"Apa sih yang terlintas dalam benak kita jika mendengar 2 kata; nikah massal?"
Saat itu aku langsung memberi pernyataan spontan "biaya nikah mahal. orang-orang bilangnya nikah massal itu karena kurang biaya".
Tidak hanya orang lain saja yang menganggap seperti itu, aku pun pernah berada di perspektif yang sama; Anggapanku, pasangan itu ingin menikah dengan budget seminimalis mungkin + anti ribet.
Akupun sempat tersentak kaget dan bengong (mungkin karena materi munakahatku kurang jauh bacaannya). .
"beberapa kasus yang ditemukan di lapangan yang terjadi para pemulung biasa kumpul kebo. Biaya hidup mahal, untuk menikah juga tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan."
Tapi berbeda dengan nikah massal yang aku datangi 3 hari yang lalu 15 Juni 2019. Akadnya ba'da subuh, acaranya dibarengi silaturahmi syawal, dan ikhwan dan akhwat tempat berkumpulnya terpisah.
NIKAH BAROKAH namanya. Pernikahan massal untuk santri ataupun kenalan (rekomendasi) santri. Kegiatan ini digagas oleh salah satu pesantren yang pesantrennya sudah tersebar di berbagai pelosok nusantara (sebut saja Pesantren Hidayatullah).
Tahun ini nikah barokah hidayatullah chapter Jawa Timur diadakan di surabaya, diikuti oleh 7 pasang pengantin. Sebagian besar mereka tidak menanamkan benih benih cinta atau berpacaran dengan calon pasangan sah hasil ta'aruf, sebelum mitsaqan ghaliza digetarkan dengan lantangnya akad dari sang mempelai pria.
Beberapa penuturan ustadz dan ustadzah di pesantren hidayatullah yang menjadi panitia maupun alumni nikah barokah menyatakan bahwasanya cara memasangkan para peserta yaitu seperti halnya mencari jodoh yang syar'i.
Ta'aruf - Nadzor - Khitbah - Akad 💕
Sembari teknis itu berjalan, para peserta dan ustadz-ustadzah tim panitia dan senior pesantren ikut menyukseskan kegiatan pembangunan peradaban ini dengan sholat istikharah.
Ya, istikharah itu luar biasa gunanya. Selain untuk pemantapan hati,bisa pula supaya pilihan tersebut akhirnya dipilih bukan hanya karena nafsu liar tetapi karena mengharap ridho Allah.
"Mbak, nikah barokah itu udah bertahun-tahun. Dan biasanya presentase perceraiannya kecil. Tahun angkatan saya nikah itu ada 40 pasangan, yang cerai hanya 1. Angkatan diatas saya 45 pasang, dan yang cerai 1."
Ungkapan seputar pernikahan dari para ustadz yang mengisi dan beberapa kali menggaung di pesantren ini;
📍 Disini salah satu pelanggaran syariat adalah berpacaran. Pacaran haram, Nikah halal.
📍Menikahlah. Allah yang akan mengayakan antum.
📍Kita sedang membangun peradaban islam, dan antum pondasinya.
📍Bukan mengejar kuantitas keberhasilan melahirkan banyak anak, tetapi kualitas diri dan anak yang ada dalam keluarga antum kelak yang akan dipertanggung jawabkan. .
Kuncinya ketika hambanya bertawakkal maka Allah cukupkan dirinya. Iya percaya deh.. Allah akan Cukupkan sesuai asma-Nya: Yaa Muqit.
Aku menyimpulkan bahwasannya dengan tetap berlangsungnya nikah barokah, stigma 'nikah karena (biaya) gengsinya yang mahal' atau stigma 'proses nikah syar'i seperti beli kucing dalam karung' dapat dipudarkan.
🌿-----------------------------------🌿
"Mbak tahun depan ya ikut nikah barokah ?"
"Wallahu 'alam ustadzah.. >//////<"
Surabaya 18 Juni 2019: 22.17