Kamu dan Dia; Menurut Aku
Ini adalah pembicaraan mengenai sosok "Kamu dan Dia" menurut "Aku"
Kamu dan dia itu sama-sama bingung.
Kamu itu memang tipe orang yang bisa melupakan seseorang saat orang itu tidak ada di sekitar kamu. Sedangkan salahnya, dia selalu berada di sekitar kamu.
Kamu tidak munafik saat dibilang masih berharap kepada dia. Tapi yang kamu pikirkan; “Sebenarnya hal apa lagi yang harus di harapkan dari dia?”
Kamu itu sebenarnya sangat polos. Kamu selalu percaya dengan omongan orang lain tentang dia terhadap kamu. Dan kamu harus tau konsekuensinya!
Kamu sangat takut di beri harapan palsu lagi, kamu tidak mau dia dekat-dekat denganmu dalam konteks yang berlebihan. Tapi ternyata saat dia dekat denganmu, kamu sangat menikmatinya bukan?
Kamu memang melihat sosok dia yang bisa membuat kamu nyaman dan sosok yang sangat cepat dirindukan seperti tipe kamu, sehingga membuat kamu sulit mencari yang lain. Padahal, sudah banyak sekali lelaki lain yang membuat kamu nyaman namun kamu terlalu takut memulai suatu hubungan dan takut kehilangan dia.
Yang aku tau…. Sebenarnya saat kamu merespon semua kebaikannya, dia akan berlaku lebih kepadamu. Tetapi disaat kamu tidak bisa memberikan lebih, dia akan mulai bosan kepadamu. Lalu yang terpenting, hati-hati sepertinya kamu di beri harapan palsu lagi…
Sekarang aku akan membicarakan tentang dia.
Dia itu bukan tipe orang yang misterius, namun lebih tepatnya tertutup dan banyak sekali yang disembunyikan. Kepada kamu ataupun kepada teman dekatnya.
Dia memiliki sesuatu hal yang tidak bisa dia ungkapkan kepada orang lain.
Dia juga orang yang sangat bosanan. Sangat gampang sekali jenuh.
Dia itu masih ragu, ingin kembali bersama dengan kamu atau tidak. Sebenarnya ada pikiran untuk kembali bersama dengan kamu tapi dia terlalu bingung.
Dia hanya nyaman saat disekitar kamu saja, dia hanya ingin menikmati kenyamanan itu tanpa sebuah status.
Dan saat dia meninggalkan kamu… Sepertinya dia meninggalkan kamu demi perempuan lain. Laki-laki yang memang benar laki-laki selalu meninggalkan perempuannya demi perempuan lain. Alasan lain selain itu hanya omong kosong.
Jadi intinya, kamu dan dia masih sama-sama bingung dengan hati masing-masing. Sekarang terserah kamu atau dia. Mau “Let It Flow” atau “Follow The Flow”.
Saat memilih "let it flow", kamu akan terus tersakiti seperti ini. Tidak akan ada kemajuan. Namun saat "follow the flow", baik arus dia atau kamu. Kamu akan menemukan jawaban di akhir arus yang berlabuh.
Di akhir cerita ini, sosok kamu menangis menyadari sesuatu hal yang baru terpikirkan…