Y si es verdadero el amor, regresará.

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Brazil
seen from T1

seen from France
seen from Singapore

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States
seen from Russia
seen from Slovakia
seen from United States
seen from South Africa

seen from Singapore
seen from Saudi Arabia
Y si es verdadero el amor, regresará.
Metode Dakwah Nabi Muhammad SAW
A. Pendahuluan.
Nabi Muhammad saw. merupakan sosok terakhir yang diutus oleh Allah swt sebagai nabi di muka bumi ini. Rasulullah saw juga merupakan sosok suri tauladan bagi seluruh umat manusia. nabi muhammad adalah manusia biasa, namun beliau mengemban sebuah tugas yang diberikan oleh Allah swt berupa mengubah dunia yang gelap menjadi dunia yang penuh dengan cahaya kebaikan dan keberkahan melalui penyampaian wahyu kepada seluruh umat. Dalam menyampaikan kebaikan ajaran agama islam Rasulullah saw memiliki cara tersendiri agar kebaikan tersebut dapat tersampaikan dengan baik dan mudah dipahai dengan mudah oleh para pendengarnya. Dalam artikel ini akan membahas tentang metode nabi dalam menyampaikan dakwah kepada para sahabat.
B. Pembahasan
Dari segi bahasa, metode berasal dari dua kata yaitu “meta” dan “hodos” (jalan, cara). Dengan demikian dapat diartikan bahwa metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Sumber yang lain menyebutkan bahwa metode berasal dari bahasa Jerman “methodica”, artinya ajaran tentang metode. Dalam bahasa Yunani metode berasal dari kata “methodos” yang artinya jalan, dalam bahasa arab disebut “thariq”. Metode berarti cara yang telah diatur dan melalui proses pemikiran untuk mencapai suatu maksud (Munir, 2009: 6).
Ditinjau dari segi bahasa Arab dakwah mempunyai tiga huruf asal, yaitu dal, ‘ain dan wawu. Dari ketiga huruf asal ini terbentuk beberapa kata dengan ragam makna. Makna-makna tersebut adalah memanggil, mengundang, minta tolong, meminta, memohon, menamakan, menyuruh datang, mendorong, menyebabkan, mendatangkan, mendo’akan, menangisi dan meratap (Aziz, 2009: 6). Sedangkan definisi dakwah menurut Syaikh Ali Mahfudz adalah mengajak manusia untuk mengerjakan kebaikan dan mengikuti petunjuk, menyuruh mereka berbuat baik dan melarang berbuat jelek agar mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat (Munir, 2009: 7).
Adapun metode dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW pertama dengan mengajarkan syariat secara bertahap :
سنن ابن ماجه ٦٠: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ نَجِيحٍ وَكَانَ ثِقَةً عَنْ أَبِي عِمْرَانَ الْجَوْنِيِّ عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَال
كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ فَتَعَلَّمْنَا الْإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا
Artinya :
Sunan Ibnu Majah 60: Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad berkata: telah menceritakan kepada kami Waki' berkata: telah menceritakan kepada kami Hammad bin Najih dari Abu Imran Al Jauni dari Jundub bin Abdullah ia berkata:
"Ketika kami bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, pada saat itu kami merupakan sosok pemuda-pemuda yang kuat. Kami belajar iman sebelum mempelajari Al Qur`an, kemudian kami mempelajari Al Qur`an, maka dengan begitu bertambahlah keimanan kami."
