Meskipun hujan batu di tanah halaman dan hujan emas di tanah rantau, aku tegas memilih tinggal di kampung halamanku.

#extradirty
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

Love Begins
No title available
Keni
AnasAbdin
Peter Solarz

★
occasionally subtle
🪼
No title available
Today's Document
Jules of Nature

pixel skylines
Xuebing Du
noise dept.
Three Goblin Art
styofa doing anything
tumblr dot com
h

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Chile

seen from United States
seen from United States

seen from Austria
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Italy
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Austria

seen from Malaysia
@saka-kata
Meskipun hujan batu di tanah halaman dan hujan emas di tanah rantau, aku tegas memilih tinggal di kampung halamanku.
Sifat seseorang bisa dilihat dari cara dia bicara dengan orang tuanya.
Mereka diciptakan untuk kesalahan-kesalahan yang dihalalkan. Menindas kebaikan diatas kebajikan. Menulikan kami yang buta. Kami sudah tuna. Jangan paksa kami menenggak tuak mereka. Mabukan kami dalam siasat manis. Terbuai kami, sementara mereka pesta akan gono gininya.
Berlubang hatinya, tak ada satu katapun menutup itu. Air muak mengaliri ragad. Lupa memberi jiwa pada tiap arus. Tak ada lagi nadi dalam susur. Yang mereka lakukan hanya serapan tangis dan jerit. Yang mereka perbuat hanya membuat kami ingin mengemis di jalan. Mengemis padamu, paduka pemilik kemuliaan. Memohon pendusta seperti mereka lekas dituntaskan. Anganku sekarang milikmu paduka. Untuk kau kobarkan atau mungkin kau padamkan. -sakakata
Kapal akan mudah terombang-ambing tanpa jangkar, sama halnya manusia tanpa akal. Tanpa akal manusia mudah digiring ke kiri kanan.
Jangan sekali-kali menyakiti orang yang baik hati dan murah senyumnya, karena dia hanya bisa menyimpan kesakitan yang kau kasih untuk ia pendam dan busuk di dalam sanubarinya.
Ada miliyaran wanita lahir dari rahim ibunya. Banyak yang tercipta sempurna. Hakekat manusia memang begitu adanya, dicipta oleh Tuhannya. Dan aku ini, seonggok daging dengan tulang belulang yang bersyukur dipertemukan dengan salah satu anugerah-Nya, yang istimewa layaknya dirimu. Berharap bisa kulindungimu. Membendung segala peluh dukamu. Aku memang tak harap dipuji. Hanya dikasihi oleh ribuan kata renjanamu. Pada dasarnya, aku tak mampu memberimu permata. Sekadar nada yang membuat hidup kita lebih berirama. Meski terkadang noda, membuatmu terpaksa harus mencucinya. Aku itu pencuri yang siap digebuki. Bernyali tuli merampas hati. Berharap mata manismu kau gunakan untuk melirikku yang nista ini. Tataplah apa adanya ragaku, bukan ada apanya dengan rupaku. Aku tiadalah anak kolong juga anak cukong, yang hendak kau pamerkan. Akulah insan belaka dengan segala nurani, berharap kau dampingi untuk kita saling berdiri, membangun mahligai yang kenan kita syukuri.
-sakakata
Berusahalah menjadi terbaik kapanpun dan dimanapun, karena inilah panggung kompetisi dihari penghakiman.
Banyak Makna dari sujud dalam surau. Banyak cerita dari lonceng di gereja. Banyak arti dari dupa di pura dan vihara. Bangsa ini telah dimerdekakan dari satu yang beda. Dimana perbedaan adalah kekuatan mutlak untuk negeri yang jaya. Ketika toleransi dijunjung tinggi. Tak sedikit prestasi membangun nagari madani. Negeri tanpa intimidasi.
Terkadang orang harus sadar. Tanah ini tiada milik satu golongan, satu ras, juga satu agama. Adalah persatuan tombak perjuangan. Niscaya segalanya bisa ditandaskan.
-sakakata
