" ketahuilah wahai aku, bahwa menaruh harapan berlebih kepada manusia hanya menuai kecewa ".
23, Mei 22

JVL
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
YOU ARE THE REASON

Discoholic 🪩
Stranger Things
he wasn't even looking at me and he found me

Product Placement
Cosimo Galluzzi

izzy's playlists!
sheepfilms
🩵 avery cochrane 🩵
untitled
Sade Olutola
DEAR READER
Keni

Andulka

Origami Around

ellievsbear
Fai_Ryy
One Nice Bug Per Day
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Canada
seen from Brazil
seen from United States
seen from Indonesia
seen from Brazil
seen from Türkiye

seen from Sweden

seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@hariharihan
" ketahuilah wahai aku, bahwa menaruh harapan berlebih kepada manusia hanya menuai kecewa ".
23, Mei 22
Jika Anak Bertanya tentang Allah
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe). Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH . Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…
Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?” Tanya 2: “Bu, bentuk Allahitu seperti apa?” Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah? Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana? Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?
Jawablah :
“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”
Jangan jawab begini :
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.
Jawablah begini :
“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬اۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)
[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)
Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?
Jangan jawab begini :
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. [Al-Hadid (57) : 3]
Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.
Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.
Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.
[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17) {ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}
Jawablah begini :
“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris )
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”
Atau bisa juga beri jawaban :
Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.
Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?
Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana ?“
Jangan jawab begini :
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.” Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip Allahu Akbar itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <— Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.
Juga jangan jawab begini :
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.
Jawablah begini :
“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”
“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadis)
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)
Allah sering lho bicara sama kita.. misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)
Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”
Jangan jawab begini :
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”
Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”
“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)
Jawablah begini :
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.
Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
Katakan juga pada anak:
“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?! (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
“Kenapa, Bu ?”
“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal
Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”
Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis).
Wallahua’lam.
Sumber : Jika Anak Bertanya tentang Tuhan | Muxlimo’s
Being a mom is a big deal, preparation is a must. Karena nasib peradaban ini dipercayakan pada tangan para ibu.
Go follow @SuperbMother | superbmother.tumblr.com
Catat dulu
Repost dulu
Bismillah...
Jangan merasa hebat ketika keberhasilan membersamaimu, tapi ingatlah doa-doa merekalah yang tak pernah berhenti menyertaimu.
Cerita dibalik sidang skripsi hari sabtu kemarin, 6.3.21 :)
Jangan meragu atas apa yang kamu yakini, bukankah membangun kepercayaan diri lebih membahagiakan daripada mendengar gunjingan orang lain? teruslah bergerak untuk kamu yang sedang tertatih karena masa lalu, karena masa depan diperuntukkan bagi mereka yang hendak berubah menjadi lebih baik :).
Semangat untuk kita semua..
Someone said:
