Tiada suatu hari pun melainkan lautan meminta izin kepada Tuhannya untuk menenggelamkan anak Adam, dan malaikat meminta izin untuk segera menghukum dan membinasakannya, tetapi Allah Ta'ala berfirman, ‘Biarkanlah hamba-Ku, karena Aku lebih tahu tentang dia, sebab Akulah yang menciptakannya dari tanah. Jika dia itu hambamu, maka terserah kamu; dan jika dia itu hamba-Ku, maka dari-Kulah dia dan kepada-Kulah urusannya. Hamba-Ku, demi kemuliaan-Ku dan keluhuran-Ku, jika dia datang kepada-Ku pada malam hari maka Aku menerimanya; dan jika dia datang kepada-Ku pada siang hari maka Aku menerimanya. Jika dia mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal maka Aku mendekatinya sehasta; dan jika dia mendekat kepada-Ku sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika dia berjalan menuju kepada-Ku maka Aku berlari menuju kepadanya. Jika dia meminta ampun kepada-Ku niscaya Aku ampuni, dan jika dia meminta ditarik kesalahannya maka Aku menariknya. Dan jika dia bertaubat kepada-Ku niscaya Aku terima taubatnya. Siapakah yang lebih dermawan dan pemurah dari-Ku, padahal Aku Maha Dermawan dan Maha Pemurah? Pada malam hari hamba-hamba-Ku melawan-Ku dengan melakukan dosa-dosa besar, namun Aku menjaga mereka di tempat tidur mereka dan melindungi mereka di ranjang mereka. Siapa yang datang menghadap kepada-Ku maka Aku telah menyambutnya dari jauh. Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Aku, maka Aku akan memberinya kelebihan. Barangsiapa berbuat dengan daya dan kekuatan-Ku maka akan Aku lunakkan besi untuknya. Barangsiapa yang berkehendak sesuai dengan kehendak-Ku, maka Aku berkehendak sesuai dengan kehendak-Nya. Ahli dzikir-Ku adalah teman duduk-Ku. Orang yang ahli bersyukur kepada-Ku adalah orang yang berhak mendapatkan tambahan karunia-Ku. Orang yang ahli melakukan ketaatan kepada-Ku maka dia adalah orang yang ahli mendapatkan kemuliaan-Ku. Dan ahli maksiat kepada-Ku tidaklah Aku jadikan mereka putus asa terhadap rahmat-Ku. Jika mereka bertaubat kepada-Ku maka Aku adalah kekasih mereka. Dan jika mereka tidak bertaubat, maka Aku adalah dokter mereka, Kucoba mereka dengan musibah-musibah, untuk menyucikan mereka dari aib dan dosa.
Diriwayatkan dalam Musnad Ahmad, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam. (via yasirmukhtar)


















