Baru sadar bahwa ternyata menjalani peran seorang ibu pekerjaannya banyak banget.
Pagi-pagi harus sudah terbangun dengan setumpuk cucian yang menunggu, setelah semalaman terjaga demi membuatnya bisa tertidur pulas.
"Udah biar aku aja yang nyuci. Kamu temenin adek, biar gak nangis" Ucapku beberapa hari belakangan.
Dari sini aku mulai belajar bahwa arti sebuah kebersamaan adalah untuk berbagi peran.
Belajar buat menurunkan ego laki-laki yang gak malu ketika harus mencuci, membeli sayuran, memasak, atau mungkin mengambilkan dan menyiapkan minuman.
Kalau dulu sebelum punya anak masih sering minta "dibikinin teh hangat". Sekarang udah beda cerita. Mending nyalain kompor sendiri, lalu bikinin minuman sekalian buat semua.
Bukan karena tidak berani, tapi tidak tega melihat perjuangannya yang lelahnya mungkin engga berhenti-berhenti.
Cuma buat bikin adek diem dari nangisnya aja susahnya minta ampun. Belum lagi kalau tidurnya minta digendong semalaman. Duh, laki-laki belum tentu sabar.
Orang dulu bilang, laki-laki tugasnya cari duit. Iya memang, tapi perempuan juga bisa cari duit. Menjalani perannya sebagai perempuan yang butuh pengorbanan luar biasa.
Meski tidak bisa membantu semua perannya, setidaknya lakukan apa yang bisa dilakukan untuk membantunya.
Toh ternyata menyenangkan juga berbagi peran itu. Karenanya kita bisa merasakan arti sebuah kehadiran yang tidak bisa ditukar oleh apapun.
—ibnufir



















