seen from China

seen from Austria
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Venezuela
seen from Spain

seen from Canada

seen from Suriname
seen from Puerto Rico
seen from India

seen from Australia
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Australia
seen from Russia
Memetik, Kemudian Menebar
Asramanya di Surabaya, pembinaannya bisa dari mana saja. Tulisan ini dipetik dari salah satu agenda pra-pembinaan setelah kurang lebih sepekan pembinaan bagi penerima manfaat beasiswa Mutiara angkatan 10 berjalan. Kalau kata Ust. Salim A. Fillah, memetik kebaikan dari langit, tak lupa menebar kebaikan ke bumi. Ini kini – dan seterusnya, dalam tahap belajar. Semoga bermakna:)
Selalu ada pelatih hebat, di setiap pelaku sejarah yang hebat.
Pelatih yang memang ahli, akan memberikan sudut pandang baru, perbedaan yang sangat penting.
Pelatih yang memang ahli, akan dapat mempercepat proses belajar yang harus dilalui.
Pelatih ahli, akan mampu melihat kekurangan anak didiknya dan menentukan metode paling pas untuk menunjang anak didiknya melaju ke tahap yang lebih.
Pelatih yang baik, akan selalu mengajarkan konsep dan teknik fundamental yang benar sedari awal.
Pelatih yang baik, akan membantu anak didiknya untuk menjadi lebih mandiri dalam mengembangkan diri.
Sehingga, suatu saat nanti ditemuilah titik di mana mereka tidak lagi bergantung pada si pelatih.
Sehingga, akan dapat diminimalisir munculnya frustasi pada anak didik karena merasakan kesulitan saat alami metode yang 'aneh'.
Sehingga, dalam kisah Mozart, belajar bermusik pun akan seperti belajar bahasa ibu.
Bakat pun tidak semata bawaan dari lahir, tetapi dilatih dan diajarkan.
Kalau Strength Finder mengasumsikan bahwa setiap performa yang bernilai nyaris sempurna membutuhkan keberadaan bakat-bakat alami, ini dimaksudkan:
Each person can learn to be competent in almost anything
Setiap persona bisa belajar untuk menjadi kompeten di setiap bidang
But also
Each person’s greatest room for growth is in his or her areas of greatest weakness
Setiap ruang ter-kacaw untuk insan mengembangkan dirinya, ada di mana kelemahan terbesarnya berada
Artinya, sebagai manusia memang suatu lumrah kita dapat beradaptasi di ragam kondisi. Tetapi, usaha keras itu.. kacaw!
We should try to focus on training & educating about our strengths, then figuring out the ways to build on these strengths. Rather than on remedially trying to plug our 'skill gaps'.
Itulah kenapa penting mengenali bakat, daripada wasting time, kan? Meski sudah usaha sebagaimanapun juga, di antara dua; mengusahakan apa yang menjadi strenghtness dan apa yang ada di area weaknesses, bukankah sudah terlihat mana yang hasilnya punya nilai lebih dekat dengan kata sempurna?
Nah, lebih jelasnya, rumus Strength ini dapat diperoleh melalui penjabaran berikut ini:
Bakat x Investasi = Strength
Dengan keterangan:
Bakat – yaitu pola pemikiran, perasaan, atau perilaku yang senantiasa muncul dan bisa secara produktif diaplikasikan
Investasi – dalam hal ini adalah waktu yang kita habiskan untuk melatih dan mengembangkan skill, dan membentuk basis pengetahuan kita
Strength – goals; kemampuan seseorang untuk secara konsisten menghasilkan performa yang nyaris sempurna
Source: Tulisan Coach Rio Purboyo via riopirboyo.com | Beasiswa Mutiara Batch 10
Tulisan : Mengenal dirimu via Talents Mapping ( Bag. 2)
Setiap orang memiliki lintasan kehidupannya masing-masing. Lintasan itu ada yang pendek. Ada yang panjang. Ada yang lurus semapai. Ada yang berliku. Ada yang mulus tak berintang. Ada yang keras penuh batu dan duri.
Tidak pernah sama. Tidak akan sama.
Maka Allah, yang Maha Mengetahui itu memberi kita modal untuk melalui masing-masing perjalanan lintasan kita. Yang diberikannya menjadi sebuah bentuk
View On WordPress
Esensi Bangku Sekolah
Bangku sekolah bukan hanya tempat untuk mengisi kepala dengan buku dan ijasah sebagai tropinya.
