“Pain is an excellent teacher. “ — Zenyatta
image source : https://www.artstation.com/artwork/OxeqK
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

⁂
Claire Keane
Lint Roller? I Barely Know Her
ojovivo

roma★
Not today Justin

Janaina Medeiros
taylor price

izzy's playlists!
i don't do bad sauce passes
Show & Tell
Game of Thrones Daily
$LAYYYTER
No title available

shark vs the universe
Misplaced Lens Cap
Today's Document

Origami Around
hello vonnie
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Türkiye

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Singapore
seen from China

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Canada
@teviandrian
“Pain is an excellent teacher. “ — Zenyatta
image source : https://www.artstation.com/artwork/OxeqK
The Story of The Two Dragons
My family tells of an ancient legend about two great Dragon brothers; the Dragon of the North Wind and the Dragon of the South Wind. Together, they upheld balance and harmony in the Heavens.
But the two brothers argued over who could better rule their land. Their quarrel turned to rage and their violent struggle darkened the skies, until the Dragon of the South Wind struck down his brother, and fell to earth, shattering the land .....
The Dragon of the South Wind had triumphed, but as time passed and he realized his solitude. The sweetness of victory turned to ash.
For years the bereft Dragon's grief threw the world into discord and he knew only bitterness and sorrow. One day a stranger called up to the Dragon and asked
"Oh, Dragon Lord, why are you so distraught?"
The dragon told him
"Seeking power I killed my brother, but without him, I am lost."
The stranger replied
"You have inflicted wounds upon yourself, but now you must heal. Walk the earth on two feet as I do. Find value in humility, then you will find peace."
The Dragon knelt upon the ground. For the first time he was able to clearly see the world around him and he became human.
The stranger revealed himself as his fallen brother. Reunited, the two set out to rebuild what they had once destroyed.
Written by Stefan Grant. https://overwatch.gamepedia.com/Dragons/Transcript
Inspired by narration of :
Overwatch Animated Short | Dragons
Q&A Screenshots About INFP Personality (Part 2)
Q&A Screenshots About INFP Personality (Part 1)
The Overview Effect (Efek Tinjauan)
"Saya benar-benar percaya bahwa jika para pemimpin politik dunia dapat melihat planet mereka dari jarak 100.000 mil, pandangan mereka bisa berubah secara mendasar," ucap pilot modul komando Apollo 11 Michael Collins dalam wawancara 2009 dengan NASA.
Fenomena ini kemudian dikenal sebagai Efek Tinjauan, sebuah frasa yang diciptakan pada tahun 1987 oleh penulis dan filsuf ruang angkasa Frank White.
Seperti yang didefinisikan dalam buku White, The Overview Effect : Space Exploration dan Human Evolution yaitu adalah "perubahan kognitif dalam kesadaran" terkait dengan "pengalaman astronot melihat secara langsung kenyataan bahwa Bumi ada di ruang angkasa, sebuah kesadaran yang mendalam akan keseluruhan sistem bahwa semua hal yang ada di dalamnya terhubung, dan kita adalah bagian dari alam semesta ini.
"Ini hanya pengalaman yang intens secara emosional untuk melihat Bumi. Melihat kembali ke planet asal Anda bukanlah hal yang normal." — Terry Virts, astronot NASA
"Ketika saya pertama kali melihat kembali ke Bumi, berdiri di Bulan, saya menangis," — Alan Shepard, komandan Apollo 14
"Ketika astronot Apollo kita melihat ke belakang dari luar angkasa, mereka menyadari bahwa sementara misi mereka adalah menjelajahi bulan, mereka sebenarnya 'telah menemukan Bumi” — Barrack Obama
Astronot Apollo 14, Edgar Mitchell, sampai pada kesimpulan yang sama, meskipun ia menyatakannya dengan kurang diplomatis: "Dari luar sana di Bulan, politik internasional terlihat begitu remeh," katanya kepada majalah People pada 1974. "Anda ingin mengambil seorang politisi oleh tengkuk leher dan menyeretnya seperempat juta mil keluar dan berkata, 'Lihat itu, dasar brengsek.' "
