To honor April Fools / my birthday, I've drawn myself a foolsona :3
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from China
seen from Finland

seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from United Kingdom

seen from Bulgaria

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Ukraine
seen from United States

seen from Singapore

seen from United States
seen from Japan

seen from United Kingdom

seen from Canada

seen from Malaysia
To honor April Fools / my birthday, I've drawn myself a foolsona :3
Catper: Suwanting.
8 Agustus 2017, hari itu bukanlah hari yang cerah, mendung menutupi cahaya matahari bahkan sejak sebelum ia terbit. Hari itu juga merupakan hari dimana saya dan teman-teman saya akan melakukan pendakian di salah satu gunung paling indah di Pulau Jawa, Merbabu. Saya bersama 3 teman saya: Hanif, Sandi dan Hilmi berangkat menggunakan bus ukuran sedang dengan tujuan akhir Terminal Magelang. Dengan Rp. 7.000,- kami tiba di Kopeng, dan untuk menuju basecamp kami menumpang truck pasir yang menuju lereng merapi melalui Ketep.
Gunung Merbabu sendiri mempunya banyak jalur pendakian, yang resmi sudah ada 6 basecamp, dan Suwanting adalah salah satu basecamp baru yang aksesnya masih sulit ditempuh bagi para penikmat trasportasi umum karena berada di jalur Ketep yang tidak dilalui bus Salatiga-Kopeng. Setelah turun dari truck yang kami tumpangi, kami masih harus berjalan ±2 kilo meter dengan berjalan kaki.
Setelah sholat Ashar dan membayar retribusi sebesar Rp. 10.000,- per orang, pada pukul 17.00 WIB kami berangkat ke jalur yang ditunjuk warga, jalur itu merupakan jalan utama desa yang berakhir di area perkebunan warga. Ujung jalan berbatu tersebut merupakan sebuah warung yang merangkap fungsi sebagai pos ojek bagi para pendaki yang kelelahan untuk menuju basecamp setelah mendaki, karena memang jarak tempuh dari desa ke warug tersebut lumayan jauh.
Medan jalur Suwanting merupakan jalur kecil dipunggung bukit, sehingga kanan dan kirinya merupakan jurang, karena itulah di jalur ini hanya tersedia beberapa tanah lapang untuk mendirikan tenda sebelum pos 3. Di pos 1 terdapat tanah lapang yang cukup luas dan bisa dimanfaatkan untuk berkemah, lalu satu setengah jam kemudian di pos 2 juga terdapat tanah lapang yang muat untuk 5 tenda dengan memanjang sepanjang jalur.
Pendakian kami ditemani hujan sejak kami meninggalkan pos 1, dan dengan medan menanjak tanpa jeda, kami melewati pos 2 pukul 19.00 WIB, setelah itu kami melewati jarak antar pos terjauh antara pos 2 dan pos 3. Karena lelah dan kondisi cuaca yang hujan dan berkabut kami berniat mendirikan tenda kemudian berhasil menemukan spot untuk berkemah sekita pukul 01.00 WIB.
Setelah sarapan dan berbenah, sekitar pukul 09.00 WIB kami melanjutkan perjalanan ke pos 3, dan perjalanan sedikit terhambat karena Hanif mengalami sakit gigi yang menyebabkan perjalanan tertunda dan akhirnya kami sampai di pos 3 pukul 13.00 WIB. Di pos 3 pemandangan berubah dari jalur dipunggung bukit menjadi jalur diantara bukit, hamparan rumput dengan kontur naik turun dengan background puncak-puncak Merbabu adalah pemandangan yang menyambut kami.
Sayangnya, pukul 14.00 WIB mendung mulai turun dan gerimis, sehingga kami memutuskan untuk turun gunung. Perjalanan turun gunung kami tempuh selama 5 jam dengan jalur turunan tanah basah yang licin dan ditengah jalan kami bertemu kelurga kecil yang juga hendak turun gunung. Mereka adalah pasangan muda yang mengajak putri kecil mereka yang berumur sekitar 8 tahun. Karena dingin dan capek Si Adek (saya lupa namanya) terus menangis dan merengek minta digendong ayahnya. Hari mulai gelap dan kami bertuju masih menempuh jalur yang licin dengan hanya 2 senter yang berfungsi maksimal. Kami sampai di basecamp pukul 20.00 WIB dengan keadaan menyerupai manusia lumpur.
