Mood Board 16 Tipe Kepribadian
Cek tipe kepribadian kamu di sini https://signup.boo.world/indonesianTB

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from Jordan

seen from United States
seen from T1

seen from Australia
seen from China
seen from China

seen from Brazil

seen from Brazil
seen from United States

seen from Philippines

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China
Mood Board 16 Tipe Kepribadian
Cek tipe kepribadian kamu di sini https://signup.boo.world/indonesianTB
Bersemangat
Katanya emosi itu bisa ditularkan, kalau kita sering berkumpul dan menghabiskan waktu bersama orang yang berpikiran positif, maka kita juga akan terbiasa fokus pada sisi positif dari sebuah kejadian atau sikap manusia
Katanya empati itu bisa dilatih, asalkan terus berusaha menempatkan diri di kaki orang lain dan membersihkan diri dari sifat ego yang mendominasi, maka merasakan dan melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain tidaklah sulit
Katanya semangat itu bisa diciptakan, apalagi bagi seorang ekstrovert yang energinya diserap dari lingkungan sekitar. Efektif ia memantulkan kembali energi yang dimiliki dengan ekspresinya yang mudah tertebak
Terima kasih karena sudah menjadi baik-baik saja dan bersemangat hari ini, dengan berat maupun ringan hati. Harus kuakui bahwa itu tidak hanya baik untukmu, tapi juga untukku.
Ruang Cerita #10
Kenapa, ya?
Kenapa saya harus jadi seorang introvert, ya? Saya suka mengobrol, jalan-jalan, dan bertemu dengan banyak orang. Balasan atas semua itu, saya butuh waktu semalaman untuk mengisi kembali energi selepas saya menghabiskannya seharian. Saya pikir, lebih baik menjadi seorang ekstrovert yang mampu menyerap energi dari interaksi yang mereka lakukan.
Berdiam diri di kamar, berkutat dengan buku, dan menjejali otak dengan tugas-tugas kuliah semengalir sungai rasanya menjemukan. Atau mungkin ini titik jemu saya?
Mau bagaimanapun ceritanya, pada akhirnya saya kembali ke ruang ini. Duduk kemudian menulis, menulis, dan menulis hingga saya lupa cara untuk menulis.
Kemudian beralih ke buku. Membaca satu dua buku untuk lalu dijadikan suatu pencapaian mingguan.
Dan tugas-tugas saya terbengkalai, saya tertinggal. Berlari pun rasanya takkan terkejar sebab jarak sudah terlampau jauh.
Selanjutnya, saya berusaha amat keras dan memaksakan diri untuk mengejar.
Hingga saya kembali sampai pada titik jemu dan membutuhkan perbincangan dengan seorang dua orang kawan.
Lalu saya kembali diharuskan untuk mengisi energi.
Siklus berputar terus hingga entah kapan saya bisa mengubahnya.
Lebih dari itu,
Semoga saya tetap menulis.
Setelah sekian lama self-quarantine (#dirumahaja) yang awalnya bagi introvert sangat mengasyikan lama-lama jenuh juga. Lalu bagaimana dengan seorang extrovert melalui ini?
Semoga semuanya lekas membaik.
Dari: Introver
Untuk: Ekstrover usil
Aku tidak pernah bertanya kenapa kau berisik, kenapa menyetel tv keras-keras, kenapa suka keluar rumah, apa asiknya bergosip. Lalu mengapa kau selalu bertanya kenapa aku diam, kenapa kamarku selalu senyap, kenapa aku suka berdiam di rumah, kenapa suka melamun seperti orang tolol.
Yang kau liat mungkin aku diam, tapi sebenarnya isi kepalaku berisik: mendebatkan pendapatmu, mengkritisi kata-katamu, mencari solusi atas masalahmu saat kau bercerita.
Kamarku senyap, karena aku lebih menikmati suara alam ketimbang ricuh nya televisi. Aku suka mendengarkan suara-suara yang kerap luput: kicau burung, geram halus pompa air, retihan daun kering, deru motor yang lamat-lamat dari kejauhan.
