Realita Pertemanan
Dulu, kita disatukan oleh temu Perlahan, kita terpisah oleh waktu Dulu, kita mengukir jejak yang sama Kini, kita menempuh langkah berbeda
seen from China

seen from Philippines
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Romania
seen from Iraq

seen from Italy
seen from United States
seen from Australia

seen from United States
seen from China
seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from China

seen from Japan
seen from United States
seen from Canada

seen from United States
Realita Pertemanan
Dulu, kita disatukan oleh temu Perlahan, kita terpisah oleh waktu Dulu, kita mengukir jejak yang sama Kini, kita menempuh langkah berbeda
Menunggu sapamu
sapa saja sesukamu.
menyapa tak harus bersuara bukan?
titipkan saja pada udara yg cuma-cuma ini, atau pada gerimis yang sedari tadi enggan pergi.
mungkin aku akan merasakannya saat dibelai.
mungkin saat itu nafasmu sudah sedekat detak jantung.
tentu saja, sungkan itu sudah lama kutepikan.
tatap ini akan selalu gerah oleh gersang.
akan kutanami apapun tanpa kau pinta.
walau sesungguhnya bunga itu tumbuh liar di hati.
merambat lewat nadi hingga menyentuh ingatan.
mengetuk pelan seraya berkata...
"kau pernah rebah di taman ini, mengawali puisi yg sebelumnya hanya kau coba pahami....."
adalah sebuah pohon
dibesarkan oleh air langit
daunnya jatuh atas takdir
tidak berbicara ketika diusik, tapi saya tahu dia marah
dia tetap memberi yang segar kepada yang busuk
menjadi tameng demi kesehatan bumi
hanya segelintir orang yang paham tentangnya
yogyakarta, 04 maret 2020
Pohon~
-Jay
Sore terakhir 2019
kali ini tak ada gradasi warna merah jingga didalam biru.
tak ada tontonan orang-orang yang ingin menikmati senja terakhir di tahun ini.
kali ini hanya ada warna abu-abu gelap
diirigi nyanyian santai anak hujan.
kabar?
sepertinya malam ini menjadi kaum introvert jauh lebih baik.
jangan lupa berdoa, agar ditahun berikutnya diberi yang baik-baik.
yogyakarta, 31 desember 2019
Tutup~
-Jay
Saya adalah seseorang itu, yang bisa menciptakan sunyi, di tengah keramaian para manusia.
Dan, kamu, adalah seseorang itu, yang bisa menciptakan keramaian di sela hati saya yang sunyi.
Kau Yang Telah Pergi
Sering aku berandai - andai Seandainya aku tidak mempertanyakan tentang dia padamu Mungkin sekarang kita masih bersama Dan dia akan tetap menjadi rahasia di hidupmu
Sering hati bertanya - tanya Apakah rasa itu memang pernah ada untukku? Ataukah semua yang pernah kita lewati bersama hanyalah bayang semu? Mungkinkah kata cinta dan rindu itu hanya kalimat palsu?
Detik berlalu, menit berganti, pertanyaan - pertanyaan itu masih membayangi Tak rela, iya, memang aku tak rela Hanya karena aku ingin mengetahui kebenaran pada akhirnya aku yang harus mengalah Karena hatimu telah direbut olehnya, kau telah menjadi miliknya
Inginku marah padamu, inginku membencimu Tapi hati ini tak kuasa membenci Aku terlalu mencintaimu yang seharusnya menjadi milikku Namun kau memilihnya, kau telah pergi membawa semua cinta dan sakit hati