Nasihat terbaik sekalipun, jika dijatuhkan di tempat dan waktu yang salah, bisa berubah menjadi beban yang menghimpit, bukan cahaya yang menerangi.
Menuangkan kata-kata bijak ke dalam hati yang sedang kalut atau belum siap, rasanya seperti menyiramkan air ke atas batu yang licin, ia hanya akan mengalir lewat tanpa pernah meresap. Ada kalanya, tempat terbaik untuk sebuah nasihat adalah disimpan rapat-rapat terlebih dahulu di dalam laci kesabaran, menunggu sampai badai di hati seseorang mereda.
Sama seperti dahan yang tahu kapan harus menopang kuncup dan kapan harus membiarkannya mekar, kita pun perlu tahu kapan harus bersuara dan kapan harus melukis kepedulian lewat keheningan. Sebab, ada momen di mana manusia tidak sedang membutuhkan kompas untuk menunjukkan arah, melainkan hanya membutuhkan pelukan atau sekadar teman untuk duduk bersama di dalam sepi.
Nasihat yang tepat di tempat yang tepat akan menghidupkan. Namun, tahu kapan harus menahan nasihat tersebut adalah puncak dari sebuah kebijaksanaan.
Layaknya Benih, Nasihat Butuh Tanah yang Siap. Tempatkan Nasihat di Waktu yang Tepat.
@clichemistry

