Yang kedua dengan berdialog pertimbangan akal :
صحيح البخاري ٢٩٣: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ قَالَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ أَخْبَرَنِي زَيْدٌ هُوَ ابْنُ أَسْلَمَ عَنْ عِيَاضِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ
خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ إِلَى الْمُصَلَّى فَمَرَّ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي أُرِيتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ فَقُلْنَ وَبِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ قُلْنَ وَمَا نُقْصَانُ دِينِنَا وَعَقْلِنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَلَيْسَ شَهَادَةُ الْمَرْأَةِ مِثْلَ نِصْفِ شَهَادَةِ الرَّجُلِ قُلْنَ بَلَى قَالَ فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ عَقْلِهَا أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ قُلْنَ بَلَى قَالَ فَذَلِكِ مِنْ نُقْصَانِ دِينِهَا
Artinya :
Shahih Bukhari 293: Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Maryam berkata: telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ja'far berkata: telah mengabarkan kepadaku Zaid -yaitu Ibnu Aslam- dari 'Iyadl bin 'Abdullah dari Abu Sa'id Al Khudri ia berkata:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari raya 'Idul Adlha atau Fithri keluar menuju tempat shalat, beliau melewati para wanita seraya bersabda: "Wahai para wanita! Hendaklah kalian bersedekah, sebab diperlihatkan kepadaku bahwa kalian adalah yang paling banyak menghuni neraka." Kami bertanya: "Apa sebabnya wahai Rasulullah?" beliau menjawab: "Kalian banyak melaknat dan banyak mengingkari pemberian suami. Dan aku tidak pernah melihat dari tulang laki-laki yang akalnya lebih cepat hilang dan lemah agamanya selain kalian." Kami bertanya lagi: "Wahai Rasulullah, apa tanda dari kurangnya akal dan lemahnya agama?" Beliau menjawab: "Bukankah persaksian seorang wanita setengah dari persaksian laki-laki?" Kami jawab: "Benar." Beliau berkata lagi: "Itulah kekurangan akalnya. Dan bukankah seorang wanita bila dia sedang haid dia tidak shalat dan puasa?" Kami jawab: "Benar." Beliau berkata: "Itulah kekurangan agamanya."
Kemudian yang ketiga yakni dengan menjawab pertanyaan bagi yang bertanya :
روي مسام و أبي داود, و اللفظ له, عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: بعث رسول الله صلي الله عليه وسلم فلانا الأسلمي, بعث معه بثمان عشرة بدنة, فقال- الأسلمي لرسول الله صلي الله عليه وسلم- : أريت إن أزحف عليّ منها شيء؟, قال: تنحروها ثم تصبغ نعلها في دمها, ثم اضربها علي صفحتها, ولا تأكل منها أنت ولا أحد من أهل رفقتك
Artinya :
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam abu Daud, dan lafadznya dari Imam Abu Daud, dari Ibnu Abbas radhiya Allahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam mengutus seorang al-Aslami, bersamanya Rasul saw mengutus delapan belas unta, maka al-Aslami berkata kepada Rasulullah saw: Apakah engkau telah melihat bahwa aku dirayap oleh unta itu? Rasul saw berkata: sembelihlah ia, kemudian warnai daerah kaki di darahnya, kemudian pukul ia, dan jangan engkau makan darinya, dan tidak seorang pun dari rombonganmu.
C. Kesimpulan
Dari pemaparan hadits tersebut Rasulullah mengajarkan bahwa dalam berdakwah kita harus memperhatikan kondisi dari mad’u kita, karena setiap orang memiliki kondisi yang berbeda-beda baik dari segi usia, fisik, psikis dan lain sebagainya. hal ini dapat berpengaruh dalam penggunaan media dakwah, materi dakwah yang akan disampaikan, dan persiapan sebelum kegiatan dakwah berlangsung agar dakwah tersebut dapat dikatakan sebagai dakwah yang berhasil dan memiliki efek perubahan baik bagi kehidupan mad’unya.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Adi, Muslim. “METODE DAKWAH DALAM PENGAJARAN NABI PERSPEKTIF HADIS.” Jurnal Dakwah, Volume 13, Nomor 1, (Tahun 2019): 91-112. file:///C:/Users/ymyus/Downloads/1334-4011-1-PB.pdf.
Muhyiddin. (6 Juni 2020). “Tiga Langkah Nabi Muhammad dalam Berdakwah”. Republika.CO.ID. Diakses pada tanggal 30 Oktober 2022. https://www.republika.co.id/berita/qjcf90430/tiga-langkah-nabi-muhammad-dalam-berdakwah.
Safi’I, Muhammad. METODE DAKWAH KOMBES POL DRS KH MASRUCHAN HALIMTAR DI KEPOLISIAN DAERAH JAWA TENGAH.” Skripsi, Fakultas Dakwah Dan Komunikasi IAIN Walisongo Semarang, 2014. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/2572/3/081211011_Bab2.pdf.
