Bolehkah aku bertanya-tanya, mendapat darimana ide-ide permainanmu untuk meninggalkanku dan mencariku lagi, lalu meninggalkan lagi dengan cara yang pantasku sebut kejam, beberapa waktu setelahnya kau cari lagi. Bagaimana susah payah kau merakit hati dan menghancurkan lagi? Bagaimana proses janji-janji yang dulu kau kaitkan dikelingkingku kini sudah termakan waktu? Bagaimana cerita mengenai perjuangan kita, perjalan kita? Bagaimana kabar kau setelah tanpa aku?
Haruskah aku terlalu terluka melihat kau yang baik-baik saja setelah lepas dari aku? Tidak, yang ini bukan pertanyaan untukmu, tetapi untuk hatiku.