“Menurut saya sendiri fenomena ‘Overview Effect’ atau ‘Efek Tinjauan Jauh’ adalah merupakan sebuah pengalaman melihat planet Bumi secara langsung dari luar angkasa yang jauh yang dapat membangkitkan kesadaran kognitif secara mendalam dan emosional. Sebuah kesadaran yang tinggi tentang keberadaan dan peranan kita di alam semesta yang luas ini sebagai manusia, sebagai sebuah bagian yang terhubung dengan satu sama lainnya mulai dari hal terkecil, partikel atom, sel bahkan hingga tingkatan terjauh dari tata surya. Sebuah fenomena menakjubkan tentang kesadaran tinggi yang dimaknai sebagai renungan yang hampir setingkat dengan pengalaman spiritual yang mengagumkan” — Tevi Andrian, Penulis
Dikutip ulang dan diedit oleh saya sendiri dari vice.us Becky Ferreira Seeing Earth from Space Is the Key to Saving Our Species from Itself, 12 Okt 2016
Ulasan Buku : Filosofi Teras, Henry Manampiring (2017)
Alih-alih memberi motivasi positif tentang kebahagiaan hidup yang menggebu-gebu, filosofi stoa justru mengajarkan untuk berlatih menderita, bukan bermaksud menyuruh memiskinkan dan menyengsarakan diri namun menyadarkan bahwa ketergantungan manusia akan kenikmatan dan kebahagiaan adalah sumber utama penderitaan didalam hidup oleh karena itu kita diajarkan untuk membayangkan segala hal yang negatif bahkan kemungkinan yang terburuk sekalipun yang akan menimpa hidup kita (Premeditatio Malorum) karena mental dan pikiran kita layaknya otot yang perlu dilatih setiap waktu agar kuat dan dapat mengangkat dan menahan beban sehingga pada saat kejadian terburuk sekalipun datang mental dan pikiran kita akan siap “mengangkat” beban tersebut sehingga tidak ada satupun hal yang terberat sekalipun yang akan merenggut segala hal yang ada pada diri kita sehingga tidak akan menjadi budak dari persepsi negatif pikiran kita.
Waktu pertama kali membaca buku #FilosofiTeras, saya melihat stoikisme sepintas seperti pemikiran yang naif, defensif dan sebuah pelarian untuk orang-orang yang sulit mencapai kebahagiaan tetapi ternyata tidak begitu, di Yunani dulu para filsuf stoa banyak yang berprofesi sebagai pedagang, politikus bahkan seorang kaisar yang jika kita lihat dari sisi materi seperti saat dijaman ini bukanlah termasuk orang-orang yang sengsara jika salah satunya dilihat secara sudut pandang kebahagiaan atas kepemilikan materi.
Filsuf stoa pernah berkata jika ada sesuatu hal yang sangat mahal yang bisa dibeli oleh orang yang kaya maka mereka seharusnya berani membayar mahal untuk agar terbebas dari nafsu dan keinginan duniawi yang tidak ada batasnya, layaknya seperti pepatah sang Buddha, semakin kita banyak memiliki harta benda kita akan semakin tidak bahagia dan ketergantungan kita akan kenikmatan adalah sumber dari penderitaan itu sendiri.
Sebuah filosofi yang berumur 2000 tahun yang terlahir dari teras Yunani yang dipenuhi mural yang indah ini saya rasa masih relevan dengan keadaan jaman sekarang dan bisa menjadi sebuah oase atau referensi pemikiran ditengah-tengah “pandemi” psikologis yang menggerogoti jiwa kita sebagai seorang manusia dari membanding-bandingkan diri, materialisme dan krisis eksistensi didalam hidup ini.
Tevi Andrian
“True self is without form” — zenyatta
“If you do not change direction, you may end up where you are headed” — zenyatta
SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT oleh Mark Manson (Kutipan Pilihan 1)
Homo Deus : Masa Depan Umat Manusia (Kutipan Pilihan 5)
Homo Deus : Masa Depan Umat Manusia (Kutipan Pilihan 4)
Homo Deus : Masa Depan Umat Manusia (Kutipan Pilihan 3)
Homo Deus : Masa Depan Umat Manusia (Kutipan Pilihan 2)
Homo Deus : Masa Depan Umat Manusia (Kutipan Pilihan 1)
“Manusia adalah dua orang manusia; yang satu tertidur didalam terang sementara yang satunya lagi terjaga didalam gelap”
— Kahlil Gibran