Pendidikan adalah ekosistem yang diciptakan untuk mengembangkan potensi, melatih mental, dan pola pikir.
Apa yang terjadi bila potensi terpendam tak pernah dirawat?
Benar, individu yang stuck.
Tentu mental juga pola pikir berbeda antara tingkat seseorang, tergantung di tingkat mana telah mengenyam pendidikan.
Mengapa demikian?
Yang dipelajari dalam ekosistem pendidikan lebih kepada penguatan karakter dan mental.
Individu disuguhkan berbagai masalah berupa tugas, soal atau kewajiban lain untuk dilewati dan diselesaikan.
Pola pikir juga terbentuk manakala kepercayaan diri terbangun dari proses penyelesaian masalah yang berhasil, terus menerus.
Pola pikir antara SMP - SMA tentu berbeda.
Antara SMA - S1 juga berbeda.
S1-S2/S3 apa lagi.
Lupakan kepintaran atau IQ, bukan masalah itu. Ini tentang pola pikir.
Cara bepikir, cara menghadapi masalah, cara mengendalikan diri, cara mencari solusi, cara mengolah informasi, cara berkomunikasi dan berbagai cara untuk menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Semakin tinggi pendidikan yang dienyam, semakin besar kesempatan untuk menaikan kualitas diri.
Tuhan menciptakan bahan, kita yang merawat dan memaksimalkan.
--- Kala Lail
Cara Mengetahui Bakat Terpendam Diri Sendiri
Manusia adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh tuhan, mereka mempunyai kemampuan yang lebih dibandingkan dengan ciptaan tuhan yang lainnya. Selain itu juga, masing-masing dari setiap manusia diberikan keahlian khusus yang hanya dimilikinya. Adalah bakat, anugerah kemampuan alamiah milik manusia sejak lahir.
Bakat yang dimiliki manusia sangatlah berperan penting dalam kehidupan. Hal ini disebabkan karena dengan bakat seseorang akan lebih mudah mempelajari hal yang sesuai akan bakatnya, bahkan dengan usaha yang rendah dan hasil yang lebih baik, istilah kerennya adalah setengah usaha dengan dua kali hasil. Itulah kenapa tidak jarang kita menemui dalam kehidupan, seseorang yang dapat menguasai sesuatu dengan mudah padahal tidak pernah melakukannya.
Setelah mengetahui manfaat dari bakat, tentunya akan membuat kita menjadi semangat untuk mengetahui bakat diri sendiri. Tapi sayangnya, untuk dapat mengetahui bakat diri sendiri tidaklah mudah seperti membalikkan tangan. Ini disebabkan karena bakat terpendam dalam diri dan dibutuhkan kesadaran diri dalam mengetahuinya.
Meskipun begitu, Anda tidak perlu khawatir. Karena masih ada cara dalam mengetahui bakat terpendam dalam diri. Bagaimanakah cara mengetahui bakat terpendam diri sendiri? Daripada Anda penasaran, simak saja tips mengetahui bakat terpendam dalam diri dibawah ini.
Cara Mengetahui Bakat Terpendam Diri Sendiri
Mengenal Lebih Dalam Terhadap Diri Sendiri
Bakat terpendam ada didalam diri kita sendiri. Itulah mengapa bila Anda ingin mengetahui bakat terpendam, Anda harus mencoba untuk mengeksplor dan mengenal lebih dalam tentang diri Anda sendiri. Apa potensi diri Anda? Apa keinginan Anda? Apa kemampuan Anda? Semua hal serta tindakan yang Anda lakukan selama ini merupakan cermin dari bakat terpendam dalam diri sendiri.
Refleksi Terhadap Diri Sendiri
Bila Anda kesulitan dalam mengenal lebih dalam tentang diri Anda sendiri, cobalah untuk melakukan refleksi. Tindakan melakukan evaluasi terhadap apa yang Anda lakukan dan mengapa Anda melakukannya. Saat Anda mampu merefleksi diri sendir dengan baik, Anda akan menemukan bakat terpendam diri sendiri.
