Senja datang membawa kenangan, saat tertawa bersamamu, saat menangis bersamamu. Semua kenangan itu seakan datang dengan senangnya di otak ku, menyisakan senyum tipis di bibir ku, tapi juga menyisakan perih yang amat perih di jantung juga hati ku. Kau pergi secepat senja di jemput malam, meninggalkan aku yang kesepian di bawah awan hitam tanpa cahaya sedikitpun. Aku kedinginan, aku membutuhkan senyummu untuk menghangatkan tubuh ku. Namun pergi memang sudah menjadi kepergian. Aku akan mencoba bahagia di dunia fana. Aku merindukanmu seseorang yang telah bahagia di surga.
Ayu Noviantari














