Mengenalnya tanpa sengaja, melupakannya membuat gila, siapa sangka wajahnya semanis senja, membuat luka sedalam samudera🥀
Mlg, 14.04.2024
todays bird

Andulka
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Stranger Things
NASA
Jules of Nature
tumblr dot com

祝日 / Permanent Vacation
No title available
cherry valley forever
RMH

Janaina Medeiros

@theartofmadeline
No title available
wallacepolsom

oozey mess

pixel skylines
Show & Tell
he wasn't even looking at me and he found me
dirt enthusiast

seen from Iraq

seen from Belgium
seen from United States
seen from Iraq
seen from South Africa
seen from South Africa

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Finland
@syukurku
Mengenalnya tanpa sengaja, melupakannya membuat gila, siapa sangka wajahnya semanis senja, membuat luka sedalam samudera🥀
Mlg, 14.04.2024
Memilih melepaskan demi menyelamatkan hati agar tetap waras, yang pergi biarkan memilih pergi. Menahannya akan menyiksa diri. Ingat kamu berharga.
Waktuku dalam bagian hidupmu kini sudah habis. Kini kita berjalan dari arah yang berlawanan. Aku harap kaki kita tetap sama-sama tegak meskipun tak lagi beriringan.
Dalam hubungan, kita butuh cinta yang baik, bukan rasa senang aja
Mlg, 01.04.2024
aku menangis sendiri dalam lelah, dalam sepi, dalam-dalam. aku menangisi sesuatu yang entah mungkin belum aku miliki atau aku menangisi atas penyesalan terhadap sesuatu yang telah kumiliki. aku tak paham..
bulan Ramadhan, bulan dimana seharusnya ku sibukkan diriku dengan melakukan ibadah dan ketaatan kenyataannya aku disibukkan dengan sesuatu yang akan hilang sewaktu-waktu (perihal dunia). aku yang paham bahwa aku tak seharusnya demikian namun tetap saja tak beranjak dari tempatku sekarang.
ada apa dengan diriku ya Allaah, mengapa aku bisa sejauh ini dariMu. setiap hari aku mencoba untuk memahami diriku namun aku tak pernah menemukan diriku dengan versi yang lebih tenang, lebih membahagiakan. aku selalu sibuk membereskan airmata yang selalu jatuh agar tak diketahui dunia. sekali lagi aku disibukkan dengan perkara dunia yang sewaktu-waktu bisa hilang kapan saja.
bulan Ramadhan ini aku merasa sangat lelah sekali, sekadar berdiri dengan kedua kakiku saja rasanya tak sekuat dulu. kala mengingat itu aku kembali menangis. rupanya aku pernah sangat bersemangat kala menujuMu. mempelajari ilmu untuk mendekatkan diriku kepadaMu. kini rasanya hampa terlebih banyak lelah. benar, dunia begitu melelahkan sekali..
kini, aku mencoba mengulang kembali perjalananku. meski tertatih aku mencoba meyakinkan diriku kembali bahwasanya ampunanMu sungguh luas dan terbuka untukku. dalam doaku, hanya meminta ampunanMu saja. "Allaah, ampuni aku, ampuni aku, kasihanilah aku."
doa itu mampu menembus relung hatiku yang telah lama jauh dariMu. aku menangis kembali setiap kali aku mengulang doa-doaku. ampuni aku, ampuni aku, kasihanilah aku. bagiku, bila Engkau telah mengampuniku, aku merasa sangat begitu ringan kala aku menjalani hidupku. kala Engkau mengasihaniku, aku merasa sangat begitu lapang dan tenang dalam menjalani kehidupanku.
setiap hari aku selalu berpikir, "apa peranku, apa yang bisa aku perbuat, mengapa aku hanya seperti ini saja setiap harinya. mengapa tidak begini, mengapa tidak begitu." pertanyaan-pertanyaan itu selalu mengulang setiap waktu dalam kepalaku. dan kini, aku mencoba untuk melepaskan semuanya. aku ingin kembali dalam keadaan tenang. dan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk melepaskan dan memulangkan semua kekhawatiran.
