Millennial Parenting by Liliek Andriani (Mama Wilson)
hei sudah lama nih ga mengudara bersama sepedakertas. setelah hiatus cukup lama akhirnya berani lagi nulis.
kali ini kita bahas ringan ringan aja yah..
kebetulan beberapa waktu lalu saat dibandara ketemu sama salah satu business influencer yang terbilang masih sangat belia 22 tahun usianya, sejenak ngebayangin umur segitu lagi ngapain ya? ya mungkin pada usia segitu lagi asik asiknya nongkrong gajelas, wasting time, wasting money, dan kebetulan banget pesawat meow air lagi kumat jadi delay, ya hoki seumur hidup kepake semua sih ini kayanya jadi bisa ngobrol lebih jauh lagi sama beliau beliau ini.
Wilson Tirta namanya dia remaja yang terbilang cukup dewasa diusianya 22 tahun dia udah menjalani kehidupan yang bahkan saya sendiri 29 tahun belom menjalani, soal Wilson Tirta kita akan bahas lain waktu, dengan anak sehebat dia jadi penasaran gimana sih model paretingnya? apakah strict, diktator, atau yang kaya gimana? bukannya ngebandingin tapi lebih ke kaya bingung aja, saya yang dari kecil ketemunya sapu, omelan, dan cubitan umur segini masih gini gini aja ga berlebihan tapi juga ga kekurangan banget.
akhirnya berbekal rasa kepo dan sedikit kemampuan jurnalistik yang didapet waktu kuliah, dan si business influencer ini kayanya lagi sibuk nontonin layar ipad akhirnya mulai ngeberaniin diri untuk ngobrol bareng sama mamanya.
Beliau bernama Ibu Liliek Andriani, yang setelah saya ngobrol lumayan lama lebih dikenal dengan nama Mama Wilson, sekaligus menjadi ibunya para influencer di surabaya.
kembali ke cerita tentang ibu Liliek Andriani ternyata pola asuh yang digunakan itu bukan yang ribet lho justru lebih ke hal sederhana namun mengena contohnya beliau selalu memberi kebebasan bagi anak anaknya dalam hal menentukan pendapat, dan masa depannya, selama anak itu yakin bahwa mereka bisa membawa dampak positif bagi dirinya dan menjadi saluran berkat bagi orang lain serta bertanggung jawab atas pilihan mereka, dan hebatnya mereka semua di didik seperti itu bahkan sejak balita, dan beliau bercerita kepada saya bahkan anaknya menghasilkan 1 juta pertamanya di usia 6 tahun, cerita ini lucu sekaligus membuat saya sedikit merasa sedikit gagal sebagai manusia pasalnya Ibu Liliek beserta suaminya seumur hidup hanya mebelikan mereka mainan sekali dan apabila mereka menginginkan mainan baru ya bagaimana caranya mereka harus bisa beli sendiri misalnya dengan menabung atau menjual mainan tersebut, dan mereka anak anak ibu Liliek memilih jalur berdagang yaitu menjual mainannya sendiri, saya sempat ditunjukan video salah satu anaknya Jason Surya yang sedang COD mainannya dan mendapatkan uang 1 juta pertamanya, fun fact nya mainan itu dulu dibeli dengan harga 750 ribu rupiah.
Dari sini saya menyimpulkan bahwa kesuksesan anak itu memang tergantung bagaimana orang tua mendidiknya dan saya akui Ibu Liliek berhasil menjadi orang tua hebat.
Kemudian beliau bercerita lagi kepada saya bahwa mendidik anak jaman sekarang itu gabisa asal main larang, kita sebagai oranng tua harus bisa memberi alasan yang reasonable karena dengan era keterbukaan informasi dan daya serap anak jaman sekarang, penjelasan yang masuk akal wajib hukumnya di utarakan kepada anak anak saat sedang berdiksusi, karena pada akhirnya bagaimanapun juga anak adalah gamparan orang tua, kalo bahasa kerennya self mirroring parental, nah metode ini yang diterapkan oleh beliau, keren sih gold parenting banget.
setelah kami ngobrol panjang lebar akhirnya kami harus dipisahkan dengan panggilan boarding pesawat saya yang sepertinya si kucing sudah berubah menjadi singa, atau mungkin naga?
sebelum kami berpisah saya di beri sedikit cindera mata ternyata Ibu Liliek Andriani ini bukan orang yang pelit beliau juga membagikan ilmunya melalui buku yang beliau tulis sendiri, saya diberi buku yang judulnya KECIL KECIL BELAJAR BISNIS, buku ini adalah serial parenting guide bagaimana membangun otak kritis anak sejak belia. Dan kabarnya beliau lagi menyusun buku ke dua lho !
Terima kasih Ibu Liliek Andriani, dan Wilson Tirta akhirnya seumur hidup saya berpergian baru pertama kali ini merasa bersyukur pesawat saya delay, semoga kalian selalu diberkati dan menjadi berkat bagi sesama.
Next bakal ada keseruan apa lagi ya di trip sepedakertas berikutnya ?









