Setelah cerita semalam
Bangun pagi dengan perasaan se-lega ini sungguh membuat hariku diawali dengan perasaan bahagia. Aku bersyukur, sebab apa yang menjadi beban telah tumpah ruah semalam, sudah habis tak bersisa, aku lega.
Setelah mengingat-ingat lagi cerita semalam, aku jadi senyum-senyum sendiri. Kita ternyata dua orang yang kaku soal mengutarakan perasaan sendiri, aku mengharapkanmu untuk segera membujukku, sedang kau pun berharap agar aku mengajakmu duduk sambil mengeluarkan segala keresahanku.
Pada akhirnya kita sama-sama berharap untuk disapa. Padahal bukan begitu rumusnya suami istri. Haha.. anggap saja kita sedang latihan, kali ini kita sudah melewatinya, meski harus saling memunggungi dulu, toh pada akhirnya kita tetap bergandengan.
Untuk hari-hari selanjutnya, sepertinya akan asyik jika saat aku mulai diam tak beralasan, sebut saja aku kesal dengan sikapmu, lalu kau tidak membalasku diam, tapi memelukku sambil mungkin menggodaku.
Ah, seandainya bisa se-roman picisan itu.. wkwkwk
25/11/19 - 10:44
(Setelah lama mengantri dalam draft. Jadi ini lupa kapan ditulisnya, sayang aja kalau gak di posting hehe..)
















