una rosa su una cabina elettrica, la mia faccia stanca a ritorno da lavoro, e la fantastica strada per andare anlavoro
seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Russia
seen from Saudi Arabia

seen from Türkiye

seen from United States

seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from Malaysia
una rosa su una cabina elettrica, la mia faccia stanca a ritorno da lavoro, e la fantastica strada per andare anlavoro
Tom Hanks ungkap gejala virus corona yang terjadi padanya
[vstream.site]
Jakarta (ANTARA) – Beberapa hari setelah tampil perdana pada episode jarak jauh “Saturday Night Live” akhir pekan lalu, Tom Hanks memgungkapkan lebih banyak wawasan tentang apa yang dia lalui saat dikarantina di Australia.
Aktor pemenang piala Oscar itu mengatakan virus tersebut mempengaruhi istrinya, Rita Wilson, secara berbeda.
“Rita melewati waktu yang lebih sulit daripada…
View On WordPress
Padanya, pernah terselip Rasa.
Terik nya matahari di hari Minggu tak meluruhkan setiap orang yang melebur ke jalan menuju tempat-tempat wisata yang akan mereka kunjungi untuk menghabiskan sisa waktu akhir pekan.
Kala itu setumpuk semangat juang ini kubawa ketempat dimana aku akan menghabiskan sisa waktu akhir pekan ku. Bukan ditempat wisata, tapi cukup warung kopi yang sejuk di bawah jembatan.
Baterai semangat ku kembali full setelah akhirnya berbincang dan berdiskusi hangat menghabiskan siang ku bersama saudara seperjuangan.
Yaa... Itu sedikit kesibukan ku agar hati ini tak terlalu memupuk rasa yang terlanjur ada. Rasa yang mungkin bagiku luar biasa tapi tak sebanding dengan apa yang kau rasa.
Sosokmu hadir ditengah sedikit kesibukan ku kala itu. Hingga hari-hari berikutnya otak ini serasa sudah tersetting untuk selalu melihatmu.
Lambat laun. Hingga pagi ini datang aku baru menyadari bahwa aku harus menetralkan rasa ku. Ka tahu? menetralkan perasaan tak semudah membalikkan telapak tangan. Tak semudah pura-pura tersenyum di kala sedih. Dan Tak semudah mengucap I'm Fine.
Segala sesuatu di dunia ini punya hukum alam. Dan setiap proses nya pasti akan ada titik klimaks. Aku tahu ini belum pada klimaksnya untuk memutuskan aku dengannya atau aku mundur darinya. Hanya saja aku menyadari Rasa ini ada, dan harus segera aku netralkan.
Bukan untuk menjauhkan kedekatan kita akan tetapi untuk menjaga agar rasa ini tidak tertuju pada orang yang salah. Agar rasa ini tidak menjadi bomerang baik untukku ataupun untukmu. Agar kita sama sama selamat:)
Senin, 6 Nov 2017
Padanya, pernah terselip Rasa.
Tentang sebuah keterdiaman, namun selalu bertindak dalam doa. Semoga Tuhan senantiasa menjaga kita sampai pertemuan itu akan menjadi nyata.
Sebelum Meninggal, Suami Ririn Ekawati Sudah Titipkan Anak-anak Padanya Meski mengaku terpukul dengan meninggalnya suami tercinta, Fery Wijaya, Ririn Ekawati seperti sudah mempersiapkan diri untuk hal terburuk yang akan terjadi ketika mengetahui sang suami mengidap kanker darah putih atau leukimia.
Yang padanya aku merasa sepi, gelisah, dan sendiri. Yang padanya aku merasa tentram, syahdu, dan rindu bertubi-tubi.
Sendu dini hari
Kembali
Rengkahan luka masih basah, memerah Makin parah tersiram asin airmata Makin bernanah dihinggapi debu jalanan Di gang tua itu Badannya rebah Lemah Saat sayup suara-Nya syahdu terdengar Memanggil dari kejauhan Ia merangkak Mendekat, makin dekat Tak berjarak Memutar rol ingatan; Pengingkaran Penghianatan Kemungkaran Kemaksiatan Luh menganak sungai Membasuh sekujur noda dosa Tanpa sisa Beriring rindu Kembali Ke pelukan cahaya Kembali Pada cinta sejati. Dia, satu.
Aku Cemburu
Aku cemburu, Tuan Pada tumpukan kertas di meja kerjamu yang selalu kau prioritaskan. Pada jam tangan di pergelangan kirimu yang sebentar-sebentar kau tatap.
Aku cemburu, Tuan Pada pahit-manis kopi yang kau sesap dengan penuh gairah. Pada bibir cangkir yang selalu kau cumbu setiap kau beradu dengan lelah.
Aku cemburu, Tuan Pada hangat matahari yang kau rindukan setiap pagi. Pada semilir angin yang begitu bebas memainkan anak rambutmu.
Aku cemburu, Tuan Pada buku-buku yang menjadi kawan dalam sepimu. Pada aksara yang menari-nari dari jemarimu dalam keheningan.
Aku cemburu, Tuan Pada mereka yang bisa setiap saat melucutimu dengan gelak tawa. Padanya yang bisa begitu dekat, bercanda tanpa sekat denganmu.
Aku cemburu, Tuan Cemburuku bisu