Aku suka berdiam di rumah, karena kebahagiaanku sungguh sederhana. Tak perlu shopping di mall, tak perlu ke restoran mewah, tak perlu nongki di cafe mahal. Cukup menata ulang kamar, atau membuat kue mug cokelat kesukaanku, atau merapikan pot-pot tanaman dekat jendela, atau mendengar jazz lembut sambil meneruskan buku yang tengah kubaca. Sesederhana itu aku bisa bahagia. Tak perlu keluar biaya.
Yang kau lihat mungkin aku bengong seperti orang tolol. Melamun. Tapi sesungguhnya aku sedang berkontemplasi. Mengeksplor ide-ide yang kerap menggerogoti, menelisik pemikiran-pemikiran liar yang selalu mencari celah dalam kepalaku.
Apakah semuanya sudah jelas? Perlukan setiap aktivitasku dijelaskan secara rinci satu persatu?
Dear, aku tidak pernah menghakimi atas apa yang kau lakukan. Lalu kenapa kau selalu menanyakan hal-hal yang menyakitkan?
Be yourself, whatever you are
Kalau kita undur lagi kebelakang, banyak sekali dari kita yang unggul dalam bidangnya masing-masing.
Ada yang mampu merubah dunia karena kecakapan lisannya menyampaikan sesuatu. Seperti sales, seperti pembawa berita acara, seperti penceramah, mereka yang pintar sekali mengolah kata menjadi sangat mudah dipahami.
Ada pula yang mampu menghentak-bumikan peradaban melalui sajak-sajak indah, syair-syair yang penuh makna maupun tulisan-tulisan yang menawan.
Ada pula yang tersentuh hatinya, hanya karena ajakan-ajakan kecil seperti, ‘ka jamaah yaa..’, ‘hati-hati dijalan ya’, ‘ayuk cobain dulu aja, dipaksa dulu aja.’
Atau ada pula yang tersalurkan lewat hobby nya.
ekstrovert dan introvert bahkan ambivert mempunyai kelebihannya masing-masing. Terlebih kalau diliat dari masing-masing individu ada aja sesuatu yang unik. Dan bahkan sangat sulit di lepas.
Tetaplah seperti itu.
Tetapi,
Tetap mengedepankan aturan-aturan yang seharusnya.
Yang seperti apa? Contohnya seperti tetap santun kepada orang yang lebih tua, menghormati orang yang sedang berbicara, berterimakasih, meminta maaf kalau salah, menutup aurat bahkan selalu diingat hakikat kita itu seperti apa.
Dan banyak hal.
@yumisstrynsh | 6 juli 2019
Introver-Ekstrover dan Permasalahan Rumah Tangga
Pasca saya mengunggah info peluncuran buku "Mendengar Nyanyian Sunyi : Catatan penjelajahan ke ruang pikir introver," ada beragam respon yang saya terima. Dari mulai, "Aaaak, ini aku bangeet" sampai, "Apa introver memang seluar biasa egois itu, ya?" Yang menarik, ada seorang teman curhat soal kehidupan rumah tangganya. Secara garis besar, ia bercerita bahwa dia yang ekstrover dan berasal dari keluarga yang ekstrover juga, sering mengalami konflik-konflik kecil dengan pasangannya yang introver. Sekilas saya jadi ingat rumah tangga sendiri. Saya adalah introver yang menikah dengan ekstrover. Ada masa di mana si introver benar-benar ingin menarik diri dari segala bentuk kontak dan koneksi dengan orang lain. Tak mau ditanya, tak mau mengobrol, tak mau menerima tamu, tak mau menerima panggilan telepon. Hanya ingin berdiam, beristirahat, menyambungkan koneksinya dengan salah satu sumber energinya: jiwanya sendiri. Ini muncul saat otaknya mencapai ambang batas maksimum terhadap berbagai stimuli. Misalnya setelah ia mengunjungi pesta, perhelatan, menjadi pembicara, atau sekadar reuni dengan teman, di mana ia harus terpapar banyak interaksi dan stimulus berbentuk suara, tulisan, ekspresi wajah, dan sebagainya. Sementara itu, ekstrover yang merasa bahwa interaksi dengan orang lain justru menyenangkan, melihat keinginan si introver sebagai sesuatu yang berlebihan. Apa susahnya sih menerima tamu? Apa susahnya sih keluar rumah sebentar dan mengobrol dengan orang-orang? Apa susahnya si memencet tombol hijau saat ada telepon masuk? Mungkin itu sebabnya mengapa ada anggapan bahwa introver egois. Ini membingungkan. Tapi menarik jika kita mau memahaminya. Jika kau bertanya mengapa introver bisa merasa lelah seperti itu, itu ada hubungannya dengan kadar dopamin di otak introver. Dopamin adalah senyawa yang bekerja untuk mencetuskan perasaan bahagia. Cara kerjanya, otak akan menghasilkan dopamin jika kau mengerjakan/mendapat stimulus dengan kuantitas tertentu.
