Senja, diluar hujan.
di kamarku juga, sedang turun hujan lokal. dari mataku.
sayangnya, tidak bisa kamu lihat.
sebenarnya aku tidak mau lagi menangisi semuanya, Senja. tapi aku bisa apa? hatiku tak sekuat itu ternyata.
katamu perjuangan itu harus sampai akhir. aku masih berjuang sampai titik ini. aku berjuang menuju akhir, seperti katamu. tapi sampai penghujung ini, aku tak sekali pun menemukanmu. —Senja, apakah ini akhirnya? apakah tanpa kamu adalah akhir dari semuanya?
–
Jingga. 200131













