#8 "Sudahlah, kamu gak akan bisa!"
'Suatu pagi, disebuah proyek bangunan ada sekelompok kuli bangunan yang telah siap sedia untuk mengerjakan proyek dari pagi sampai sore hari. Diantara kuli tersebut, ada seorang kuli yang ternyata memiliki permasalahan pendengaran. Dan seringkali apabila dikatakan A, si kuli ini mendengar B, begitupun seterusnya.
Tibalah waktu siang hari, terjadi sebuah insiden kecil yang mengakibatkan seorang kuli terjatuh kedalam sumur yang sedang digali. Ya, kuli yang terjatuh adalah kuli yang memiliki keterbatasan pendengaran tadi.
"Tolong! Tolong!", berteriaklah ia untuk memanggil teman2nya. Bersegeralah pekerja yang lain menghampirinya
Panik, ya sudah pasti. Apalagi didalam sumur hanya ada seutas tali yang licin dan berlapiskan lumpur.
"Sudah mas! Kamu gak akan bisa naik, tunggu sebentar, kami carikan tali terlebih dahulu!", sahut rekan2nya
Si kuli yang 'budeg' tadi pun hanya bisa berkata, "apa?!!", sembari berusaha untuk keluar dar sumur tersebut.
Yang lain terus bersahutan, "tunggu dulu mas, itu bakalan susah naiknya!". Tetapi si kuli tersebut tetap berusaha keluar dari dalam sumur.
Hingga pada akhirnya, si kuli tersebut berhasil keluar dari sumur. Padahal rekan2nya baru saja mau menariknya dengan tali yang baru
Sontak, rekan2nya bertanya, "kok bisa naik mas? Padahal itu dalem loh sumurnya?"
"Apa??", si kuli tersebut bertanya balik lantaran pendengarannya bermasalah.
Padahal yang ia dengar selama didalam sumur adalah "ayo mas! Kamu pasti bisa keluar dari sana!" Bukan seperti yang dikatakan oleh rekan2nya.'
Terkadang kita perlu untuk tidak mendengar omongan negatif orang lain terhadap kita. Kata2 bullyan, hinaan, justru seharusnya tidak dijadikan hambatan, tapi diubah menjadi pecutan semangat untuk terus berusaha, dan menuju keberhasilan.