Laksana negeri ditimpa kelaparan. Penduduknya miskin dan mati. Tapi tidak sekaligus. Mula-mula yang lemah lebih dahulu. Yang kuat menahan lapar kemudian. Negeri naas. Kutanyakan pada dewi pemilik keadilan. Neracanya nampak timpang. Mata terbelalak. Dihunus pedang di tangan kanan. Dihujamnya siapa yang menentang. Miris tapi itulah yang diwajarkan.
Penguasa menjadi asasnya. Rakyat menjadi sasaran tembaknya. Sengaja pisau tajam ke bawah. Dibiarkan menjajah kaum rendah. Bengis tapi itu yang diwajarkan.
Bandit kantor berleha-leha melancarkan aksinya. Mengorek habis isi laci negara. Sedangkan nenek-nenek dicambuk kayu bakarnya. Tragis tapi itu yang dilazimkan.
Segala pinta dalam perundungan. Semoga kuat negeri kebohongan.
-sakakata
Terkadang orang terlalu serius mempedulikan kekurangannya sendiri, sehingga lupa akan kelebihannya.Apa yang sebenarnya menjadi potensi untuk mengembangkan suatu keadaan hidup harus pupus.
Hal ini ibaratkan kita menanam sebuah mawar, dengan penuh asih kita rawat. Sengaja kita taruh di tepian jendela agar mendapatkan sinar fajar yang berkecukupan. Namun ketika ia tumbuh mempesona, tumbuh juga duri yang kadang kala menggoreskan luka ke kulit kita. Akan hal itu, kita menghiraukan mawar itu, dibiarkan membusuk dan kering. Dengan memandang kekurangan, meskipun hal kecil tapi kita terlalu mendalaminnya, kita melupakan segala kelebihnya. Padahal mawar itu dapat mekar dengan indahnya jika kita mengabaikan durinya.
Aku bukanlah raja, dan kau bukan dayang-dayangku. Jangan harap aku menuruti kata-katamu.
Aku hanya ingin menjadi sedikit, dari mereka yang banyak. Aku hanya ingin menjadi beda, dari mereka yang sama. Aku hanya ingin menjadi diam, dari mereka yang bersuara. Aku hanya ingin menjadi salah, dari mereka yang merasa benar. Aku hanya ingin menjadi sederhana, dari mereka yang kaya raya. Aku hanya ingin menjadi sudra, dari mereka yang brahma. Aku hanya ingin menjadi rakyat, dari mereka yang menginginkan tahta. Aku hanya ingin menjadi kecil, dari mereka yang besar.
Tapi aku tak ingin menjadi hina, dari mereka yang berkuasa, dari mereka yang sempurana, dari mereka yang maha dewa.
-sakakata
Malam ini nampak beda dari malam sebelumnya. Kala mimpi merayu melambaikan cumbu. Tiba lara melintas menepak dada. Rasa ini tak tahu lagi kemana arahnya. Kalut dalam larut yang menghantarkan lelap. Lenyap tak berakur layaknya cerita.
Ada apa dengan asa yang tak lagi membara? Ada apa dengan awan yang tega menutup purnama? Batin ini patut sendu pada ribuan bait gulana. Pada haluan yang hilang entah kemana.
-sakakata
Mencari perempuan itu bukan yang baik rupanya, semakin dewasa rupa bisa menua. Cari yang cerdas otaknya dan baik hatinya, semakin dewasa akan makin matang otak dan hatinya.
Anas Sebtu Prawira
Terkadang yang terlihat kecil memiliki dampak yang besar
Banyak orang diam karena jika dia bertingkah dan berujar sesuka hati, dia akan dicaci, direndahkan, dihina, dijatuhkan, dimusuhi. Tapi bagiku lebih baik dipukul untuk berkoar kebaikan, daripada diam menghindar tidak peduli.
Anas Sebtu Prawira
Gedung tuan nimpa talang. Angkuh tertelanjang. Biarlah dahan tuan meninggi setinggi lawang. Angin hendak menerpanya dalam tenang. Roboh merebah-rebah. Koarkan saja peluru merajam. Banyak belati siap menikam. Baris tak pandang lawan perang.
Siapa tuan berani merendahkan sesama tiang. Lidah nan tajam. Namun mudah dijumudkan. Nistaan Tuan sendiri melakukan. Laralah jubah tuan. Sadar tapi hindar. Biar api membakar perapian. Nanar. Sisakan abu penyesalan di lubuk tuan.
-sakakata