“Musik yang haram adalah suara sendok dan garpumu ketika makan, sedangkan tetanggamu kelaparan”
"The haram music is the sound of your spoon and fork when eating, while your neighbor is starving"
— Habib Husein Ja’far Hadar
Kepribadian INFP “Mediator”
Kepribadian Mediator adalah idealis sejati, selalu mencari celah kebaikan bahkan pada orang atau kejadian terburuk sekalipun, mencari cara untuk membuatnya menjadi lebih baik. Walaupun mereka mungkin dirasa pendiam, tidak ramah, bahkan pemalu, Mediator memiliki api dan semangat di dalam dada yang benar-benar dapat bersinar. Mencapai 4% dari populasi, sayangnya, risiko merasa salah dipahami cukup tinggi bagi tipe kepribadian Mediator – tetapi jika mereka menemukan orang yang memiliki kecenderungan yang sama untuk diajak berbicara, keharmonisan yang mereka rasakan akan menjadi sumber kesenangan dan inspirasi.
Mediator dipandu oleh prinsip mereka, bukan oleh logika, kegembiraan, atau kepraktisan. Saat menentukan cara untuk bergerak maju, mereka akan memperhatikan kehormatan, keindahan, moralitas dan nilai – Mediator dipimpin oleh kemurnian iktikad mereka, bukan penghargaan dan hukuman. Orang yang memiliki tipe kepribadian Mediator bangga dengan kualitas ini, dan memang demikian, tetapi tidak semua orang memahami pendorong dibalik perasaan itu, dan itu dapat menyebabkan pengucilan.
“Tidak semua emas berkilau, tidak semua pengembara tersesat; orang tua yang kuat tidak melemah; akar yang dalam tidak dapat membeku.”
— J. R. R. TOLKIEN
Kita Tahu Siapa Kita, tetapi Tidak Tahu Akan Jadi Apa Kita
Dalam bentuk terbaiknya, kualitas ini memungkinkan orang dengan tipe kepribadian Mediator berkomunikasi secara mendalam dengan orang lain, mudah berbicara menggunakan metafora dan perumpamaan, dan memahami dan menciptakan simbol untuk menyampaikan ide mereka. Kekuatan gaya komunikasi intuitif ini sangat memungkinkan untuk berkecimpung di pekerjaan kreatif, dan tidak mengherankan jika banyak Mediator terkenal adalah pujangga, penulis dan aktor. Memahami diri dan tempat mereka di dunia ini merupakan hal yang penting bagi kepribadian Mediator, dan mereka menjelajahi ide ini dengan menonjolkan diri dalam pekerjaan mereka.
Mediator memiliki bakat untuk mengekspresikan diri, memperlihatkan keindahan dan rahasia mereka melalui mefora dan karakter fiksi. Kemampuan mediator dalam berbahasa tidak hanya dalam bahasa ibu mereka, tetapi – mereka dianggap berbakat dalam hal mempelajari bahasa kedua (atau ketiga!). Bakat berkomunikasi juga memungkinkan tercapainya keinginan Mediator untuk menggapai keharmonisan dan membantu kepribadian ini untuk bergerak maju memenuhi panggilan mereka.
Mendengarkan Banyak Orang, tetapi Berbicara Sedikit
Tidak seperti tipe kepribadian yang lebih sosial, Mediator akan memfokuskan perhatian mereka hanya kepada beberapa orang, satu aksi bermanfaat – diketahui hanya sedikit orang, mereka akan kehabisan energi, dan bahkan menjadi sedih dan bingung oleh semua keburukan dunia yang tidak dapat mereka perbaiki. Ini menjadi pandangan yang menyedihkan bagi teman Mediator, yang akan datang tergantung pada pandangan mereka yang penuh harapan.
Jika mereka tidak berhati-hati, Mediator dapat kehilangan diri dalam petualangan mereka selamanya dan mengabaikan pemeliharan kehidupan sehari-hari. Mediator seringkali terhanyut dalam pikiran yang dalam, menikmati kontemplasi hipotetis dan filosofis lebih dari tipe kepribadian apa pun. Jika tidak dihentikan, kepribadian Mediator dapat kehilangan sentuhannya, menarik diri menjadi “pertapa”, dan itu akan menghabiskan banyak energi dari teman dan pasangan untuk membawa mereka kembali ke dunia nyata.
Untungnya, seperti bunga di musim semi, pengaruh, altruisme dan idealisme Mediator akan selalu kembali, memberi ganjaran bagi mereka dan orang yang mereka cintai mungkin bukan dengan logika dan manfaat, tetapi dengan pandangan dunia yang menginspirasi belas kasihan, kebaikan hati dan keindahan di mana saja mereka berada.