Apa yang Anda Sukai
Terkadang bakat yang terpendam sudah ada dipermukaan, hanya saja Anda tidak menyadarinya. Untuk memastikan apakah bakat memang sudah Anda ketahui atau belum, cobalah catat semua kegiatan yang Anda sukai. Periksalah satu persatu manakah yang memang menjadi bakat terpendam diri Anda sendiri.
Coba Kegiatan Menarik Lainnya
Disaat semua kegiatan yang Anda sukai ternyata bukan merupakan bakat Anda. Janganlah menyerah terlebih dahulu, masih ada cara mengetahui bakat diri sendiri yang lainnya. Cobalah untuk menemukan kegiatan yang Anda anggap menarik, lakukan kegiatan tersebut meskipun Anda belum pernah mencobanya. Pastilah dalam beberapa hal tersebut, Anda akan menemukan bakat terpendam yang Anda miliki.
Demikianlah bagaimana cara mengetahui bakat terpendam diri sendiri. Lalu bagaimanakah cara untuk membuktikan bahwa Anda telah mengetahui bakat? Tak perlu risau karena kami juga akan memberikan kepada Anda sebuah test bakat agar Anda bisa yakin terhadap bakat yang dimiliki.
Test Bakat Untuk Mengetahui Bakat Diri Sendiri
Test bakat dan minat yang kami lakukan ini akan menggunakan metode 8 kecerdasan manusia menurut Howard Gardner. Ini pernah kami bahas dalam 8 kecerdasan manusia, silahkan baca terlebih dahulu.
Menurut Howard Gardner, 8 kecerdasan manusia tersebut adalah :
Word Smart : Kecerdasan Bahasa
Logic Smart : Kecerdasan Logika
Picture Smart : Kecerdasan Menggambar
Body Smart : Kecerdasan Tubuh
Music Smart : Kecerdasan Musik
People Smart : Kecerdasan Sosial
Self Smart : Kecerdasan tentang Diri Sendiri
Nature Smart : Kecerdasan tentang Alam
8 kecerdasan ini bisa dijadikan sebagai pondasi bakat Anda. Nah, dibawah ini ada beberapa contoh kemampuan, pilihlah dan lingkari yang menurut Anda sesuai dengan diri Anda sendiri.
Saya menganggap buku sangat penting.
Saya bisa melakukan perhitungan di kepala saya.
Saya bisa menggambarkan sesuatu dengan jelas hanya dengan menutup mata.
Saya menyukai salah satu jenis olahraga dan berlatih secara teratur.
Saya memiliki suara yang indah.
Saya tempat curhat teman-teman.
Saya suka keheningan, memikirkan sesuatu dengan mendalam.
Saya bisa mendengar kata-kata sebelum saya membaca atau menuliskannya.
Matematika dan IPA adalah mata pelajaran kesukaan saya di sekolah.
Saya sensitif sekali terhadap berbagai warna.
Saya tidak bisa duduk berlama-lama.
Saya bisa menemukan kunci nada suatu lagu.
Saya menyukai olahraga beregu seperti badminton, sepak bola, voli.
Saya suka menghadiri ceramah, seminar, dan sejenisnya untuk menjadikan saya lebih baik lagi.
Saya lebih suka mendengarkan radio daripada menonton televisi.
Saya suka dengan permainan teka-teki,
Saya suka foto-foto dan merekam sesuatu.
Saya suka dengan pekerjaan yang menggunakan tangan dan menghasilkan sesuatu secara langsung, seperti menggergaji, menjahit, membuat prototipe dari sesuatu.
Saya sering mendengar musik dari radio atau CD.
Ketika punya masalah saya biasanya meminta nasehat teman.
Saya memiliki pemikiran tersendiri, tidak terpengaruh oleh pendapat-pendapat orang lain.
Saya sangat suka dengan permainan sejenis Scrabel, anagram, atau teka-teki silang.
Saya kadang-kadang bereksperimen didahului dengan pertanyaan, "bagaimana jika..."
Saya lebih suka permainan puzzles.
Saya biasanya mendapatkan inspirasi ketika saya jalan-jalan, joging, atau melakukan aktivitas olahraga lainnya.
Saya bisa memainkan salah satu alat musik.
Sedikitnya saya punya 3 orang sahabat.
Saya mempunyai hobby
Saya sering menghibur teman-teman dengan permainan mengucapkan kata-kata dengan cepat dan sejenisnya.
