Yang ada di otak sekarang (1)
Sebenarnya sih ga ada niat mau nulis ini hari. Tapi berhubung lagi di otak dan malas tulis di catatan gue lebih baik tulis aja di blog. Oke kita mulai.
Sejak kecil tapi lebih tepatnya kelas 4 sd gue sering ke Mesjid. Ya karena malu ga pernah sholat dan diajak teman untuk datang ke Mesjid sih. Itupun buat sholat jumat doang. Orang tua gue pun saat itu ga terlalu memaksa gue untuk belajar tentang agama dan hanya memberitahu kalo gue itu beragama Islam. Saat sholat jumat gue sering banget baca buletin yang tersedia di Mesjid saat itu, dan entah kenapa banyak yang gue ngerti walaupun ada juga yang gue ga paham. Memori gue tentang buletin ada banyak hal berbau sejarah. Kebetulan sejak nonton saving private ryan pas kelas 1 sd, gue selalu tertarik dengan sejarah. Dari sd sampai gue terakhir kali sholat jumat, selalu gue sempatin buat membaca buletin dan kalo bosan dengerin khotbah yang topiknya itu2 terus ya gue baca buletin dan tidak mempedulikan sosok yang ada di mimbar. Tapi ketika tadi gue nyuci perabotan makan, gue terpikir oh iya2 dari dulu bendera hizbut tahrir selalu ada di buletin yang gue baca itu. benar hizbut tahrir!!! hizbut tahrir saudara-saudara!!
Ya dari dulu sampai 3 tahun lalu sih gue nganggap hizbut tahrir hanya lembaga kayak muhamadiyah gitu. Gue pun ga peduli dengan lembaga-lembaga kayak gitu, secara di rumah gue ga ada afiliasi. Tapi ya ketika gue lihat-lihat di billboard kampus, gue melihat poster mereka yang menyalahkan demokrasi dan mendukung khalifah. Dalam hati gue saat itu adalah ini ga bener dan mulailah gue ga menyukai gerakan hizbut tahrir karena dukungan mereka yang benar-benar gila terhadap kekhalifan.
SMP adalah pertama kali gue mendengar khalifah, dan gue pun saat itu ya condong mendukung ada khalifah karna waktu itu gue merasa Islam itu lemah dan lagi dalam masa kegelapan. Ya maklum saat itu gue masih sekolah di sekolah yang berwawasan islam. Tapi ya waktu itu gue pun belum berkenalan dengan wikipedia, yang menjadi sumber bacaan gue sehari-hari. Gue pun dapat dikatakan saat itu mendukung terciptanya negara Islam. Tapi ya sebagai remaja gue ga pernah mikirin lebih lanjut hanya mikirin saat itu.
Ketika SMA pun gue masih bersekolah di sekolah yang berwawasan islam cuma beda yayasan aja sih. Dan awal-awal gue ngelanjutin kebiasaan gue jaman SMP yang hanya mikirin saat itu dan membakar duit orang tua dengan memodif motor dan berhedon ria. Sampe sekarang masih sih cuma ga kayak jaman itu dan ga modif motor lagi. Suatu kesempatan ketika gue diajak teman SMP yang juga satu SMA dengan gue, sebut aja namanya andromeda ke toko buku beken. Tiba-tiba gue teringat akan kenangan masa kecil gue yang dulu sering ke perpustakaan di kota dulu gue kecil hampir tiap minggu dan membaca buku-buku dalam bahasa inggris seperti where's Waldo dan melihat-lihat buku yang ada foto-foto pesawat dan kapal.
Cuma ya karna gue bingung mau ngapain dan mau beli apa jadi gue pun ke rak sastra. Disana terletak buku A.A. Navis yang berjudul "Rubuhnya Surau Kami". Dalam hati gue melihat judul ini buku parah banget, menceritakan bagaimana surau roboh. Kebetulan gue besar dengan budaya Melayu dari pihak nyokap jadi ngertilah apa itu surau. Ya gue belilah buku itu ternyata setelah gue baca dlm 1 hari, saat itulah gue nemuin lg passion gue sebagai kutu buku. Wait kok jadi cerita yang kayak gini. Yasudah lah.