Nah, otak Introver lebih peka terhadap dopamin daripada otak ekstrover. Artinya, otak introver lebih mudah menghasilkan dopamin. Meski ia hanya berdiam di rumah dan membaca buku, introver bisa merasa happy karena kegiatan itu sudah menstimulus otaknya untuk menghasilkan dopamin. Sedangkan ekstrover membutuhkan kegiatan lain yang lebih besar stimulusnya seperti: hang out dan pesta. Kabar lainnya, terlalu banyak dopamin di otak membuat kita lelah. Jadi, kenapa introver merasa lekas lelah? Karena seluruh aktivitas 'ekstrover' itu membuat otaknya yang peka menghasilkan terlalu banyak dopamin. Bagaimana rasanya? Rasanya seperti ada sebuah benteng yang jebol di dalam dadamu. Entahlah, pokoknya energimu terasa terkuras habis. Pikiranmu berantakan, file-file dalam otakmu bertebaran di mana-mana, kata-kata yang kauproduksi dalam kepalamu melebihi kapasitas gudangnya, dan kau perlu waktu untuk menyimpan dan membereskan semua itu. Namun, jika semuanya sudah beres, ia bisa kembali normal. Ia bisa menjadi orang yang menyenangkan, hangat, dan memberi semangat. Ini baru satu penjelasan. Di buku baru saya, ada penjelasan-penjelasan lain kenapa introver tidak se-excited ekstrover terhadap interaksi sosial, kenapa introver lebih senang di rumah, dan sejumlah kebingungan-kebingungan yang terbentang dan membuat jarak di antara introver dan ekstrover. Ketika ini terjadi di dalam rumah tangga, permasalahannya menjadi bertambah, mengganda, dan beranak cucu. Bumbu-bumbu emosi, egosentrisme, bersama minyak goreng dan kompornya, menggoreng dan mengekskalasi konflik biasa ini menjadi perang dunia. "Ah, kau memang tak pernah paham!" "Ah, kau memang berlebihan!" "Kau tak peka!" "Kau tak mau bicara!" "Aku tak bisa membagi energiku padamu jika aku begini!" "Ah, bilang saja kau egois!" Dan sejumlah kata-kata bertanda seru lainnya pun dilontarkan. Rumah tangga yang adem ayem, gemah ripah loh jinawi berubah jadi medan perang yang membara. Hanya karena ada sebuah perbedaan kecil dalam cara menikmati hidup. Bagaimana cara mengatasinya? Keterbukaan. Si Introver perlu lebih terbuka untuk menjelaskan dirinya dengan baik dan menerima bahwa pasangannya bukan dirinya. Si ekstrover pun perlu lebih terbuka untuk menerima penjelasan dan perbedaan itu. Keduanya harus mau merendahkan hati. Harus mau mengalah meninggalkan kutubnya masing-masing untuk beranjak ke khatulistiwa. Kombinasi ekstrover dan introver sebenarnya diperlukan untuk mencapai keseimbangan. Dalam pekerjaan, introver umumnya pandai membuat konsep dan rencana strategis, sedang ekstrover pandai mengeksekusi. Introver lebih baik saat bekerja sendiri. Sedangkan ekstrover jago membangun relasi. Dalam rumah tangga pun demikian. Pembagian peran dan tugas bisa dilakukan dengan pertimbangan perbedaan tipe kepribadian. Pada dasarnya, tidak ada kepribadian yang ideal dan sempurna, juga tidak ada kepribadian yang pantas untuk dikelasduakan. Setiap kepribadian memiliki kekuatan sekaligus kelemahan. Jangan sampai kita terlalu fokus pada salah satunya saja. Memahami kekuatan dan kelemahan introver dan ekstrover diperlukan agar kita tahu bahwa diri kita penting dan berharga, dan di saat yang sama kita tahu bahwa kita tetap membutuhkan orang lain.
