Beberapa kali diriku selalu bertanya,
“apakah aku sedang melalui proses move on?”
“kalo iya, move on dari apa? kok rasanya aku menjalani hari-hariku seperti biasa, gak merasa seperti sedang move on.”
“kamu move on dari masa lalu yang kamu rasa mengungkung pikiranmu. rutinitas yang kamu jalani mungkin sama, tapi pola pikir yang kamu jalani tidak lagi sama.”
“oiya? tapi kok gak kaya dulu ya? maksudku kalo iya saat ini aku sedang move on, kok prosesnya beda dengan move on yang dulu?”
“karena kamu move on dari hal yang beda.”
Inilah kira-kira percakapan dalam diri yang sering terjadi. Tiba-tiba merasa sedang move on, tapi kok rasanya sama aja.
Baiklah, bisa dikatakan saat ini aku sedang move on, dari banyak hal. Pola hidup, seseorang, dan pekerjaan. Ini yang jelas terlihat, terlihat untukku maksudnya hehe.
Merubah pola hidup tidak semudah yang dibayangkan. Terbiasa hidup sendiri di kosan, rasanya membuat aku mampu mengurus semuanya sendiri. Kini harus kembali bersama keluaga dengan banyak orang di rumah kadang rasanya gak biasa. Menyenangkan, menenangkan, kadang menegangkan. Ketika sendiri, semuanya harus struggle memikirkan urusan printilan kebutuhan rumah. Kini semuanya sudah tersedia. Bahkan ibu selalu menyiapkan sarapan, bekal makan siang, dan makan malam. Ini yang masih aku belum terbiasa, namun terus berusaha terbiasa.
Melepas kepergian seorang kawan ku kira mudah. Nyatanya, berat dan aneh rasanya ketika tidak komunikasi seperti yang biasa dilakukan. Kawan yang dulu sering aku tanya kabarnya, bertukar cerita, dan kekonyolan, kini harus menjauh, pergi. Begitulah takdir, yang datang akan selalu pergi. Pertemuan selalu sepaket dengan perpisahan.
Harus melepas posisi copywriter dan tidak bersinggungan dengan konten kreatif, rasanya berat. Beralih pekerjaan dibutuhkan adaptasi yang cepat. Nyatanya, aku masih berjalan selambat ini, masih menengok tulisan-tulisan lama, masih menengok konten-konten, masih ingin bersinggungan dengan para narasumber.
Merasa sudah saling memiliki antara aku dan tulisan, nyatanya hidup semenarik itu untuk memisahkan kita. Ini yang terberat, melepas yang benar-benar kamu suka. I love my job as a Copywriter. Bekerja sebagai Copywriter seperti melakukan hal yang kamu suka dan kamu dibayar untuk itu. Namun, tantangan pekerjaan terus meningkat, bukan?
Ya, aku anggap ini sebagai proses belajar. Mendapat posisi baru berarti belajar hal baru yang tentunya akan menambah kompetensi diri serta pengalaman. Mencoba menikmati setiap prosesnya. Berat, tapi bukan berarti mustahil untuk dikerjakan, kan?
Move on kadang menjadi suatu hal yang berat untuk dijalani. Proses move on ini pasti ada hati yang berat untuk menerima kondisi yang baru, melalui adaptasi yang gak mudah, dan melapangkan hati dari rasa kecewa. Selamat menikmati proses move on. Allah tau, dengan move on ini, seorang hamba akan menjadi lebih baik.