Ambil ibroh dari semua perjalanan ini. Banyak banyak bersyukur.
Positif thinking aja... Ini bekal untuk besok saat berumah tangga.
Belajar memahami algoritma, pola pikir perempuan dan laki-laki. Belajar memahami dirisendiri sebagai perempuan. Belajar bisa memahami laki-laki dari Abi, Paklik Pakdhe. Belajar bisa memahami perempuan dari Umi, Budhe Bulik dan perempuan disekitarku.
Ada kalanya perempuan itu ingin mengungkapkan segalanya apa yang ada dipikirannya, kadang bisa jadi sampai kelepas kontrol. Maka di sini butuh pemahaman dari pasangannya. Tidak cepat-cepat memasukan ke hati. Dengarkan saja. Jangan tanggapi dengan emosi yang meluap.
Laki-laki adalah manusia terwibawa. Jangan sampai perkataan dari perempuan menjatuhkannya. Hargai kerjakerasnya.
Dear perempuan beserta pasangannya atau laki-laki beserta pasangannya. Belajarlah untuk memahami. Redam emosi dengan kecintaan karena Allah. Bahwa ujian ketika belum berumah tangga adalah syeitan mengajaknya bermaksiat menjerumuskan ke zina dan menangkal jangan sampai bersatu dalam ikatan yang halal. Godaan syeitan tidak berhenti manakala sudah berumah tangga. Strategi syeitan berubah, berusaha menggoda suami istri agar terus cekcok, sampai akhirnya bercerai. Na'udzubillahi min dzalik
Semoga Allah selalu menjaga penulis dan pembaca dari godaan syeitan, tidak mengikuti langkah-langkah syeitan.