Cara Mengetahui Bakat Terpendam Diri Sendiri
Manusia adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh tuhan, mereka mempunyai kemampuan yang lebih dibandingkan dengan ciptaan tuhan yang lainnya. Selain itu juga, masing-masing dari setiap manusia diberikan keahlian khusus yang hanya dimilikinya. Adalah bakat, anugerah kemampuan alamiah milik manusia sejak lahir.
Bakat yang dimiliki manusia sangatlah berperan penting dalam kehidupan. Hal ini disebabkan karena dengan bakat seseorang akan lebih mudah mempelajari hal yang sesuai akan bakatnya, bahkan dengan usaha yang rendah dan hasil yang lebih baik, istilah kerennya adalah setengah usaha dengan dua kali hasil. Itulah kenapa tidak jarang kita menemui dalam kehidupan, seseorang yang dapat menguasai sesuatu dengan mudah padahal tidak pernah melakukannya.
Setelah mengetahui manfaat dari bakat, tentunya akan membuat kita menjadi semangat untuk mengetahui bakat diri sendiri. Tapi sayangnya, untuk dapat mengetahui bakat diri sendiri tidaklah mudah seperti membalikkan tangan. Ini disebabkan karena bakat terpendam dalam diri dan dibutuhkan kesadaran diri dalam mengetahuinya.
Meskipun begitu, Anda tidak perlu khawatir. Karena masih ada cara dalam mengetahui bakat terpendam dalam diri. Bagaimanakah cara mengetahui bakat terpendam diri sendiri? Daripada Anda penasaran, simak saja tips mengetahui bakat terpendam dalam diri dibawah ini.
Cara Mengetahui Bakat Terpendam Diri Sendiri
Mengenal Lebih Dalam Terhadap Diri Sendiri
Bakat terpendam ada didalam diri kita sendiri. Itulah mengapa bila Anda ingin mengetahui bakat terpendam, Anda harus mencoba untuk mengeksplor dan mengenal lebih dalam tentang diri Anda sendiri. Apa potensi diri Anda? Apa keinginan Anda? Apa kemampuan Anda? Semua hal serta tindakan yang Anda lakukan selama ini merupakan cermin dari bakat terpendam dalam diri sendiri.
Refleksi Terhadap Diri Sendiri
Bila Anda kesulitan dalam mengenal lebih dalam tentang diri Anda sendiri, cobalah untuk melakukan refleksi. Tindakan melakukan evaluasi terhadap apa yang Anda lakukan dan mengapa Anda melakukannya. Saat Anda mampu merefleksi diri sendir dengan baik, Anda akan menemukan bakat terpendam diri sendiri.
Apa yang Anda Sukai
Terkadang bakat yang terpendam sudah ada dipermukaan, hanya saja Anda tidak menyadarinya. Untuk memastikan apakah bakat memang sudah Anda ketahui atau belum, cobalah catat semua kegiatan yang Anda sukai. Periksalah satu persatu manakah yang memang menjadi bakat terpendam diri Anda sendiri.
