Bara
Aku melihatmu mimpu yang meredup hatimu yang layu ragamu yang lesu
Aku ingin memelukmu menghangatkanmu agar hangat hatimu agar cerah senyummu

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Canada

seen from Norway

seen from United States

seen from United States

seen from Brazil
seen from Saudi Arabia
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Iraq

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
Bara
Aku melihatmu mimpu yang meredup hatimu yang layu ragamu yang lesu
Aku ingin memelukmu menghangatkanmu agar hangat hatimu agar cerah senyummu
TERBANGKAN AKU
Terbangkan aku,
Terbangkan bersamamu,
Menembus awan,
Menembus kesusahan yang akan kita alami bersama,
Genggam tanganku,
Tertawalah bersamaku,
Aku bahkan masih mengingat jelas,
Kerutan matamu saat tertawa,
Seruputan kopi mu kala itu,
Masih teringat jelas,
Warna-warni tawa kita,
Yang akan menjadi video tape,
Yang akan kuputar setiap waktu,
Saat melodi mulai berputar lagi,
Aku terus mengingatnya lalu menangis lagi,
Butiran-butiran video klip itu?
Terus terbayang dalam pikiranku,
Aku tertawa,
Menangis lagi,
Antara sedih dan bahagia,
Dan akan terus berulang,
Hingga aku mati
Semburat Sore,
18.08.20
Aku
Aku, di sini, hidup tanpa punya pekerjaan. Hidup tanpa punya makna.
Aku berikan seluruh perhatianku ke orang lain, tapi mereka menganggapku pengganggu.
Aku berikan segala upaya untuk membantu orang lain, tapi aku hanya dianggap cari perhatian.
Tak dipercaya, meski segenap usaha kuberikan.
Ketika aku gagal semua orang menghujatku, namun ketika aku berhasil, tak ada yang menganggapku.
Beberapa menyarankan untuk tak usah pedulikan orang lain, tapi hidup sendirian bukanlah hal yang membahagiakan.
Egois.
Aku ingin membaur dengan orang lain. Tertawa bersama, bercerita bersama.
Aku ingin punya teman walaupun itu hanya satu.
Aku sedih, aku kecewa. Apakah aku kurang untuk orang lain.
Aku bahkan orang yang rela merendah demi orang lain. Asalkan mereka tak sakit hati, asalkan mereka tetap bahagia.
Tapi aku selalu dianggap yang sebaliknya.
Hidup yang terus gagal dan selalu bercerita sendirian di balik dinding kamar, aku merasa hidupku menyedihkan.
Jika kau tanya apa orang sepertiku punya tujuan hidup, aku jawab aku punya.
Tujuan hidupku hanya ingin diterima.
Aku iri dengan kalian yang bisa bersama-sama, aku iri.
Di beberapa titik kehidupanku, sungguh, bagiku kematian lebih baik daripada hidup.
Tapi kata-kata ini selalu muncul..
"Ayo coba lagi besok"
Lalu aku kuatkan diri dan mencoba untuk hidup sehari lagi. Begitu seterusnya..
Mari kita saling berjauhan, agar tahu rasanya kehilangan. Biar kamu cari sosok-ku dalam diri orang lain. Biar aku cari sosok-mu dalam diri orang lain. Sampai akhirnya, Kita sadar, bahwa kita saling menginginkan. Aku hanya menginginkan engkau dan engkau menginginkan aku. Biarkan waktu mengajari kita, Bahwa kehilangan menjadikan kita menjadi asing. Biarkan waktu mengajari kita. Bahwa kebahagiaan memang butuh diperjuangkan. Bandung, Jan - 2020
Bagaimana caranya? Untuk mengatakan pada hatimu sendiri. Bahwa ini saatnya-- untuk pergi. Dan berhenti berharap atau mencintai. Yang sudah jelas, Hati dan raganya kini ; Milik orang lain. Aku cukup lelah meyakinkan diriku-- Setiap pagi dan malam, Bahwa aku baik-baik saja. Bahwa aku sudah tidak peduli, Bahwa aku sudah berhenti mencintai, Bahwa aku sudah melupakannya. Dec, Bandung - 2019
Biru selalu identik denganmu. Kini, aku menyukai warna yang sama. Kita tak perlu lagi, berdebat masalah warna- Yang sebelumnya sering kita lakukan.
Namun, itu terlambat.. Karena kini, kita : tak lagi berdebat.
Garut — 2012
Merindu kamu itu ibarat candu yang selalu ingin aku jamu di setiap ceruk penjuru kamar beradu. Tika hening malam mula mengusik lembut romaku, ruang kamar yang syahdu telah membuatku khayal akan sosokmu. Lantas kita bercumbu melepas lelah dan rindu. Bersama kelambu dan empuknya bantal kekabu, waktu yang berlalu tidak sedikit pun membuat aku ragu akan rasa itu. Rasa candu ditambah rindu. Mengerti bukan kamu?
Rihin Juni
** 10 November 2017
Sore ketika kita baru saja menikah
Photo by: Pinterest.com Sore hari. Waktu menerpaMenjadi judul cerita dari rumahBagi lelaki dan perempuanPara pecinta dalam perjalananMereka berbulan madu jauh dari huru hara Tak seorang pun di luar “Air mata yang ku minta untuk kau kucurkan adalah air mata kelegaan dan hidup tenang” “Aku menyukainya” katamu “Bagaimana kamu menerka cerita ini selamat dari keranjang sampah?” “Oh, kita tidak…
View On WordPress