Hari ini, kemanakah harus kuhadapkan muka
agar seimbang antara bertahan dan membiarkan.
Seperti ditengahnya, diantara ramai atau sepi seperti ksatria tak bersenjata tak juga memejamkan mata.
Esok, kemanakah harus kupalingkan wajah agar seimbang antara bijak dan pecundang.
Tetapi di sana ada taman yang kutuju
yang hilang kembangnya jika aku mendekatinya.
Lusa, kemanakah harus kutengadahkan wajahku agar seimbang antara rasa takut dan khawatir.
Seperti disamping mata-mata yang ingin bertanya, berdialog dengan bibir-bibir yang tak di kunjungi senyummu.
Menangislah dalam tawa.
Bersedihlah dalam gembira.
Selamanya, kemanakah harus kutengadahkan wajahku agar seimbang antara yin dan yang.
Atau kukembalikan saja cermin-cermin diri, agar tak ada kekaguman, kebanggaan, segala rasa kupulangkan pada peta yang menyesatkan.
Bandung, 23-Agustus-2017