aku menanamkan dalam diriku, biar Allaah yang tentu jalan hidupku, biar Allaah yang mengatur baiknya nanti bagaimana. sebab kala aku menginginkan ini dan itu dan tak berjalan sebagaimana, aku merasakan lelah dengan begitunya.
Allaah, aku menulis dengan begitu panjang sekali. keluhanku terlalu banyak untuk ukuran diriku. ampuni aku, ampuni aku, kasihanilah aku. sungguh ya Allaah, kala dibulan ini bulan dimana semua kebaikan dilipat gandakan dan ampunan terbuka lebar. maka sungguh merugikan diri ini jika aku tak mendapatkan ampunan dariMu.
Allaah, tolong aku. jangan tinggalkan aku. aku mencari banyak jawaban dari semua pertanyaanku, maka disaat itulah dunia berpaling sejauh-jauhnya meninggalkanku. rupanya aku salah menaruh sesuatu yang sedari awal memang semu dan rapuh.
wahai diri, tak ada kata terlambat untuk kembali kepada ampunan Allaah. kembalilah dengan seluruh perasaanmu, letakkanlah semuanya sesuai dengan tempat semestinya. jangan khawatirkan apa-apa yang bukan menjadi ranahmu, sayang. sebab kau sudah merasakannya bukan? bahwasanya semua itu sangat melelahkan bagimu.
kembalilah dengan apa yang tersisa pada dirimu saat ini, sebelum terlambat, sebelum dirimu menyesal telah berakhir semuanya. mulai saat ini paksalah dirimu untuk tidak mencintai atau menaruh dunia pada hatimu. melepaskan itu sulit tapi hidup dalam keadaan lelah setiap harinya sebab dunia untuk sungguh akan menguras dan merugikan dirimu. melembutlah wahai diri, melembutlah..
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni.. (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–)
ya Allaah, aku pulang menuju ampunanMu tak mengapa kan? belum terlmbatkan? maka terimalah aku, ampunilah aku, ampunilah aku ya Allaah..
Jadi cuek,
Kenapa?
Masa penasaranya sudah habis yaa?
Malang, 30.03.2024
Se siap-siapnya masa perpisahan, ternyata saatnya tiba sangat tidak siap
2 november 2023, sudah benar-benar selesai hubungan ini, dia memutuskan untuk meninggalkan aku, dia mau tunangan dengan pilihan orang tuanya. Dia berpamitan dan menyampaikan permintaan maaf untuk ku dan kedua orang tuaku karena sudah membuat banyak kesalahan. Selesai dan benar benar selesai R.A.H.
Serasa berjalan diatas serpihan kaca, sudah tahu ujungnya akan menyakitkan tapi tetap saja berjalan
Penasarannya sudah hilang, kini tak peduli lg tentang aku, bagaimana mau cari solusi sedangkan ingat aku saja sudah tak ada lagi. Bagaimana mau memperbaiki jika dari awal saja sudah tak berniat bersama. Yasudah aku sudah lelah untuk menahan mu . Tenagaku sudah habis, hanya yang sisa tenaga ini untuk diriku. Aku sadar diri jika aku memang bukan yang kamu cari. Semoga yang kamu cari juga mencari mu. Bagaimanapun hari hari malam malam pernah indah bersamamu. Aku berhenti disini.
Menerima Kisahnya
Nanti, saat kamu menikah dengan seseorang, kamu tidak sedang menerima lembar buku yang kosong. Kamu akan mendapatkan seseorang yang sudah menulis begitu banyak catatan dan kisah, yang kamu baru akan benar-benar mengetahui kisahnya sesaat setelah akad terucap.
Pada kisah yang begitu menyedihkan, atau pada kisah yang begitu bahagia maka selalu siapkan hati yang lapang untuk menerimanya.
Sebab orang yang kamu nikahi adalah akumulasi dari masa kecil hingga ia dewasanya, bahkan sampai ia menemukanmu.