Coba Kegiatan Menarik Lainnya
Disaat semua kegiatan yang Anda sukai ternyata bukan merupakan bakat Anda. Janganlah menyerah terlebih dahulu, masih ada cara mengetahui bakat diri sendiri yang lainnya. Cobalah untuk menemukan kegiatan yang Anda anggap menarik, lakukan kegiatan tersebut meskipun Anda belum pernah mencobanya. Pastilah dalam beberapa hal tersebut, Anda akan menemukan bakat terpendam yang Anda miliki.
Demikianlah bagaimana cara mengetahui bakat terpendam diri sendiri. Lalu bagaimanakah cara untuk membuktikan bahwa Anda telah mengetahui bakat? Tak perlu risau karena kami juga akan memberikan kepada Anda sebuah test bakat agar Anda bisa yakin terhadap bakat yang dimiliki.
Test Bakat Untuk Mengetahui Bakat Diri Sendiri
Test bakat dan minat yang kami lakukan ini akan menggunakan metode 8 kecerdasan manusia menurut Howard Gardner. Ini pernah kami bahas dalam 8 kecerdasan manusia, silahkan baca terlebih dahulu.
Menurut Howard Gardner, 8 kecerdasan manusia tersebut adalah :
Word Smart : Kecerdasan Bahasa
Logic Smart : Kecerdasan Logika
Picture Smart : Kecerdasan Menggambar
Body Smart : Kecerdasan Tubuh
Music Smart : Kecerdasan Musik
People Smart : Kecerdasan Sosial
Self Smart : Kecerdasan tentang Diri Sendiri
Nature Smart : Kecerdasan tentang Alam
8 kecerdasan ini bisa dijadikan sebagai pondasi bakat Anda. Nah, dibawah ini ada beberapa contoh kemampuan, pilihlah dan lingkari yang menurut Anda sesuai dengan diri Anda sendiri.
Saya menganggap buku sangat penting.
Saya bisa melakukan perhitungan di kepala saya.
Saya bisa menggambarkan sesuatu dengan jelas hanya dengan menutup mata.
Saya menyukai salah satu jenis olahraga dan berlatih secara teratur.
Saya memiliki suara yang indah.
Saya tempat curhat teman-teman.
Saya suka keheningan, memikirkan sesuatu dengan mendalam.
Saya bisa mendengar kata-kata sebelum saya membaca atau menuliskannya.
Matematika dan IPA adalah mata pelajaran kesukaan saya di sekolah.
Saya sensitif sekali terhadap berbagai warna.
Saya tidak bisa duduk berlama-lama.
Saya bisa menemukan kunci nada suatu lagu.
Saya menyukai olahraga beregu seperti badminton, sepak bola, voli.
Saya suka menghadiri ceramah, seminar, dan sejenisnya untuk menjadikan saya lebih baik lagi.
Saya lebih suka mendengarkan radio daripada menonton televisi.
Saya suka dengan permainan teka-teki,
Saya suka foto-foto dan merekam sesuatu.
Saya suka dengan pekerjaan yang menggunakan tangan dan menghasilkan sesuatu secara langsung, seperti menggergaji, menjahit, membuat prototipe dari sesuatu.
Saya sering mendengar musik dari radio atau CD.
Ketika punya masalah saya biasanya meminta nasehat teman.
Saya memiliki pemikiran tersendiri, tidak terpengaruh oleh pendapat-pendapat orang lain.
Saya sangat suka dengan permainan sejenis Scrabel, anagram, atau teka-teki silang.
Saya kadang-kadang bereksperimen didahului dengan pertanyaan, "bagaimana jika..."
Saya lebih suka permainan puzzles.
Saya biasanya mendapatkan inspirasi ketika saya jalan-jalan, joging, atau melakukan aktivitas olahraga lainnya.
Saya bisa memainkan salah satu alat musik.
Sedikitnya saya punya 3 orang sahabat.
Saya mempunyai hobby
Saya sering menghibur teman-teman dengan permainan mengucapkan kata-kata dengan cepat dan sejenisnya.
Saya berpikir sesuatu dengan linear, menemukan pola-pola tertentu pada sesuatu, atau melihat rangkaian sebab akibat dari suatu peristiwa.