Dari jalur pendakian Gunung Merbabu yang lain, menurut saya jalur Suwanting adalah jalur yang paling berat dengan kurangnya ketersediaan spot untuk mendirikan tenda dan tidak adanya sumber mata air yang membuat jalur ini semakin berat, walaupun begitu saya merasa berhutang pada jalur ini karena belum mendaki sampai puncaknya, dan hutang harus dibayar, entah kapan tapi yang pasti saya akan kembali.
awalnya mau turun ke deket kawah liat blue fire, tapi karena padet bgt, jalanan nya pasir trus turun bgt gtu,, gelap pula.. mmm, ya gw sadar diri aja lah.. 😄 dari pada maksain turun trus tikusruk, ngegebrus ke kawah.. kan ga lucu yaa.. .. jadinya naik ke atas gunung ijen ajah.. nikmatin sun rise.. nikmatin kawah nya dri atas.. toh dri atas juga kliatan dikit (dikiiiitt kit kiitt).. .. bersyukur sih,, cuaca nya lagi bagus.. pas lagi full moon.. trus ada bintang warnanya agak merah yg mnurut gw sih itu planet mars.. (cmiiw 😂) bintangnya kliatan banyak.. (norak yaa: abis dijakarta ga ada 😂) .. bgitu sampe atas,, capenya ga ilang sih.. lebih ke "puas".. kebayar laah cape nya.. boong kalo ada yg bilang sampe atas cape nya ilang.. sampe skrg aja masih ada bekasnya biru2 lebam di kaki.. 😂 gw ga tau kena apaan.. .. .. #catper #catatanperjalanan #traveling #trip #opentrip #travel #explore #kawah #belerang #ijen #kawahijen #banyuwangi #jawatimur #indonesia #liburan #naikgunung #gunung #kawah #jalanjalan #indonesiabagus #infiatravel #instatravel #adventure #nature #holiday #shorttrip #enjoy #wisatabanyuwangi https://www.instagram.com/p/BmBPJsunHWe/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=x6hxfu0yq8o6
kalo kata @ksmwrdhanii ,, trip kali ini judulnya remek trip.. 😂 .. dari jakarta naik kereta 11 jam.. berangkat jam 1 siang,, sampe stasiun surabaya (pasar turi) jam 12 malem.. di surabaya, masih harus naek mobil lagi skitar 6 jam sampe ke banyuwangi.. .. jam 7 an pagi sampe di taman nasional baluran, main bentar trus lanjut snorkling di menjangan sampe sore.. .. setelah itu, cuma dikasi waktu istirahat 4 jam, trus dijemput lagi jam 12 malem buat naik ke ijen.. .. start trekking jam 2 subuh.. dan ramee ajaaaah.. 😂 .. .. #catper #catatanperjalanan #traveling #trip #opentrip #travel #explore #kawah #belerang #ijen #kawahijen #banyuwangi #jawatimur #indonesia #liburan #naikgunung #gunung #kawah #jalanjalan #indonesiabagus #infiatravel #instatravel #adventure #nature #holiday #shorttrip #enjoy #wisatabanyuwangi https://www.instagram.com/p/BmBOroeHx7Y/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1vsdojqdhp5oi
Pulo Merah: Senja di Halaman Belakang Banyuwangi
Pulo Merah: Senja di Halaman Belakang Banyuwangi
Barangkali setelah Tuhan bosan menciptakan langit dan datarannya, Ia menciptakan laut sebagai surga kecil di bumi. Pun ketika saya mendatangi Pulo[1]Merah di Banyuwangi; ombak seperti sedang bertasbih di hadapan langit yang bisu, dan sebuah batu bersimpuh pada kelesuan laut remang karena sepuh mega yang menua di waktu sore. Mendapati semua pemandangan ini, saya teringat salah dua film…
View On WordPress
Day 3 PART 1 : Bunga bungaaaaaaaaaa
Hari Ketiga ini bakal dibagi dua part karena kalo dijadiin satu part bakal puanjaaaaaanggggg tenan! Jadi judulnya begitu deh part 2 1/2 h3h3.