Tidak apa-apa, siapkan saja ilmu pernikahan dan mengelola rasa dalam berumah tangga. Kapan kamu harus menekan ego dan emosi, kapan kamu harus bersabar dulu untuk sesaat sebelum mengutarakan maksut dengan berbicara padanya.
Menerima kisah seseorang itu tidaklah mudah, terkadang ia jauh dari apa yang kamu harapkan, terkadang bahkan bertolak belakang dengan apa yang kamu bayangkan.
Sebab pernikahan itu menyatukan dan saling memperbaiki, kisah-kisah buruk dan hitam di masa lalu tidak perlu diungkap dan dibuka. Tutuplah serapat mungkin dan kubur sedalam-dalamnya, mulailah menjalani hari-hari dengan kebaikan yang penuh dengan keberkahan.
Andai kamu sedang menunggu seseorang yang datang padamu, maka siapkan ilmunya, perluas hatinya, dan mulailah melangitkan doa, agar apa yang kamu doakan senada dengan apa yang Tuhan takdirkan
Selamat malam, dariku yang tengah duduk di kereta menuju stasiun terakhir.
Gambir, 19 September 2023.
@jndmmsyhd
Bagaimana bisa berbicara dengan santai jika omongan saja tidak dianggap ada
Pernikahan itu:
Tidak tegak hanya dengan rupa yang menawan, melainkan karena agama dan akhlak yang akan menemanimu hingga tua. Akhlaknya yang baik akan membuatmu nyaman untuk terus membersamainya seterjal apapun rumah tangga yang kau lalui. Cinta akan tumbuh dengan tenang selama kamu membersamainya dengan kebaikan hatinya yang utuh. Jangan lupa, agama dan akhlak itu harus terus dipelihara dengan terus meminta pertolongan Allaah.
Tak perlu terburu, sebab kamu sedang tidak berlomba dengan siapapun. Tidak perlu resah, sebab segala sesuatunya sudah tertakar dengan pasti untukmu. Tidak perlu merasa khawatir, sebab Allaah Maha Tahu kapan waktu terbaik itu akan datang kepadaMu. Lebih baik bersabar dalam menunggu seseorang yang baik, daripada harus menderita seumur hidupmu bersamanya.
Jangan takut ya, pernikahan itu harus benar-benar kamu siap untuk memasukinya.
Karena menikah adalah tentang mengubah kebiasaan.
Menikah bukan hanya menyoal menyatukan persepsi. Atau membangun komunikasi.
Bukan pula menyoal maklum-memaklumi. Atau menerima segalanya dengan besar hati.
Menikah adalah perihal nafkah lahir dan batin yang diberikan oleh suami kepada istri. Juga perihal pengabdian dan ketaatan dari istri untuk suami.
Menikah adalah tentang mengubah kebiasaan, mengatur waktu, merencanakan masa depan, mengolah finansial, pun mengambil peran dalam pengasuhan.
Jika segala urusan rumah diberikan sepenuhnya kepada istri, maka bukan penampakan baru lagi. Jika di kemudian hari kita mendapatkan para istri yang hidupnya penuh dengan tekanan, penuh dengan derai air mata, penuh pembangkangan dan penolakan.
Sebab mentalnya rusak, fisiknya lemah akibat dari pekerjaan rumah yang dianggap - oleh hampir keseluruhan manusia - adalah tanggung jawabnya.
Padahal rumah adalah tentang bersama. Pekerjaan yang melingkupi di dalamnya adalah tanggung jawab anggota keluarga.
Pun sama ketika seorang suami hanya memposisikan diri sebagai tulang punggung keluarga, sebagai sumber dana, sebagai pencari nafkah. Sehingga mindset yang tertata hanyalah menyoal uang. Untuk kemudian lahirlah sifat dan sikap yang menggurat luka di dalam diri sang istri.
Tidak ingin berperan dalam urusan rumah dan mendidik anak. Tidak ingin meringankan beban istri, tidak ingin berusaha lebih untuk menyenangkan hati istri.
