Kenangan
Pada saat itu kami berkenalan.
"apa hal yang kamu sukai?" tanyanya.
"mengobrol" aku menjawabnya.
"aku tak pandai, bagaimana dengan mendengarkan?"
"tak apa" jawabku sambil meyakinkan.
Kemudian dia mengungkapkan:
"kamu pandai sekali berbincang dan aku selalu antusias mendengarkan, parasmu dan mimik wajahmu selalu membekas diingatan. Setiap bertemu, aku selalu penasaran dengan ceritamu. Tidak pernah sekalipun aku bosan. Selama kamu menceritakan, kamu juga selalu menirukan apa yang kamu temukan. Hal menarik yang membuatku selalu penasaran dan tidak sabar menunggu ceritamu di hari keesokan".
Begitu katanya sebelum kami dilanda perpisahan. Aku sudah tidak punya seseorang yang baik dalam mendengarkan. Kosong jiwaku selama ini merindukan. Entah di mana dirimu sekarang tak bisa ku temukan.
Aku tidak tahu apa maksud Tuhan dengan kekuatannya yang maha membolak balikkan perasaan. Apakah kembali dipersatukan ataukah digantikan? Aku hanya bersabar menantikan apa yang sudah ditakdirkan Tuhan.













