Februari
Hari kedua bulan Maret. Ketika dikepala isinya harus revisian dan juga memulai untuk membuat draft thesis, yang saya lakukan malahan sesuatu yang lain, seperti misalnya sekarang malah mencoba untuk menulis Tumblr. Padahal draft revisi kasus udah dibuka sejak tadi. Ehm, dasar manusia.
Oke. Sedikit flashback mengenai bulan Februari kemarin. Dibandingkan awal tahun di bulan Januari, setidaknya perasaan saya berangsur semakin membaik. Alhamdulillah, setidaknya sudah bisa lebih bernapas panjang, walaupun dibalik setiap helaan napas masih ada residu ketidak bahagiaan yang saya biarkan terus menerus melekat pada diri saya. Untuk itulah, saya sadar bahwa mengikhlaskan itu bukanlah perkara mudah.
Februari diawali dengan keikutsertaan menjadi pendamping di Kelas Inspirasi Bandung. Padahal niatan untuk “cuti” selama setahun ini dari kegiatan kerelawanan (dikarenakan harus menuntaskan akademik) jadi buyar karena sayanya lemah hehehe. Atas ijin orang tua, saya kembali hadir di Kelas Inspirasi dan menjadi pendamping. Agak aneh ketika orang tua mengiyakan, mungkin karena ngeliat saya rungsing karena harus menghadapi sidang HIMPSI, jadi saya dibiarin aja main main.
Menjadi pendamping dan kemudian menjalani sidang dan Alhamdulillah dinyatakan layak menjadi Psikolog, menjadi suatu moment kebahagian sendiri bagi saya. Bukan hanya itu, kehadiran orang baru ataupun teman lama, dimana kami dipertemukan untuk berbincang-bincang santai dan ternyata mengajarkan sesuatu yang selama ini saya cari . Lalu saya merasa menjadi diri saya di lingkungan saya yang sekarang, dengan orang-orang yang ditunjukan olehNya. Orang-orang yang bukan hanya memahamimu, namun juga senantiasa menunjukan jalan kebaikan. Saya masih terus berusaha dan juga meyakini terus bahwa Allah mah gak tidur, dan Allah tahu yang terbaik. Walaupun terkadang ada perasaan kesal di dalam diri atas kejadian kemarin yang dirasa tidaklah adil bagi saya.
Proses itu terus ada. Coba pasrah dan ikhlas terus yah Nka, sambil terus berusaha.











