Pagi tadi aku terbangun dan menyadari, telah begitu lama aku hidup di Dunia ini. Telah begitu lama aku menjadi putri ayah, sejak pertama kali lahir kedunia ini, hingga hari ini aku menghitung, 26 tahun lamanya aku menjadi putrimu ayah. Until today, I still counting. Sejak tangis pertamaku saat terlahir, hingga kini setelah menjadi dewasa, aku masih mencoba mengingat, sudahkah aku berhasil membuat ayah bangga? Sudahkah aku berhasil mengukir senyum bahagia bibir ayah? Sudahkah aku berhasil membuat ayah merasakan kebahagiaan seperti ayah yang selalu berusaha membuatku merasa beruntung ada ayah disini untukku. Terima Kasih ayah, karna selalu memberikan yang terbaik untukku, putri kecilmu. Terima kasih, karena mengorbankan semua hal yang ayah miliki hanya untuk bahagiaku, mendahulukan kepentinganku, yang selalu percaya padaku, yang selalu percaya kalau aku bisa saat aku berfikir untuk menyerah. Maaf, karna hingga hari ini saat aku sudah beranjak dewasa aku masih belum bisa membalas semua pengorbanan ayah. Maaf, karena hingga hari ini aku masih sering membuat ayah merasa kecewa. Maaf, karena hingga hari ini masih terlalu sering mendebat ayah. Maaf, karena lebih sering membantah daripada mendengarkan. Maaf, karena sering merasa paling tau apa apa yang kumau tanpa berfikir itu baik atau tidak untukku. Maaf, bahkan hingga hari ini aku masih terlalu gengsi untuk mengatakan kalau aku menyayangi ayah, masih terlalu arogan untuk mengakui kalau aku sangat mencintai ayah. Dan Masih sering merasa malu untuk mengatakan kalau aku merindukan ayah. Ayah, bahkan hingga kini, aku Masih Saja merasa kalau aku tetaplah putri kecil ayah. Jika boleh jujur, aku tidak siap untuk dewasa secepat ini, aku Masih ingin Jadi putri kecil ayah. Bermanja - manja pada ayah seperti dulu saat masih kecil. Ayah, aku masih tetap putri kecilmu. Sekali lagi, terima Kasih & maaf ayah. . . #21032017 WR. Daulay -Putri Kecilmu- #ayah #terimakasihayah ā View on Path.