Saputra, Wahidin. 2011. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Istiqamah di Jalan Dakwah
Istiqamah di Jalan Dakwah
gaulislam edisi 781/tahun ke-16 (14 Rabiul Awwal 1444 H/ 10 Oktober 2022) Alhamdulillah, pekan ini adalah hari pertama penerbitan di tahun ke-16. Jika manusia, itu usia anak SMA. Baru masuk. Jadi, kadang masih polos-polos, gitu. Namun, ada juga sih memasuki usia 16 tahun bagi remaja yang udah punya tujuan hidup, adalah usia yang bisa dibilang makin banyak tantangan, tetapi mengasyikkan. Jadi…
View On WordPress
Alawiyyah Binti Husein Al-Jufri, Sayyidah Piawai Berdakwah | Republika Online :) #islam #taman #kudus
Alawiyyah Binti Husein Al-Jufri, Sayyidah Piawai Berdakwah | Republika Online :) #islam #taman #kudus
[ad_1] Alawiyyah juga menjadi contoh seorang ibu yang berhasil mendidik anaknya REPUBLIKA.CO.ID, Alawiyyah binti Hu sein bin Ah mad al-Hadi al- Jufri bukan saja dikenal sebagai perempuan yang memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat kepada Allah SWT. Ia juga seorang perempuan yang cerdas dan memahami ilmu-ilmu agama. Alawiyyah yang la hir di Syibam, Hadramaut, Yaman, pada 1240 H, sangat piawai…
View On WordPress
🍂 SAMA SAMA LELAH Sama-sama Lelah dengan Gadgetnya Ada yang sibuk dengan gadgetnya Main game Bahkan ada yang mati saat main game Ada yang sibuk dengan gadgetnya Nonton film Hingga rusak matanya Dan ada pula yang sibuk dengan gadgetnya Dia gunakan untuk berdakwah Dia membuat poster dan video dakwah Hingga habis internetnya Lelah...iya sama-sama lelah.......... Tapi tidak sama nilai ganjarannya Tidak sama balasannya di Akhirat kelak Maka bijaklah menggunakan gadgetmu Faidah kajian Ustadz Syafiq Riza Basalamah Judul kajian Semua Lelah Gunungkidul, 15 Muharram 1441 H #repost@syafiqrizabasalamah_official #berdakwah #bijakmenggunakangadget #faidah #ustadzsyafiqrizabasalamah #citacitamasuksurgafirdaus (di Pandaän, Jawa Timur, Indonesia) https://www.instagram.com/p/CUD7R8kB-i_/?utm_medium=tumblr
13 Alasan Kenapa Umat Islam Wajib Berdakwah - DalamIslam.com 🔔 Alhamdulillah al Mughni
13 Alasan Kenapa Umat Islam Wajib Berdakwah – DalamIslam.com 🔔 Alhamdulillah al Mughni
Apapun ilmu yang kita miliki, wajib beramal karena adaalasan umat muslim harus mengamalkan ilmunyauntuk didakwahkan atau diamalkan, bukan karena kita merasa sok pintar atau merasa lebih tahu, namun itu memang sebuah anjuran, yakni seperti hadist Rasulullah, “Sampaikanlah walau satu ayat!”. Nah, inilah alasan kenapa umat islam wajib berdakwah.. [1] Dakwah merupakanjalan hidup Rasul dan…
View On WordPress
Muslim Wajib Berdakwah pada Penganut Baha’i 🔥 Man Jada #VERZUZ
Muslim Wajib Berdakwah pada Penganut Baha’i 🔥 Man Jada #VERZUZ
Oleh: Dr. Adian Husaini Hidayatullah.com | SITUS http://www.mediadakwah.id (27/7/2021), menyiarkan berita bahwa Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia dan sejumlah tokoh Ormas Islam, melakukan kajian serius tentang Baha’i. Kajian itu dilakukan, karena banyaknya WA yang masuk ke pimpinan DDII, menyusul beredarnya video ucapan selamat Hari Raya Baha’i, “Naw Ruz 178 EB” yang disampaikan oleh Menteri…
View On WordPress
160. LEMAH LEMBUT DALAM BERDAKWAH #lemah #lembut #dalam #berdakwah #29012019 Join Channel Telegram ||https://t.me/galeriSC https://www.instagram.com/p/CHogGWyBXjZ/?igshid=eu8hnoog5cxl