“ Jika kamu nggak benar2 "ok" akui saja, menangis pun tak masalah, tapi untuk menyerah, jangan. Kadang, kita memang harus mengakui kalau kita benar2 lagi jatuh atau butuh istirahat. Tak apa. Setelah selesai, bahkan kita bisa melompat lebih jauh “
“ semakin berkurangnya umur, seharusnya semakin jelas arah yang akan dituju. segala sesuatu yang dibutuhkan, menurunkan ego. mengingat diri bukan anak kecil yang mudah merengek ketika permintaan belum dikabulkan orangtua, menangis sesunggukan ketika terjatuh, bahkan lari bersembunyi ketika ketakutan. bukan lagi fase itu untuk usiaku sekarang ”
Sept, 26th 2020
#aku
Beristirahatlah apabila terlelah, saling memaafkanlah antar sesama karena itu lebih membuatmu lapang menerima keadaan. Karena hidup tentang kita yang bertumbuh, menjadi lebih baik, lebih dewasa, lebih menerima. .
Apabila hadir kekecewaan di sela perjuanganmu, yakinlah bahwa hal itu merupakan bumbu yang akan membuat semuanya lebih terasa nikmat di akhir perjalanan.
Dan apabila telah sampai kepada tujuan, maka ingatlah kenangan terjalmu sebelumnya. Agar keberhasilan tak menjadikanmu sombong, namun menjadikanmu lebih dan lebih bersyukur lagi telah diberi-Nya kesempatan.
Petahankan segala kebaikan yang telah menjadikanmu kuat hingga sekarang, eratkanlah tali pertemanan yang membuatmu lebih kuat dan bertahan. Sehingga jadilah kau pribadi tangguh dengan iman yang menancap dalam-dalam
Dan jangan lupa, apabila istirahatmu telah usai. Maka bangkitlah karena hidup teruslah berlanjut 👊 .
#NulisdariRumah
Ayat-Ayat Cinta
Sebarkan ayat-ayat cinta, ayat-ayat perubahan, berikan warna yang sudah lama mereka suram akan dunia, tebarkan cinta diantara mereka yang tiada henti merasa gundah..
Jangan Abu-abu
katakan tidak jika memang tidak, katakan iya jika memang iya. Jangan sebaliknya hatimu mengatakan iya namun lisan membolaknya, pun hati berkata tidak dan lisan membaliknya. Jangan Abu-abu, GAK JELAS !!.
Tak usah kau dengar perkataan orang, jika mereka saja tak mau tahu bagaimana kamu berproses, dan tetaplah dalam kebenaran
Kamu yang sedang berjuang, tak salah kamu jatuh! yang salah adalah ketika kau termakan bualan seseorang untuk berhenti dan tak mau mencobanya lagi! Bertahanlah dalam kebaikan, karena hal itu akan menggiringmu bersama orang-orang yang melakukan kebenaran pula..
Rindu~
Disini aku bisa menyapa meski tak perlu diberi kabar, aku bisa berlari tanpa harus dikejar, aku bisa saja rindu tanpa harus kau mengetahuinya..
Apa kabar?
apa kabar dirimu yang meninggalkan?
percuma saja bukan, aku yang selalu merindu, untuk kamu yang ingin melupakan??
Di dunia perihal siapa yang paling banyak amal baiknya, bukan gaya-gayaannya
banyak yang tunduk akan kemajuan zaman, mengikutinya tanpa alasan, nagkunya sih gaya, keren, kece. yakin? yakin kalau itu semua akan dibawa mati?
Dunia bukan ladang unjuk diri, dengan ansumsi orang yang yang paling keren orang yang ngikutin kemajuan zaman, baju minimalis, harta melimpah tapi gak zakat, ilmu tinggi tapi gak beradab..
Hei, dunia gak akan pernah berhenti menawarkan segala keindahan fananya, maka “perkuatlah diri dengan iman. semoga diri tak menjadi budaknya”..
hanya karena chat membuat hatimu berdebar tak karuan, lalu apa kabar pesan cinta-Nya? semoga tak tergantikan..
Semua akan indah pada saatnya. Bagaimana jika tidak?
Terserah Allah saja. Tugasku hanya percaya, bukan memaksa.
Taufik Aulia
Maka bersabarlah, mungkin ditengah ikhtiar kita Allah ganti dengan yang lebih baik...
Simpan dan percayakan saja kepada Pemilik Hati, tak usah mengumbar menceritakan pada semua orang
Jatuh Cinta??
Jatuh cinta?
Ya Rabb, jika kau jatuhkan hati ini serta membuat hatiku, pikiranku serta lisanku semakin jauh dari-Mu. Maka hapuskanlah ia.
Maka jatuhkan hati hamba pada sesosok yang nantinya mempertanggungjawabkan didepan kedua orangtua hamba. Berani mengambil langkah menuju jalan yang Kau ridhoi.
Jatuh cintakan hamba dalam bahtera halal-Mu ya Rabb. Sehingga cinta yang semakin tumbuh akan bernilai pahala.
_Jawatimur, August 3rd 2019
Tak pas?
Banyak orang yang mematok calon pasangan, harus ginilah gitulah. Apalagi kalo mau calonnya paket complete, parasnya, nasabnya, materinya dan agamanya. Namun nyatanya gak semua fakta persis kayak teori. Terkadang ada yang cakep, kaya, nasabnya bagus.. ehh.. agamanya kurang!.
Bilangnya gak pas, mau yang sempurna empat-empatnya ada.. egois banget sih jadi orang!
Bukannya manusia diciptakan untuk saling melengkapi, jadi its okaylah kalo emang kenyataannya calonnya kurang cakep. Yang terpenting jangan sampe agamanya yang kurang apalagi rusak..
karena agama diatas segalanya
Jadi gak ada alasan lagi!!
| Jawatimur, July 27th 2019