alasan..
yang kunikmati saat ini aku bersyukur mencintaimu,
semoga kau tak keberatan dicintai olehku..
DIA
teruslah berpura-pura sampai kau lupa kau sedang berpura-pura, mencintaiku :)
Lelaki dalam Tanda Tanya ?
Padamu yang penuh akan teka-teki tak terprediksi… Banyak tanya bergelayut mesra atasmu. Atas segala tingkahmu. Sikap manis yang kau tujukkan untuk apa? Berbagi kisah denganku apa menyenangkan? Bercerita denganku apa membosankan? Apa kau akan mengutuki hari jika sehari tanpa kabarku? Apa kau akan menggerutu jika aku lama membalas pesan? Jangan dulu jawab iya, aku takut terlalu bahagia. Sedang hadirmu kini masih tanda tanya..
Aku rasa yang tak bersambut Ku lempar kearahmu namun kau biarkan terjatuh Aku harap yang menyemogakan rengkuhanmu, Namun pelukmu hanya untuk seseorang yang ada diharapmu Aku sesabar ini Menunggu suratan yang tak mungkin tersurat Aku seikhlas ini, Ikhlas menunggu walau tak tahu arti kedatangan Tanjung duren, 28 Mei 2017
Ibu aku hanya bisa menulis; sajak-sajak yang tak jua membuat kita kaya kadang-kadang aku merasa bahagia hidup di dalam kata-kataku sendiri; imajinasi yang tak mengenal rupiah dan harga diri
Aku pernah melayang karena cinta lalu terhempas keras penuh lebam dan luka. Aku tak menyerah, aku bangkit lagi membuka hati meskipun itu susah. Tapi lagi-lagi hatiku terpaksa patah. Bahkan lebih parah. Semua yang mendekat hanya sesaat. Lalu melesat tak terlihat. Semua hanya mencoba bukan berniat bersama. Aku sudah kehilangan sebelum ada dalam ikatan. Kenapa datang memberi harapan jika tujuanmu untuk meninggalkan? Apa cinta bagimu memang begitu? Apa hancurku adalah senyumanmu? Aku trauma untuk percaya. Hatiku tak lagi tertarik pada cinta. Jangan salahkan aku jika sekarang semua perhatian hanya kubalas pengabaian !!!
Sembuhkanlah aku dari penyakit menahun ini, Luka bekas pengkhianatan Yang sayangnya ternyata adalah kepayahanku dalam mengendalikan