Jika bermimpi, saya melihat mimpi itu dengan sangat jelas.
Saya senang melakukan aktivitas outdoor.
"Aku ga bisa hidup tanpa musik."
Saya lebih suka permainan sejenis monopoli atau congklak daripada video games.
Saya punya beberapa tujuan penting dalam hidup yang selalu terpikirkan sepanjang waktu.
Terkadang ada orang yang menanyakan arti kata dalam ucapan atau tulisanku.
Saya tertarik dengan perkembangan ilmu pengetahuan terkini.
Saya bisa menghafal suatu daerah dengan cepat.
Saya sering menggunakan gerakan tangan ketika berbicara.
Meskipun sedang di jalan, saya mendengar lagu dari TV atau radio di kepala saya.
Saya senang mengajarkan orang lain mengenai sesuatu, bagaimana melakukan sesuatu.
Saya melihat diri saya apa adanya. Saya mengetahui kelebihan dan kekurangan saya.
Bahasa Inggris, IPS, dan Sejarah merupakan pelajaran yang cukup mudah.
Saya yakin segala sesuatu dapat dijelaskan dengan logika.
Saya suka menggambar.
Saya "harus" menyentuh sesuatu untuk mempelajarinya.
Saya dapat belajar memainkan alat musik dengan cepat.
Saya sering dijadikan pemimpin oleh teman-teman.
Saya lebih sering menghabiskan waktu libur dengan menikmati sesuatu sendiri daripada berlibur di tempat yang sesak dengan orang.
Ketika di jalan raya, saya lebih banyak memperhatikan papan iklan daripada pemandangan.
Saya sering berpikir dalam bentuk konsep yang abstrak, susah dijelaskan baik melalui kata maupun gambar.
Geografi lebih mudah daripada matematika.
Saya menyenangi pengalaman-pengalaman yang menegangkan.
Saya dapat membedakan berbagai jenis suara meskipun dalam suasana riuh.
Saya tetap nyaman meskipun berada di kerumunan orang.
Saya rasa saya seorang yang independent secara emosional.
Percakapan saya seringkali diisi oleh hal-hal yang saya baca atau saya dengar.
Saya sering menemukan kesalahan proses berpikir orang lain.
Saya dapat membayangkan satu objek tertentu dari berbagai sudut pandang: misalnya dari depan, belakang, atas, atau bawah.
Saya orang yang mudah sekali berkoordinasi dengan orang lain.
Jika saya mendengar suatu lagu sekali saja, saya sudah bisa mengingat nada-nadanya.
Saya senang terlibat dalam kegiatan sosial.
Saya menuliskan pengalaman-pengalaman pribadi dalam blog atau diari.
Saya sering menuliskan sesuatu yang membuat saya anggap sebagai prestasi.
Saya merasa nyaman ketika sesuatu itu dapat diukur, dihitung, dipilah-pilah.
Saya suka membaca sesuatu yang disertai gambar ilustrasi.
Saya lebih senang praktek.
Saya kadang belajar atau bekerja sambil bernyanyi kecil.
Saya lebih senang menghabiskan waktu sore saya keluar rumah, mengobrol dengan orang daripada sendiri di dalam.
Saya senang wira-usaha dan ingin memiliki bisnis sendiri. Dan ini hasilnya.
Inilah Klasifikasinya :
- Word Smart
1 8 15 22 29 36 43 50 57 64
- Logic Smart
2 9 16 23 30 37 44 51 58 65
- Picture Smart
3 10 17 24 31 38 45 52 59 66
- Body Smart
4 11 18 25 32 39 46 53 60 67
- Music Smart
5 12 19 26 33 40 47 54 61 68
- People Smart
6 13 20 27 34 41 48 55 62 69
Sudahkah Anda melakukannya, bagaimanakah hasilnya? Apakah Anda termasuk word smart, ataukah logic smart, atau music smart, atau malah gabungan dari dua kecerdasan. Itulah yang menjadi bakat terpendam diri Anda sendiri.