Loneliness ;
The price I am willing to pay for my freedom.
The price I was willing to pay to free myself from the painful existence of you.
-Jalanpagi

seen from United States
seen from United States
seen from Hong Kong SAR China
seen from United States
seen from Netherlands
seen from China
seen from Germany
seen from Indonesia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Morocco

seen from Latvia

seen from Germany

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United States
Loneliness ;
The price I am willing to pay for my freedom.
The price I was willing to pay to free myself from the painful existence of you.
-Jalanpagi
Sebelum terlelap
Sendu malam hari semakin terasa
Ketika yang terdengar hanya angin pendingin udara
Tatkala gelap semakin membuat aku delusif
Sehingga rinduku semakin masif
Samar-samar ku hadirkan kau dalam pikiran
Berbisik bahwa kau nyata dalam bayangan
Sampaikan cerita tentang betapa lelahnya hari ini
Bertanya bagaimana dengan hari mu kali ini
Walau akhirnya semua tak terucap
Walau akhirnya semua tak terjawab
Hingga aku menangis terlelap
selamat malam...
ya setidaknya, aku pernah memiliki hubungan yang cukup lama, tanpa ada rasa yang benar benar mencintai, dan pada akhirnya aku dikhianati. hubungan yang cukup lama, tapi merelakannya pun cukup sebentar.
dan aku akhirnya mampu benar benar mencintai seseorang yang sepertinya dia membalas cintaku. hubungan kami pun berjalan sesaat namun seperti kutukan...
ketika selesai, sakitnya cukup berkepanjangan, merelakan seperti hanya sebuah basa basi busuk.
tak cukup satu cangkir kopi untuk dinikmati, sebagai pesta kesepian, kesedihan dan kekecewaan.
selamat malam...para penikmat kopi yang sering dipadukan dengan rindu, beriringan dengan sendu...
asmaraku biru sayangku
menjahit sulam kelana pergumulan
asmaraku ranum cintaku
mensetubuhi kelam kelana perayaan
asmaraku merah kasihku
melukis arang kelana pertanyaan
asmaraku pelangi puanku
menodai kepala penuh rayuan
asmaraku asmaramu
-ZU
00.15 , Senin 02 Desember 2019
Tadi Lombok di malam hari begitu tenang
Menyeret tiap langkahku pada lamunan
Lalu pagi di sini, di Jogja masih malam
Mataku masih tak dapat terpejam
Terpikirkan:
Hidup yang sunyi seperti inikah yang kuimpikan?
Ataukah akan ku rindui sebentar lagi wahai dia sang keramaian?
Umur menjelang 30an
Masih belum jenak memutuskan
Hidup seperti apa yang mesti dijalankan
Lombok, 19.11.'19
Jika Aku Jatuh Cinta...
Ya Allah jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tak melebihi cintaku pada-Mu.
Ya Allah jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid dijalan-Mu.
Ya Allah jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku dalam merindukan Syurga-Mu.
Ya Allah jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah Ya Allah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakkal kepada-Mu.
(As-Syahid Sayyid Qutb)
Dilema Masa Depan
Sejujurnya aku tak tahu apa yang harus aku lakukan.
Aku melewati setiap harinya dengan perasaan gundah.
Memang wajahku tersenyum di hadapan kalian.
Tapi hatiku dirudung ketakutan akan masa depanku.
Aku tak bisa hidup seperti ini terus.
Kau juga tak bisa hidup dalam siklus mematikan yang kau bangun sejak lama.
Kita tak bisa terus berputar-putar dalam lubang yang sama, mengharapkan masa depan gemilang tanpa mau berjuang.
Waktu serasa terhenti.
Stagnan dan tidak bergeming.
Aku tidak mau menghabiskan seumur hidupku seperti ini hingga ajal menjemputku.
Impianku tidak muluk-muluk.
Hanya ingin hidup bahagia denganmu.
Membangun sebuah keluarga harmonis.
Denganmu sebagai kepala keluarga yang berhikmat.
Berpetualang bersamamu hingga ke ujung bumi.
Menghabiskan hari tuaku dengan mengobrol bersamamu di sofa, menertawakan masa muda kita.
Aku hanya ingin kebahagiaan untuk kita berdua, dan untuk keluarga kita di masa depan.
Apakah hal itu terlalu sulit untuk diwujudkan?
suatu saat aku akan menceritakan kepada anak anakku kalau aku pernah menemukan bahagia, dan bahagia itu kamu
Bandung, 15 februari 2018