Karena tidak selalu perihal uang yang membuat seorang istri bahagia.
Adakalanya pelukan hangat, bantuan mengurus rumah dan menjaga anak, waktu-waktu yang dihabiskan berdua, janji-janji yang ditunaikan, perasaan-perasaan yang dihargai; adalah bentuk bahagia yang lain.
Karena menikah adalah upaya mengubah kebiasaan. Mengubah semua hal-hal yang pernah dilakukan seorang diri, menjadi kebiasaan yang harus dilakukan berdua bersama pasangan.
Karena menikah adalah upaya memberikan lebih banyak waktu kepada keluarga. Menomorsatukan mereka, menjadi peka terhadap perasaannya.
Karena menikah adalah perihal saling; saling meringankan beban pekerjaan rumah; saling menghargai dalam setiap keputusan; saling menghormati dalam berbagai keadaan.
Karena menikah adalah tentang mengubah kebiasaan. Menjadi tahu dan paham bahwa begitu banyak kebiasaan yang mesti diubah jika telah hidup berkeluarga.
Bukan malah berlaku seenaknya hanya karena dia adalah kepala rumah tangga. Dan bukan pula bertingkah semaunya hanya karena dia adalah seorang wanita yang mesti dimuliakan oleh suaminya.
Karena sungguh, menikah adalan tentang kesadaran untuk mengubah kebiasaan.
Kesadaran untuk mau memahami bahwa sebaik-baik waktu yang dihabiskan seorang laki-laki adalah bersama keluarga dan istri.
Kesadaran untuk mau mengerti bahwa sebaik-baik ketaatan yang mesti dilakukan oleh seorang perempuan adalah ketaatan kepada suami.
06.13 a.m || 13 Juni 2023
Memaknai Pertemuan.
Selalu ada alasan di balik setiap pertemuan. Setiap pertemuan sejatinya akan memberikan perubahan. Entah kehadiranmu yang dapat mengubah hidupnya atau kehadirannya yang dapat mengubah hidupmu.
Jadi, jika suatu saat nanti kata perpisahan menjadi jalan terakhir. Artinya tugasmu dalam hidupnya sudah selesai dan juga tugas dia di dalam hidupmu sudah selesai.
Begitulah, makna dari sebuah pertemuan. Kata perpisahan akan selalu menyertai. Menetap bukan berarti selamanya dalam dekap. Ikhlas dan merelakan akan menjadi pilihan paling tepat.
Tak perlu berlarut di tangisi, setiap pertemuan dan perpisahan punya porsinya masing-masing. Pertemuan dan perpisahan punya maknanya masing-masing.
Ada yang datang sebagai pelajaran untukmu agar lebih sabar. Ada yang datang sebagai pelajaran untukmu agar lebih kuat. Ada yang datang sebagai pelajaran untukmmu agar lebih bersyukur.
Karena ada satu hal yang perlu diingat,
"Allah selalu punya cara terbaik untuk mengganti sesuatu yang sudah seharusnya kita ikhlaskan."
-rekamdiksi
Dear,
Tetap tenang dan fokus pada tujuan, dengan berbagai boombing acara uwwuu dan pernikahan.
Maaiii, 29 Mei 2023
Sering kali aku temui, seseorang yang biasa biasa aja. Sederhana, tapi kalau dipandang ia menenangkan, saat berbicara dengannya, yang keluar dari lisannya hanyalah perkataan yang baik, dan ketika bersamanya ia menyejukkan hati.
kucari tau sebabnya. Ternyata kuncinya adalah menghargai diri sendiri. Iya, tidak peduli dengan tanggapan orang lain atas dirinya. Yang dia perdulikan adalah, apakah Allah suka? Atau tidak?, Ia bersikap dan berperilaku apa adanya, jadi diri sendiri.
Ia bersyukur atas semua yang Allah beri untuknya, dan secara otomatis keluar lah positive vibes dari dalam dirinya.
Memang benar adanya, kecantikan wajah hanya akan membuat seseorang menatap. Namun kecantikan hati dan akhlak membuat seseorang menetap.
MasyaAllah Tabarakallah...
🥺🥺🥺🥺