Oke lanjut cerita tentang khilafah dan negara islam. Pernah suatu saat gue bertanya pada adik kelas gue. Lupa gue namanya siapa tapi ya berbau2 arab gitu dan dia bukan arab sih. pertanyaan gue tuh kayak gini:
A: Menurut lu gimana kalo Indonesia jadi negara Islam.
B: kita kan muslim dan hukum islam harus jadi panutan hidup kita bukan hukum lain.
A: Terus orang kristen dan lain-lain gimana ?
B; Kan bisa kita akomodir sesuai dengan hukum islam.
Pulang dari sekolah gue pun seketika cari buku pelajaran sejarah dan langsung menuju ketika pemberontakan NII. Habis membaca tentang NII, gue pun berpikir kalo Kartosuwiryo berjuang untuk negara Islam kenapa dia dicap pemberontak. Karena terus gue pikirin dan ga mau let it go. Jadi mulailah gue buka wikipedia yang english tapi. Dari awal SMA gue udah sering sih buka wikipedia tapi ya buat baca tentang perang-perang dan kendaraan militer serta sejarah peradaban jaman dulu. Dari wikipedia gue membaca bagaimana kekhalifan setelah jaman para nabi meninggal dan bagaimana pada akhirnya kekhalifan itu jatuh tangan ke Ottoman serta akhirnya berakhir kekhalifaan pada tahun 1922. Dan pada akhirnya gue pun menarik suatu kesimpulan bahwa ada yang salah dengan khalifah itu:
1. Kekhalifan setelah jaman khufaur rasyidin bersifat bagaikan monarki, dimana khalifa berasal dari keluarga khalifah sebelumnya
2. Seorang Khalifa itu tidak pasti bersikap seperti orang yang layak jadi teladan
3. Dan rentan dengan kepentingan pribadi sang khalifah
Waktu gue menarik kesimpulan itu adalah saat awal-awal gue mulai menjauh dari agama. Tapi belum kayak sekarang sih, dulu gue masih sholat, masih meyakini hari akhir, masih menyesal habis minum alkohol, dan selalu mengucapkan basmallah sebelum minum alkohol. Udah malas gue cerita kenapa gue sekarang menjauh dari agama.
Aaaah kok jadi kayak gini tulisannya, jadi intinya, hal yang gue kritisi dari perjuangan teman-teman hizbut thahir adalah:
1. Kalau khilafah dibangun lagi siapa yang jadi pemimpin seluruh umat ?
2. Itu khilafah yang kalian ingin capai dalam bentuk kayak gimana ? monarki atau kayak republik gitu ?
3. Bagaimana cara kalian mencapai khalifah kalau kalian kerjaannya hanya menyalakan agama lain, negara lain, sistem yang ada sekarang ataupun pemikiran orang lain secara terang-terangan lewat demonstrasi yang merupakan salah satu cara demokrasi ?
4. Dan kalian itu realistis ga akan tercapainya khilafah kalau melihat keadaan sekarang dimana persepsi orang tentang khilafah sedang buruk karena ISIS ?
Gue pun agak sependapat dengan teman gue, sebut aja namanya Dilla, bahwa orang-orang kayak mereka itu terbawa romantisme jaman. Iya romantisme jaman dulu, jaman ketika Islam jaya-jayanya. Mereka hanya melihat sisi baiknya jaman itu tetapi ga melihat sisi buruknya. Kalo kata teman gue yang bukan muslim sebut saja namanya Yogi, orang-orang kayak mereka itu adalah orang-orang yang melihat dunia itu hitam-putih. Mereka merasa khalifahan itu benar dan ga ada cacatnya. Sedangkan jaman sekarang tanpa khalifahan itu salah dan banyak cacatnya.
Emang sih opini orang tentang konsep kekhalifan dll itu subjektif. Tapi ada baiknya kita mempertimbangkan banyak hal terutama sejarah dan keadaan kontemporer. Kita ga bisa secara buta mendukung sesuatu karena menurut kita itu benar. Itu sama aja kayak kita belum dewasa dan masih anak-anak. Mungkin karena itu kali ya kenapa di Indonesia itu berita diisi dengan hal-hal yang ga penting kayak, larangan mengucapkan selamat natal. Sedangkan negara lain sedang berlomba-lomba menuju luar angkasa.