Sementara saat ini aku memilih sibuk memperbaiki apa-apa yang sebelumnya luput dari perhatian. Mengurai kembali rajutan masalah yang terlanjur bertaut. Dan menghibur jiwa yang dihancurkan berkali-kali tanpa pernah diberikan kesempatan untuk menyampaikan lara.
Aku biarkan kursi itu kosong tak bertuan. Toh saat ini aku hanya perlu berdialog mendamaikan hati dan pikiranku saja tanpa perlu ada intervensi dari siapapun. Karena aku paham, menitipkan kepercayaan dengan seseorang sama hal nya seperti bertaruh dengan peluang kalah yang lebih besar.
Sudah terlalu lelah untuk membuka hati. Tapi jika kamu memiliki keseriusan, keberanian dan niat baik, dorong saja. Pintunya tidak dikunci.