Saya berpikir sesuatu dengan linear, menemukan pola-pola tertentu pada sesuatu, atau melihat rangkaian sebab akibat dari suatu peristiwa.
Jika bermimpi, saya melihat mimpi itu dengan sangat jelas.
Saya senang melakukan aktivitas outdoor.
"Aku ga bisa hidup tanpa musik."
Saya lebih suka permainan sejenis monopoli atau congklak daripada video games.
Saya punya beberapa tujuan penting dalam hidup yang selalu terpikirkan sepanjang waktu.
Terkadang ada orang yang menanyakan arti kata dalam ucapan atau tulisanku.
Saya tertarik dengan perkembangan ilmu pengetahuan terkini.
Saya bisa menghafal suatu daerah dengan cepat.
Saya sering menggunakan gerakan tangan ketika berbicara.
Meskipun sedang di jalan, saya mendengar lagu dari TV atau radio di kepala saya.
Saya senang mengajarkan orang lain mengenai sesuatu, bagaimana melakukan sesuatu.
Saya melihat diri saya apa adanya. Saya mengetahui kelebihan dan kekurangan saya.
Bahasa Inggris, IPS, dan Sejarah merupakan pelajaran yang cukup mudah.
Saya yakin segala sesuatu dapat dijelaskan dengan logika.
Saya suka menggambar.
Saya "harus" menyentuh sesuatu untuk mempelajarinya.
Saya dapat belajar memainkan alat musik dengan cepat.
Saya sering dijadikan pemimpin oleh teman-teman.
Saya lebih sering menghabiskan waktu libur dengan menikmati sesuatu sendiri daripada berlibur di tempat yang sesak dengan orang.
Ketika di jalan raya, saya lebih banyak memperhatikan papan iklan daripada pemandangan.
Saya sering berpikir dalam bentuk konsep yang abstrak, susah dijelaskan baik melalui kata maupun gambar.
Geografi lebih mudah daripada matematika.
Saya menyenangi pengalaman-pengalaman yang menegangkan.
Saya dapat membedakan berbagai jenis suara meskipun dalam suasana riuh.
Saya tetap nyaman meskipun berada di kerumunan orang.
Saya rasa saya seorang yang independent secara emosional.
Percakapan saya seringkali diisi oleh hal-hal yang saya baca atau saya dengar.
Saya sering menemukan kesalahan proses berpikir orang lain.
Saya dapat membayangkan satu objek tertentu dari berbagai sudut pandang: misalnya dari depan, belakang, atas, atau bawah.
Saya orang yang mudah sekali berkoordinasi dengan orang lain.
Jika saya mendengar suatu lagu sekali saja, saya sudah bisa mengingat nada-nadanya.
Saya senang terlibat dalam kegiatan sosial.
Saya menuliskan pengalaman-pengalaman pribadi dalam blog atau diari.
Saya sering menuliskan sesuatu yang membuat saya anggap sebagai prestasi.
Saya merasa nyaman ketika sesuatu itu dapat diukur, dihitung, dipilah-pilah.
Saya suka membaca sesuatu yang disertai gambar ilustrasi.
Saya lebih senang praktek.
Saya kadang belajar atau bekerja sambil bernyanyi kecil.
Saya lebih senang menghabiskan waktu sore saya keluar rumah, mengobrol dengan orang daripada sendiri di dalam.
Saya senang wira-usaha dan ingin memiliki bisnis sendiri. Dan ini hasilnya.
Inilah Klasifikasinya :
- Word Smart
1 8 15 22 29 36 43 50 57 64
- Logic Smart
2 9 16 23 30 37 44 51 58 65
- Picture Smart
3 10 17 24 31 38 45 52 59 66
- Body Smart
4 11 18 25 32 39 46 53 60 67
- Music Smart
5 12 19 26 33 40 47 54 61 68
- People Smart
6 13 20 27 34 41 48 55 62 69
Sudahkah Anda melakukannya, bagaimanakah hasilnya? Apakah Anda termasuk word smart, ataukah logic smart, atau music smart, atau malah gabungan dari dua kecerdasan. Itulah yang menjadi bakat terpendam diri Anda sendiri.
Bakat is nothing
Tak ada yang namanya bakat atau istilah "aku dilahirkan untuk ini".
Yang ada adalah ridho
Orang apabila mendapat ridho atas apa yang dikerjakannya, maka muluslah jalannya. Seakan memang disanalah bakat yang dimilikinya.