Sesudah tragedi ala Drama Korea alhamdulillah, gue ga sakit alias segar bugar! Pagi ini kita mau ke Selecta dulu. Gue dibangunin jam setengah 5 subuh, sholat lalu gue molor lagi karena ga kuatttt dingin banget alibi. Beruntung ada Yani yang selalu bangun pagi karena kalo bukan di rumah sendiri ga nyenyak katanya, beda sama gue yg dimana-mana hobinya molor. Gue bangun ‘lagi’ jam 6an langsung mandi lalu bermake up ria biar ketje kalo difoto h3h3. Oh ya kalo untuk sarapan gue udah dimasakin mie sama si Yani sayangku wkwk. Jam 7 kita keluar homestay lalu jalan dan nungguin angkot. Untuk ke Selecta dari Oro-Oro Ombo itu pertama naik angkot yg kuning BJL sampai ke pemberhentian terakhir yaitu Terminal Batu atau bisa juga pas pertigaan sebelum belok ke terminal, tapi lebih gampang si turun di terminal atau pasar aja biar ga usah nunggu angkot lagi. Ongkosnya 3000 apa 4000 gitu lupa. Lalu naik angkot jurusan Selecta, turunnya depan Selecta banget nget nget, ongkosnya 7rb karena emang jauh.
Tiket masuknya 30rb, murah! Kenapa? Soalnya ada kolam renangnya, terus taman bunganya juga kece. Sayangnya gue ga renang, abisan ga kepikiran juga si mau renang.
Tampak depannya. Itu gue numpang eksis aja bentaran.
Begitu masuk disambut sama ikan-ikan gede gini.
Selanjutnya biar gambar yg menjelaskan yakk.
This photo is taken by AllWinner’s v3-sdv
Selain ada kolam renang, ada juga wahana permainan lainnya tapi harus bayar. Y x hari gini gratisan. Disitu ada roller coaster, perahu gitu dah, sama sepeda goes. Nah yg terakhir gue suka! Bayarnya 10 apa 20rb gitu untuk 2 orang lupa *perasaan gue lupa mulu*. Yak ngantrinya juga lumayan sih, tapi worth the wait!
Sepeda gowes tapi di atas.
Mejeng ah~
Setelah capek keliling-keliling kita jadi pengen renang heuuuu. Harusnya bawa baju renang ya tadi. Salah deh. Setelah itu kita jalan keluar Selecta yg sungguh jauh. Asliiiiiiiii jauh karena parkirannya luas banget! Bingung juga lewat mana karena angkot yg ditunggu tak kunjung tiba. Sambil jalan kita sambil nyari yang jualan apel juga, eh panjang umur deh ga jauh dari pintu keluar Selecta ada ibu-ibu yg jual apel daaaaan baru dipetik. Harganya 20-25rb perkilo tergantung jenisnya.Kata ibunya apel Malang (Batu) beda sama apel yg ada di Bandung. Kalo di Bandung kurang asem, kalo yg di Batu asem (banget) seger gitu karena cuaca Batu yg dingin. Pas gue coba iya emang bener loh, enyaaaaaak banget buat gue yg suka asem ini tapi ga gitu asem kalo di lidah gue meskipun emg lebih asem dari yg ada di Bandung. Apelnya ada 3 jenis yg manis itu warnanya kuning, yg sedeng itu warnanya hijau tapi ada merahnya dikit di bagian atasnya, dan yg asem itu yg ijo. Karena gue suka yg asem jadi gue beli yg ijo deh.
Ga lama ada angkot dateng, yeayyy!!!!! Sebenernya kita bis ini mau ke Museum Angkut, cuma karena ga mungkin bawa-bawa apel 3kg jadi kita balik dulu ke homestay sekalian sholat dan ganti baju dulu biar kalo difoto bajunya udah beda wakakakak kelakuan!!
Next post kita bakal bahas tentang sisa hari ketiga ini kemana aja. Stay tune fellas!
Love,
Alya
BANDUNG-SURABAYA-MALANG : Keliling Dunia Seharian (PART 2 1/2) Day 3 PART 1 : Bunga bungaaaaaaaaaa Hari Ketiga ini bakal dibagi dua part karena kalo dijadiin satu part bakal puanjaaaaaanggggg tenan!
SEMARANG : MY FIRST FLYING EXPERIENCE
SEMARANG : MY FIRST FLYING EXPERIENCE
Udah lama banget ya ga ngepost. Banyak banget perjalanan yang ga kecatet. Mulai dari Santolo, Jungleland, dsb. Sebetulnya gue udah buat draft untuk itu, but too bad my laptop is broken. Foto2 dan video juga di laptop itu semua, di hp cuma dikit banget. Makanya postingan ini bakalan sedikit banget gambar. Ngepost juga ngandelin laptop babeh yg mana tiap malem doang ada di rumah. Jadi, kalo sempet…
View On WordPress
Kisah tentang mengalahkan diri sendiri dari tingginya tebing nan cantik
Suatu hari ada seseorang bertanya kepada saya;
“Kenapa kamu suka memanjat ?
“Karena pada awalnya aku menyukai apa yg dia (seseorang yang pernah saya kagumi) sering lakukan, dulu.
Entahlah, Wanita terkadang begitu”.
Saya tidak menyangka tebing menjulang tinggi yang saya lihat dari bawah ini beberapa menit yang…
View On WordPress