Namun, sekeras apapun mencoba jika tak mendapatkan ridho dari-Nya, amat sukarlah jalannya. Seakan bukan disana keahliannya.
Maka, apa yang mesti dicari sebelum berusaha?
Mencari Ridho-Nya
Lalu, ketika sudah sedemikian payah berusaha keras dan tak menuai hasil. Husnudzonlah, terkadang Tuhan memang tidak meridhoi atas apa yang kau kerjakan, namun ingatlah, Tuhan lebih tau mana yang terbaik.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu. Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui".
(QS. Al Baqarah : 216)
--- Kala Lail
Kita adalah penulis buku kehidupan
Kita adalah penulis buku kehidupan. Kita menulis dengan tangan kita sendiri. Seperti para penyair sebelum Masehi. Tintanya akan terus melekat. Tak bisa dihapus. Kita harus tetap menulis. Membalik halaman demi halaman. Menambah jumlah bab demi bab.
Kita rasakan tokoh demi tokoh berhenti di tengah perjalanan. Perasaan-perasaan yang tumbuh itu kita bunuh. Kita mesti bertemu dengan tokoh baru. Meninggalkan yang lama. Plot harus dikembangkan. Bab harus dilanjutkan.
Kita rasakan halaman demi halaman menggores jari kita. Menumpuknya tiap bertambah. Ada halaman kosong yang harus ditulis. Dengan tangan kita sendiri tapi bukan dengan ide kita. Ada ide agung yang lebih berkuasa. Jalan seperti apa yang Ia tawarkan dan kita mesti menentukan. Apa-apa yang harus ditinggal dan dilupakan. Apa-apa yang mungkin ada di depan. Plot harus dikembangkan. Bab harus dilanjutkan.
Di dalam jeda menulis yang amat berat itulah, aku merindumu. Merindu tokoh-tokoh yang kukasihi. Merindu beberapa halaman yang pernah ku tuliskan. Merindu setting yang pernah menjadi tempatku pulang. Merindu musim yang pernah kita lewati bersama. Merindumu yang pernah ku harapkan. Menjalani semua bab hingga akhir.
Tapi, aku harus terus berjalan. Aku harus terus menulis. Bukan aku yang menentukan. Siapa yang bisa tinggal. Siapa yang harus pergi. Siapa yang mesti kutinggalkan. Aku harus terus berjalan. Aku harus terus menulis.
Maka, seperti biasa. Untuk menutup bab ini, ku tikam hatiku dalam-dalam. Bersiap menumbuhkannya lagi apabila musim itu datang.
Dalam jeda Bab 22/Hlm.365
--- Kala Lail
Terkadang Kita Takut Jujur Dengan Diri Sendiri
Terkadang kita takut jujur dengan diri sendiri
mengenai keinginan misal,
takut ditertawakan atau dianggap terlalu menghayal
mau mengatakan aku pengen jadi ini atau itu
tapi sadar kalau masih sedikit yang sudah dilakukan
dan pengalaman yang sudah-sudah mengatakan bahwa kita harus lebih realistis
karena keinginan sebelumnya, kita pun tidak berhasil meraihnya
tapi nampaknya, Berkata jujur pada diri sendiri lebih baik ketimbang malu dengan impian yang besar
Takut mencoba, takut berharap, takut gagal, takut kecewa.
Hari-hari kita hanya akan diliputi dengan ketakutan dan ketidakpastian
Nampaknya berkata jujur pada diri sendiri akan lebih menenangkan.
Aku akan bilang pada diriku sendiri :
"Wahai diriku, aku ingin menjadi ini dan itu, mari kita coba bersama. Aku tidak malu mengatakan pada semua orang jika aku menginginkannya. Keinginan kita kan sudah bulat, ini bukan karena kita naif dan memimpikan sesuatu karena menganggapnya 'hebat' tanpa memperhitungkan apa yang akan kita perjuangkan di depan, rintangan yang harus ditempuh, pengorbanan yang harus dibayar. Kita sudah memikirkannya ratusan kali kan. Ini bukan karena kita naif, tapi karena kita sudah memutuskan. Ayolah diriku, bukankah hidup adalah pilihan. Kita sudah tidak punya waktu lagi untuk ragu dan malu."
--- Kala Lail